
Seorang pria tampan sedang termenung sendirian, dia sedang menyesali nasib buruk yang menimpanya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya dan di hari yang sama dia hampir merenggut nyawa orang. Penyesalan yang sangat dalam kini tengah ia rasakan, andai hari itu dia bisa menjaga sedikit saja emosinya dan tidak menjalankan mobilnya dengan sangat kencang, mungkin kejadian ini bisa dia hindari. Tapi yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah kenapa mobilnya bisa kehilangan kendali.
Mobilnya adalah mobil keluaran terbaru dan dia selalu merawatnya. Dia bukan orang sembarangan,.setiap barang yang di gunakannya selalu melalui proses pemeriksaan dan seleksi yang teliti. Kecuali ada orang lain yang ingin dia celaka begitu pikirnya.
Dia duduk di kursi kerjanya dengan wajah menatap ke atas sambil memejamkan mata. Berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dia benar-benar merasa bingung. Hidupnya benar-benar tidak tenang sekarang. Saat pikirannya sedang berkelana sapaan suara lembut terdengar memanggilnya.
"Ramon...." panggil wanita setengah baya itu yang masih terlihat cantik di usianya. Pria itu pun membuka matanya dan melihat wanita cantik dan terhebat dalam hidupnya.
Pria yang di panggil Ramon pun membuka matanya dan melihat ke arah orang yang memanggilnya.
"Iya mah " jawanya
"Bagaimana kamu sudah meminta maaf pada mereka?" tanya wanita yang ia panggil mamah
"Belum mah " jawabnya singkat
"Kenapa ?"
"Keberanianku belum cukup menghadapi mereka, aku sudah melukai orang yang mereka cintai, luka yang begitu dalam, aku tidak sanggup memberitahukannya" jawab Ramon
"Astaga Ramon, kau sudah melakukan kesalahan besar dan kau hanya diam saja dan bertindak seperti seorang pengecut, Ramon hadapilah semuanya mamah akan membantumu untuk meminta maaf pada mereka. Kau tidak perlu takut mereka akan menuntutmu, kamu lupa siapa dirimu ? ucap wanita itu meyakinkan
Ramon menghela nafas kasar "baiklah, tapi mamah temani aku kesana untuk meminta maaf pada mereka"
Meskipun hatinya terasa berat,tapi dia harus melakukannya. Karena setelah kecelakaan itu bahkan hidupnya pun terasa berat.
"Tentu saja nak" jawab wanita itu tersenyum.
****
Anggi sangat terkejut mendengar Yura dan Bira mengalami kecelakaan . Bagaimana dia bisa terlambat mengetahui informasi ini,orang-orang terdekatnya kini tengah terluka dan dia baru mengetahuinya, dengan segera Anggi berangkat ke rumah sakit beserta dengan Rama.
"Kak Rama nanti di sana jangan macem-macem ya" ucap Anggi
"Macam-macam apa maksudmu ?" tanya Rama tidak mengerti dengan ucapan si Timmy
"Kak Rama kan pebinornya mas Regan, nanti di sana jangan cari masalah apalagi ribut sama mas Regan buat ngerebutin kak Bira " ucap si Timmy tanpa beban
"Anak kam-bing ini memang benar-benar bodoh, dia masih saja belum mengerti perasaanku" gumam Rama
"Kak Rama denger ga sih ?" kesal Anggi melihat Rama hanya diam saja
"Aku tidak tuli, aku mendengar semua ucapanmu. Memangnya siapa yang mau mengganggu Bira aku sudah punya orang yang ingin aku ganggu" jawab Rama
"Cukup karena kesalahanku kemarin mengganggu istri orang aku mendapat hukuman, sekarang bahkan istriku di ganggu sepupuku sendiri sebagai hukumannya " gumam Rama dalam hati
__ADS_1
"Oke, awas aja kalo bikin ribut, nanti aku bakal jalan-jalan sama kak David " ancam Anggi
"Berani kau pergi dengannya aku patahkan kakimu, dan jangan panggil aku pebinor, Timmy "
"Juga jngan panggil aku anak embe, orang cantik gini di bilang anak embe "jawab Anggi tidak mau kalah.Di sepanjang jalan mereka tidak berhenti berdebat.
Tak lama pun mereka sampai di rumah sakit dimana Yura dan Bira di rawat.
Anggi berjalan dengan cepat agar cepat sampai di ruangan Bira dan Yura. Karena Yura dan Bira sedang di periksa terpaksa Rama dan Anggi menunggu di ruangan yang lain bersama dengan Revan dan juga Regan di ruangan itu.
"Mas Revan kok bisa Yura dan kak Bira kecelakaan?" tanya Anggi
"Kejadiannya sangat cepat menurut Yura, tiba-tiba mobil itu datang dan menghantam mereka" jawab Revan
"Dan apa pelakunya sudah di tangkap ?" tanya Rama
"Belum " jawab Regan
"Kenapa ?" tanya Rama penasaran
"Identitasnya belum di ketahui, sepertinya ada yang di tutupi dari kasus ini " jawab Revan
"Dan kau hanya diam saja" ucap Rama
"Sepertinya dia bukan orang biasa ?" sambung Rama
"Aku pun berpikir begitu, tidak mungkin tidak ada orang yang melihat pengendara itu. Semua orang seperti menutup mulut dan tidak ada yang mau mengatakannya.
tok
tok
tok
Terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar, Regan pun mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu. Mungkin saja itu salah satu perawat atau dokter yang akan memberi tahu kabar istrinya.
"Maaf pak " ternyata Bagas yang datang
"Omg calon imam " ucap Anggi tersenyum pada Bagas. Bagas yang melihat Anggi sangat terkejut apalagi melihat pandangan Rama padanya yang terlihat seperti hendak mengulitinya. Jika saja sedang tidak ada orang pasti Rama sudah menghukum istrinya.
"Ma-maaf pak, di luar ada yang ingin bertemu dengan anda " ucap Bagas
"Siapa ?" tanya Regan
"Aku...." jawab seorang pria tampan nan gagah yang ada di depannya di sertai seorang wanita paruh baya yang terlihat cantik dan elegan sedang tersenyum ke arah mereka.
__ADS_1
Regan dan Revan merasa tidak mengenali orang yang ada di depannya. Untuk apa orang-orang ini ingin bertemu dengannya.
"Maaf, anda siapa ?" tanya Regan
"Perkenalkan namaku Ramon AdyaTama, dan ini ibuku nyonya Sekar "jawabnya
"Ada apa anda datang kemari dan ada tujuan apa, karena kami tidak merasa mengenal kalian ?" tanya Revan
"Ada yang ingin kami sampaikan kepada kalian ?" ucap nyonya Sekar
"Baiklah, mari silahkan duduk " ajak Revan .Mereka semua pun langsung duduk sofa di ruangan itu.
"Jadi, apa yang membawa anda berdua datang kemari?" tanya Regan.
Ramon terlihat Ragu namun ibunya nyonya Sekar mengusap lembut tangannya dan menganggukan kepalanya "Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada kalian, kalau sebenarnya yang menabrak mobil yang di tumpangi oleh kedua perempuan itu adalah aku..." ucap Ramon sambil menunduk
Sontak saja perkataan pria itu membuat Revan dan Regan terkejut. Tanpa banyak bicara Regan langsung melayangkan pukulannya kepada Ramon.
Nyonya Sekar terkejut dan menghalangi Regan untuk memukuli putranya.
"Hentikan...." jerit nyonya Sekar
Namun Regan sama sekali tidak mau berhenti menghajar pria itu.Seolah mengeluarkan amarahnya yang selama ini dia pendam.
Revan pun mencoba menghentikan Regan yang memukuli Ramon, apalagi Ramon tidak melawan dia hanya diam saja membuat Regan semakin menjadi menghajarnya.
Anggi yang merasa takut pun meminta Rama untuk menyuruh Regan berhenti.
"Kak Rama kok malah diem sih, pisahin mereka" ucap Anggi
"Tidak...biarkan saja Regan mengahajarnya bahkan luka yang di alami istrinya lebih sakit dari ini" ucap Rama sambil duduk tenang dan meminum minumannya.
Anggi berdecak kesal, sampai Bagas masuk kesana bersama security untuk mencegah Regan terus menghajar pria itu.
Sampai suara seorang dokter menghentikan pukulan Regan.
"Tuan Regan istri anda sudah sadar" ucap dokter
Mendengar itu Regan langsung berhenti memukul Ramon dan tergesa pergi ke ruangan Bira tanpa mempedulikan semua orang di sana.
Setelah Regan pergi Revan pun langsung memandang Ramon. Dan satu pukulan keras mendarat di wajahnya.
"Itu dariku, karena adikku tadi sudah mewakilinya untuk menghajarmu, rasa sakitmu sekarang tidak sebanding dengan sakit yang kami rasakan " ucap Revan meninggalkan Ramon di sana.
Maaf jika slow ya, karena hari ini mimin benar-bebar sibuk😊🙏
__ADS_1