AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 70


__ADS_3

Dari semalam hingga pagi ini Bira tidak mau bicara pada Regan, meskipun Regan sudah menjelaskannya begitu pun dengan Siena dan juga Bagas tentang kejadian yang sebenarnya Bira masih tetap tidak mau bicara pada suaminya si kanebo kering.


Pagi ini Regan tidak berangkat ke kantor karena dia tidak mau meninggalkan istrinya yang masih marah. Jika istrinya masih marah dia tidak akan mendapatkan jatahnya. Jikalau pun bisa itu karena Regan yang memaksa. Dan sesuatu karena terpaksa itu sama sekali tidak terasa menyenangkan, seperti semalam, saat sedang bercinta Bira hanya diam saja itu sama sekali tidak membuat Regan bahagia.


"Sayang...." panggil Regan, namun Bira masih acuh saja dia malah fokus terus ke arah Rebi yang sedang di pakaikan pakaian oleh Bira karena Rebi baru saja habis mandi pagi itu.


Setelah selesai memakaikan pakaian untuk Rebi, Bira langsung menyusui Rebi. Bira menyusuinya secara langsung, biasanya dia memberikan asi lewat dot dengan air susu yang sudah di pompa sebelumnya. Regan yang mellihatnya hanya menelan ludah. "Seharusnya papamu yang di sana nak, kau mengambil jatah papamu, ah sial....' gumam Regan


Semua ini gara-gara asisten bodoh itu, menyebalkan awas saja dia " gumam Regan


Bira masih saja anteng menyusui Rebi, hingga Rebi tertidur. Setelah Rebi tidur Bira membereskan barang-barang di sana yang berserakan mulai dari mainan Rebi hingga pakaian kotornya.


Regan pun berinisiatif langsung menghampirinya. "Sayang...." panggilnya lagi . Bira masih tidak menghiraukan Regan namun Regan langung menarik tangannya dan memeluknya.


"Sayang jangan seperti ini, kamu tau sikapmu yang seperti ini sangat menyiksaku" ucap Regan sambil memeluk Bira dengan erat.


Bira juga tidak tau kenapa dia bisa semarah ini, dia menjadi sangat sensitif akhir-akhir ini. Tapi dia juga tidak tega terus mendiamkan Regan. Bira tau besarnya cinta Regan terhadap dirinya. Bagaimana suaminya yang selalu menjaganya, bahkan saat dia melahiran Bira melihat ada air mata yang menetes di mata suaminya, bagaimana dia bisa berpikir seperti ini, bagaimana dia berpikir kalau suaminya telah berselingkuh di belakangnya.


Bira pun membalas pelukan Regan, tangan kecilnya melingkar di pinggang suaminya.


Regan yang merasakan Bira membalas pelukannya pun merasa sangat senang, itu tandanya istrinya memaafkannya. "jangan marah lagi " ucap Regan yang masih memeluk istrinya.


"Bira ga marah, Bira cuma kesel aja sama mas suami" ucapnya. Regan melepaskan pelukannya dan melihat wajah cantik istrinya. "itu sama saja dasar ubur-ubur" ucap Regan sambil tersenyum


"Beda lah kalau marah, Bira ngomel-gomel sama mas suami kalau kesel Bira ga mau ngomong sama mas suami "


"Aku lebih suka kau memarahiku dari pada kau mendiamkanku seperti ini, hatiku benar-benar tidak nyaman sayang, jangan seperti ini lagi " ucap Regan sambil memegang pipinya Bira.


"Iya, maafin Bira juga ya mas...."


" tidak apa-apa sayang aku mengerti" dan ciuman lembut pun mendarat di bibir Bira yang lembut, ciuman itu berlangsung lama dan saling menuntut hingga mereka bertukar saliva. Setelah lama mereka berciuman Regan melepaskan tautan bibirnya


"Apa boleh sayang...." ucapnya sambil terus menciumi leher dan tengkuk Bira dan memberikan gigitan-gigitan kecil di sana. Bira hanya mengangguk menyetujuinya.

__ADS_1


Tangan Regan tidak tinggal diam, tangannya bermain di area kesukaannya yang menjadi sumber kehidupan anaknya. Lama Regan bermain di sana bermain dengan tangan dan mulutnya, hingga membuat Bira merasa melayang di buatnya tubuhnya terasa panas meminta sesuatu yang lebih. Regan yang melihat reaksi istrinya langsung tersenyum dan menggendongnya ke atas kasur king sizenya. Regan melakukan aksi selanjutnya, namun dia terkejut saat melihat penampakan di celana Bira.


"Sayang, kamu berdarah ?"


"Apa...." ucap Bira yang merasa kaget


"Apa semalam aku menyakitimu hingga kamu beerdarah seperti ini ?" tanya Regan khawatir


"Ngga mas, kayanya Bira menstruasi dehh " ucap Bira.


"Apa...." jawab Rega kaget


"Itu berati aku akan puasa dulu "tanya Regan lesu


"Iya " ucap Bira tersenyum kaku


"Berapa lama ?" tanya Regan lagi


"Kayanya seminggu lebih, soalnya ini menstruasi pertama Bira dari awal Bira ikut kb Bira ga pernah mens kan ? " mendengar itu Regan ambruk di atas tubuh Bira dengan lesu


"Ujianku lebih berat sayang, bagaimana nasibku seminggu ke depan " ucap Regan


"Main solo aja dulu " ucap Bira sambil tertawa


"Kau sangat jahat " sambil mengigit telinga Bira dengan gemas


"sakiitt ihhh dasar kanebo....." ucap Bira sambil mendorong tubuh tinggi Regan.


Di sebuah cafe


"Ini aku mengembalikan uangmu, terima kasih sudah menolongku " ucap Siena


"Sama-sama nona, tapi gara-gara anda pak Regan bertengkar dengan istrinya " ucap Bagas

__ADS_1


"Maksud kamu ?" tanya Siena tidak mengerti


"Maksud saya gaji saya dalam bahaya, pak Regan pasti akan memotong gaji saya bulan ini " ucap Bagas mengehela nafasnya kasar


"Oh ya ampun, aku pikir apa " ucap Siena geleng-geleng kepala sambil tersenyum dan meminum minuman di depannya.


"Gajiku sangat berharga nona " ucap Bagas kesal pada gadis yang ada di depannya, bisa-bisaya dia tersenyum saat gajinya sedang dalam bahaya.


"Aku akan mengganti gajimu, jika Regan sampai memotong gajimu " ucap Siena santai


"Tidak, terima kasih saya tidak suka di beri uang oleh perempuan " jawab Bagas


"Tapi barusan aku memberimu uang " ucap Siena


"Itu uang saya nona bukan uang anda, anda lupa kalau anda meminjam uang dari saya "


Siena memutar bola matanya malas "kalau saja ada pilihan lain, aku juga tdak ingin meminjam uang dari laki-laki perhitungan sepertimu, bagaimana nasib istrimu nanti jika mempunyai suami yang sangat perhitungan sepertimu " ledek Siena


"Perempuan yang akan menikah dengan saya adalah gadis yang beruntung, karena semua gajiku akan ke berikan padanya "


'Ckk.....aku tidak percaya" Siena berdecak


"Hey jadi kau laki-laki yang sudah merebut kekasihku...... ?" ucap seorang pria yang tiba-tiba marah pada Bagas di sana dan sambil menarik kerah baju Bagas dengan kasar.


Siena yang melihat mantan kekasihnya bersikap kasar pada Bagas pun merasa kaget.


"Denis...lepasin, dia bukan pacar aku kamu salah paham lagian kita udah putus, kamu ga berhak bersikap kaya gitu "


"Aku ga mau putus dari kamu, jika kamu ga bisa aku milikin maka orang lain pun ga boleh " ucap Denis dengan sangat marah, namun Bagas malah santai saja raut wajahnya sangat tenang.


"Dasar brengsek...." satu pukulan hampir mengenai pipi Bagas namun dengan sigap tangan Bagas menahannya dan memutar tangan Denis hingga meringis dan membantingnya ke arah meja hingga pipi Denis terbentur di sana.


"Dasar lemah " ucap Bagas , Siena hanya terbengong melihat aksi Bagas

__ADS_1


"Lain kali jangan cerewet seperti perempuan" ucap Bagas sambil berlalu pergi. Siena hanya menatap bengong ke arah Bagas.


"Tanganku......"rintih Denis


__ADS_2