AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 21


__ADS_3

Semuanya kini sudah berada di mobil untuk berangkat ke pesta. Pak Anton bersama ibu Rita, Revan sendiri sedangkan Regan bersama Sabira. Mereka datang lebih awal karna takut terjebak macet dan membuat mereka terlambat.


Di dalam mobil Sabira sibuk dengan ponselnya, entah itu selfie dan terus upadte status d aplikasi hijau,merah dan biru nya. "Uhhh Bira teh cantik bangeeett"


"Dasar aneh mana ada orang yang memuji dirinya sendiri" Regan berdecak sebaal


"Ada, ini ada buktinya Bira yang cantik manis dan imut"


"Kenapa aku bisa suka orang sepertimu" Sabira hanya tertawa menanggapi Regan.


"Mas Regan nanti di sana jangan jauh-jauh sama Bira ya"


"Heemmm"


"Bira teh sebenernya takut kalo ke acara gini teh"


"Takut kenapa ???"


"Takut ada yang nyulik soalnya Bira terlalu cantik"


"Ya ampun, ingin sekali aku mencekik gadis ini"


"Mau nyekik Bira atau mau nyium Bira hehehe " tanpa merasa berdosa karna sudah membuat orang lain kesal.


Tak berselang lama akhirnya mereka sampai si pesta itu, ternyata sudah banyak orang yang datang di sana. Regan keluar dari mobil dengan menggandeng tangan Bira. Banyak pasang mata yang melihatnya karna melihat seorang Regan menggandeng seorang gadis cantik.


Hal yang tidak biasa Regan lakukan, biasanya justru ia selalu menghindar jika ada gadis yang mendekatinya.


"Regaaann" Seseorang memanggil Regan


"Hai apa kabar, kapan kau pulang ??" berjabat tangan sambil saling memeluk


"Sejak seminnggu yang lalu"


"Kenapa tidak memberi tahuku"


"Ahh itu karna aku sedang sibuk"


"Oh iya Bira kenalkan ini Dimas temanku"


"Sabira" Sambil mengulurkan tangan


"Bira ikut ibu sebentar sini" Ibu Rita datang memanggil dan Sabira pun menghampiri ibu Rita


"Mas Regan Bira ke ibu dulu ya"

__ADS_1


"Heeemm" menganggukan kepala


"Jangan jauh-jauh nanti cari Bira kalo Bira hilang"


"Iya, cerewet pergi sana"


"Siapa dia Regan ??"


" Dia Sabira kekasihku"


"Woww, aku kira adik sepupumu !!"


"Apa kami tidak terlihat seperti sepasang kekasih ??" Regan mengangkat alis


"Ya itu emmm dia terlihat seperti remaja terlalu imut terlihat denganmu"


"Maksudmu aku terlihat tua?" Regan seperti tidak suka mendengar ucapan temannya.


"Bukan begitu, hanya terlihat seperti kakak adik saja" Ucap Dimas sambil tertawa


"Sialan !!!"


***


Sabira yang sedang bersama ibu Rita merasa tidak nyaman dia terus saja melihat Regan, tapi dia tidak melihat Regan di tempat yang tadi. Dia berniat untuk mencarinya saja. Jujur saja dia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan ibu Rita bersama teman-temannya makanya dia memilih untuk pergi. Sabira berpamitan kepada ibu Rita untuk mencari Regan.


"Oh iya sayang"


Sabira kemudian pergi mencari Regan. " Mas Regan kemana sihh kok ninggalin Bira, padahal Bira udah bilang ga mau ikut tapi tetep aja maksa buat apa di ajak kalo buat di tinggalin". Sabira terus mengoceh sendiri tanpa dia menyadari ada seseorang yang mengikutinya dari tadi.


"Hey hey siapa ini"


Seorang perempuan menghampiri Bira "Kau pelayan di rumah Revan kan, sedang apa kau di sini dan baju siapa yang kau pakai apa kau mencuri pakaian ibunya Revan" Sinis Sintia


"Ehhh ada mantannya mas Revan, ini baju Bira ya bukan nyuri lagian ini baju anak muda masa ibu Rita pakai baju gini pastinya juga ga muat dan ga cocok juga" balasnya polos


"Sedang apa kamu di sini ??" tanya Sintia


"Bira nyari mas Regan"


"Kau kesini bersama Regan ??? apa kamu merayunya hingga kamu datang ke pesta ini, ini bukan pesta orang sembarangan hanya orang-orang kelas atas saja yang di undang sedangkan kamu hanya seorang pelayan bisa masuk ke pesta ini, kamu pasti merayu Regan iya kan !!!"


"Huffft, dengar ya Neng cantik tapi nyebelin Bira tuhh ga ngerayu mas Regan buat dateng kesini mas Regan sendiri yang ngajak Bira maksa pula, lagian orang kaya mas Regan mah ga bisa di rayu tau manusia dingin kaya es batu gitu gimana ngerayunya coba"


"Siapa yang tau kamu menjual tubuh kamu padanya, gadis kelas bawah seperti mu pasti akan melakukan berbagai cara untuk terlihat seperti wanita berkelas atas sepertiku"

__ADS_1


"Iya mungkin kamu memang gadis kelas atas tapi sayang akhlaknya kelas bawah" Bira mencoba tenang walau sebenarnya dirinya sangat marah dianggap rendah oleh orang lain. Sintia yang tidak terima dengan ucapan Bira langsung mendorong Sabira hingga Sabira jatuh dan kepalanya terkena sudut meja.


"Aaargghh" Teriak Bira kesakitan Sintia yang belum puas ingin menampar Sabira tapi seseorang dengan sigap mencekal lengan Sintia.


"Seorang wanita terhormat tidak akan melakukan perbuatan tidak terpuji sepertimu, gadis itu benar kamu mengaku wanita kelas atas tetapi perbuatanmu menunjukan kamu wanita rendah" Ucap pria itu remeh


"Siapa kamu jangan ikut campur !!!"


"Ingat namaku baik-baik aku Rama Wijaya"


"Rama Wijaya ??? anak dari Wira Wijaya maksudmu??"


"Iya, dan pesta ini adalah pesta peresmian perusahaan baru keluarga kami, oh ya kamu bilang tadi pesta untuk orang-orang kelas atas, iya kamu memang benar pesta ini memang untuk orang-orang kelas atas, bukan untuk wanita rendah sepertimu "


Karna kesal Sintia pun langsung pergi meninggalkan Bira dan Rama. Untung saja kejadian barusan terjadi di tempat yang sepi dan tidak terjamah para tamu yang lain sehingga tidak ada yang melihat kejadian itu.


"Kamu tidak apa-apa ??" Tanya Rama


"Kepala Bira benjol kayanya" Rama tertawa merasa lucu dengan Sabira " Makasih ya udah nolongin Bira "


"Sama-sama"


"Ehh tunggu dulu kamu teh orang yang di toillet kan ya" Sabira baru ingat pria di depannya


"Emmm iya" Tersenyum pada Bira


"Jangan senyum-senyum gitu nyebelin, Bira suka malu kalo inget kejadian itu"


"Hahahaha" Rama tertawa


"Kamu tahu aku tidak pernah lupa kejadian itu, malah aku selalu ingin mengingatnya, mengingat wajahmu " Rama berucap dalam hati. Rama melihat sepertinya tangan Sabira juga terluka.


"Hey tangan sepertinya terluka, ayo aku obati"


"Eh ga usah, jangan pegang- pegang tangan Bira, Bira ga suka"


"Aku hanya ingin mengobati lukamu, tidak akan macam-macam"


"Udah ga pa pa nanti juga sembuh, Bira mau nyari dulu mas Regan" Tapi sepertinya Rama tidak ingin melepaskan Sabira begitu saja, dia mengejar Sabira


"Tunggu Bira" Sambil memegang tangan Sabira


"Lepaskan tanganmu darinya !!!! Teriak Regan


"Mas Regaaann"

__ADS_1


****


Assalamualaikum semuanya, makasih buat semua yang udah dukung Sabira 😊🙏, ini novel ringan ya jadi ga bakal ada masalah yang pelik 😁, mimin cuman kasih sedikit bumbu aja di ceritanya biar agak-agak ada rasanya gitu 😁 jangan lupa terus dukung ya 😊


__ADS_2