AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 17


__ADS_3

"Bira !!!" Regan kaget langsung berdiri hingga orang yang duduk di pangkuan Regan jatuh terjungkal.


"Ihhh Bira geli liat nya amit amit" mengusap-usap perutnya sambil komat kamit


"Bira ini ga seperti yang kamu lihat kamu jangan salah paham sama aku" Regan berusaha meyakinkan Bira agar Bira percaya padanya


"Bira kurang apa sihh mas Regan sampai-sampai cacing alaska kaya gitu bisa neplok di mas Regan"


"Enak saja kamu bilang Bella cacing alaska ga cocok tau dengan penampilan Bella modis dan seksi kaya gini" Ucapnya tak terima sambil mengerucutkan bibir


"Beniii stop !!!!


"Apa.....!!!" Sabira tidak kuat menahan tawanya hingga ia tertawa terpingkal-pingkal memegang perutnya karna hal lucu di depannya membuatnya tertawa hingga sakit perut.


"Nama Beni kok jadi Bella "


"Mas Regannnn" rengek manja Beni pada Regan hingga membuat Regan bergidik.


"Sudah lah Beni aku memintamu kesini untuk mengukurku dan gadis di depanku ini jangan membuat masalah, dan kamu Bira kamu percaya kan sama aku, aku ga mungkin ada hubungan lain sama Beni"


"Iya atuh jangan sampai mas Regan ada hubungan sama makhluk setengah jadi kaya dia Bira ga rela" ucap Bira setelah beberapa saat tawanya mereda


"Hey bocah amsyong enak aja kamu bilang Bella makhluk setengah jadi Bella ga terima ya" Ucapnya kemayu


"terima aja dengan lapang dada " Ucap Bira tanpa dosa


"Uuhhh Bella sebel sebel sebel Bella broken heart." Regan makin ilfeel saja dengan Bella kalau bukan karna rekomendasi sang mama dia tidak mau memakai jasa cacing alaska itu.Karna biasanya setelah bertemu Beni alias Bella dia akan merinding semalaman.Mengingat interaksi dengannya membuatnya sangat geli.


"Dasar lemsyong" Ucap Bira gemas melihat tingkah beni


"Apaann tuhhh.... " dengan bicara lemah gemulai


"Lebaaaayyyy amsyoonngg " Bira bergidik langsung pergi ke arah sofa untuk duduk di susul oleh Regan.


"Ihhhh Dasarrr bocaaahhhh amsyooonggg !!! kesal Beni.Regan memilih menghampiri Sabira daripada mendengar rengekan Beni yang membuatnya geli.


"Kamu bawa makanannya ???"

__ADS_1


"Iya Bira bawa, Bira masak sendiri lohh masaknya dengan sepenuh hati pake bumbu cinta di campur sayang ga lupa pakai taburan rindu biar mas Regan kangen terus sama Bira" Regan tertawa mendengarnya.


"Ihh dasar bocah lemsyong" Delik Beni


"Di larang palgiat "Ucap Bira


"Plagiat ahh.... dasar bocil ngemeng aja ga bener" ucap Bella terlihat sebal.


***


Setelah ritual makan selesai Beni ingin melanjutkan pekerjaannya yaitu mengukur tubuh Regan dan Sabira.


"Masss Regaaan ayo sini Bella ukur dulu biar nanti hasilnya perpect di badan mas Regan yang aawww ..."


"Hufftt " Regan membuang nafas kasar


"Mas Regan tenang aja nanti kalo cacing alaska itu macem-macem sama mas Regan Bira bakal jadiin dia umpan ikan piranha"


"Huhhh emangnya mas Regan mau di apain sama Bella, kecuali mas Regan mau di apa-apain sama Bella, Bella ikhlas seikhlas-ikhlasnya"


Bella mulai mengukur tubuh Regan mulai dari atas sampai bawah, semuanya berjalan lancar karna setiap akan menggoda Regan Bira akan datang dan mengancam akan mencolok matanya. "Ayo sekarang giliran kamu bocah lemsyong,Bira pun segera menghampirinya.


"Ukuran segini juga udah cukup kan mas suami"


Sengaja bicara pada Regan untuk membuat Bella kesal sedangkan Regan hanya berdehem dia tidak ingin menghayal yang tidak-tidak karna yang di bicara kan Bira dan Bella tentang tubuh Sabira.


"belum nikah aja udah bilang mas suami"


"Biarin mas Regannya juga seneng Bira panggil mas suami"


"Ngejawab terus dehhh tuhh mulut pengen Bella kasih peniti aja biar diem" Setelah selesai mengukur Regan dan Bira Bella mencatatnya semua agar nanti tidak ada kesalahan. " Ya udah dehhh.lnBella pamit ya mas Regan yang emmmmm dadah bocah amsyong !!!"


Setelah Bella pergi Rega dan Sabira tertawa.


***


Aku mau melanjutkan pekerjaan dulu kamu tunggu dulu nanti kita pulangnya sama-sama.Bira hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


Tak berselang lama Regan pun menyelesaikan pekerjaanya dan menghampiri Bira. " Kok tumben cepet "


"Nanti kalau kelamaan kamu jenuh ga aku temani"


"Ya ampuuun kok mas Regan jadi co cwiiitt sihhh...kebanyakan liat muka Bira ya yang aura manisnya kebangetan ya jadi terpapar aura Bira" Tingkah Bira membuat Regan gemas dan ia pun langsung mendekatkan wajahnya dekat dengan Bira.Baru saja akan mulai mendekatinya sedikit lagi tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan wajah Bagas yang kaget merasa bersalah"


"Tuhan lindungi aku, aku datang di saat yang tidak tepat" Lirih bagas


"Maaf pak ini ada berkas yang harus anda tanda tangan...maaf juga saya tidak mengetuk pintu." Bagas gugup melihat wajah Regan seperti menahan kesal.


"Simpan saja di meja" ketus Regan


"B-baik pak, saya permisi"


"Bagas tunggu "


"Bulan depan gajimu aku potong"


"Yasallam benarkan dugaanku" lirih Regan


"Iya pak"


"Hahhh" Regan membuang nafas kasar.


"Mas Regan kenapa gajinya di potong kasian atuh"


"Karna dia membuatku kesal"


Tiba-tiba Bira mencium pipi Regan sehingga Regan kaget. "Mas suami Jangan gampang marah ya " sambil senyum-senyum.


"Kenapa cium di pipi " Tanya Regan


"Kalo Bira cium mas Regan di bibir Bira takut kena serangan jantung, gini aja jantung Bira udah mau copot"


Sabira dan Regan pun tertawa bersama, sungguh ini hari yang indah untuk mereka.


***

__ADS_1


Maaf kalau up nya ga banyak karna mimin juga ada kesibukan di dunia nyata 😁 pokoknya kalau ada waktu luang pasti mimin bakal nulis 😊 jangan lupa terus dukung Bira sama Regan ya jangan lupa vote sama hadiahya 😁🙏 makasih banyak buat kalian semua yang udah suka sama ceritanya Bira sama Regan 😊


__ADS_2