
Tak terasa waktu sudah menuju siang , namun Bira belum terlihat keluar dari kamar membuat mamah Rita khawatir . Karna khawatir akhirnya akhirnya mamah Rita memutuskan untuk melihat Bira ke kamar nya.
Tok
Tok
Tok
Tok
"Bira, mamah boleh masuk ga ? "
Tapi tidak terdengar apa pun di sana, mamah Rita pun mengetuk pintunya kembali. Namun beberapa kali di ketuk tetap tidak ada sahutan . Karna khawatir mamah Rita langsung masuk saja ke kamar Regan, beruntung kamarnya tidak di kunci . Setelah masuk mamah Rita tidak melihat Sabira.
"DImana Bira ?" Mamah Rita mulai khawatir
Bira....? " Panggilnya lagi, mamah Rita kemudian menuju kamar mandi barangkali Bira ada di sana. Saat mendekati kamar mandi mamah Rita mendengar suara gemerincik air, mamah Rita pun merasa lega ternyata Bira ada di kamar mandi. Tak lama setelah itu suara pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek
Bira langsung melihat mamah Rita sedang berdiri tak jauh dari kamar mandi, merasa heran melihat mertuanya ada di situ ia pun bertanya.
" Mamah lagi apa ?" Tanya Bira
"Mamah lagi nungguin kamu sayang, kamu ga pa pa kan sayang wajah kamu pucat banget "
"BIra cuman pusing kok mah, Bira ga apa-apa kok "
" Kamu belum makan kan, ayo makan dulu " Ajak mamah Rita
"Bira ga laper mah, Bira mual banget " Rengek Bira
" Kamu memang ga laper, tapi anak kamu butuh gizi sayang , memaangnya kamu ga sayang sama dede nya, nanti kalo dede nya di dalem perut kelaparan, bagaimana? "
Bira terkejut mendengar ucapan mamah Rita, bagaimana dia tidak berpikir kalau anaknya juga butuh makan. Rasa bersalah hinggap di hatinya. Bira pun setuju untuk makan, walau nanti mungkin rasanya akan sangat mual tapi dia harus memaksakannya itu semua demi anaknya.
"Iya mah, Bira mau makan kasian dede nya nanti kalo Bira ga makan " Mamah Rita pun tersenyum mendengarnya
__ADS_1
" Ayo, mamah udah siapin dari tadi "
Bira dan mamah Rita pun menuju ruang makan. Kini Bira sedang duduk di meja makan. Di situ sudah terhidang aneka makanan yang sudah siapkan mamah Rita khusus untuk Sabira. Sayur yang di masak khusus di masak bening dan tidak mengandung banyak bumbu juga ada salad buah serta cake coklat kesukaan Sabira, mamah Rita juga menambahkan buah-buahan di meja.
Mamah Rita tau betul saat dulu sedang mengidam, dia ingin makan makanan yang terasa segar di mulut untuk itu makanan sengaja di buatnya dengan di masak sederhana agar tidak mual saat makan, juga salad buah agar Bira merasa segar saat memakannya serta cake coklat untuk menambah selera makan Bira jika di sediakan makanan kesukaanya. Jika Bira tidak mau semua itu ada masih ada berbagai macam buah-buahan yang Bira bisa pilih untuk di makan, yang penting ada asupan makanan karna perutnya tidak boleh kosong , itu tidak baik untuk kesehatannya dan juga bayi nya.
" Ayo sayang di makan, kamu mau makan yang mana dulu " Tanya mamah Rita. Bira pun mulai melihat makanan yang ada di meja makan dan matanya tertuju pada salad buah. Salad buah terlihat sangat segar di matanya, makanya Bira ingin mencobanya.
"Bira mau salad buah ajaa mah, kayanya enak " Jawab Bira . Mamah Rita langsung mengambilkannya dan membuat Bira tidak enak di perlakukan seperti itu.
"Biar Bira aja yang ambil mah "
"Ga apa-apa biar mamah yang ambil "Mamah Rita mengambilkannya Dan langsung memberikannya pada Bira.
"Makasih mah..."
"Sama-sama , ayo cepat makan " Bira hanya mengangguk dan langsung memakannya .Dan benar saja salad itu terasa sangat segar di mulutnya apalagi rasa youghrt di padu padankan dengan buah segar serta salad yang baru saja di keluarkan dari kulkas membuat sensasi dingin di mulut yang terasa sangat menyegarkan .Tak butuh waktu lama Bira pun langsung mengahabiskan salad buah itu .Dan memakan makanan yang lainnya
Setelah selesai makan , Bira pun memutuskan untuk masuk lagi ke kamar dan akan melanjutkan tidur siangnya karna setelah perutnya terisi dia merasakan ngantuk . Saat sedang makan tadi, Bira juga sempat bilang kalau besok atau lusa orang tuanya akan datang. Tentu saja kabar itu membuat mamah Rita senang ,karna besannya akan berkunjung ke rumahnya.
Tak terasa waktu sudah sore , Regan sudah tidak sabar untuk pulang ke rumahnya dan segera melihat istri kecilnya itu . Bayangan wajahnya yang lemah serta pucat menggangu pikiran Regan seharian ini . Dia benar- benar tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja .
"Anda mau pulang sekarnag pa ?"
"Tentu saja aku merindukan istriku aku ingin segera pulang dan memeluknya .
"Baik pak " Jawab Bagas
"Aku ingin segera pulang , karna ada istriku yang sedang menunggu , memangnya kau jomblo abadi " Ledek Regan
"Sudah gajiku dipotong sekarang anda meledekku pak" Ucap Bagas dalam hati
"Makanya kamu itu jangan terlalu pemilih jadi laki-laki , lihat lah aku, aku bahagia dengan pernikahanku istriku cantik dan menggemaskan ,ahh... aku tidak sabar untuk bertemu dengannya "
"Iya pa..." Aku iya kan saja agar hatinya senang lirih Bagas
"Benar kan isriku itu sangat cantik " Tanya Regan
__ADS_1
" Benar pak " Jawab Bagas
"Hey, hanya aku yang boleh memujinya kau tidak boleh memuji istriku " Dengan tatapan tidak suka
"Maaf pak...." Bagas menunduk , "Kenapa tidak kau cekik aku saja pak " Ucap bagas daam hati
****
Kini Regan sudah sampai di rumah utama , dia.langsung turun dari mobilnya dan dengan cepat menuju kamarnya untuk melihat istri kesayangannya.
Saat pintu terbuka Regan melihat Bira sedang terlelap ,dia tidak tega untuk membangunkannya .Akhirnya dia pergi untuk mandi dulu membersihkan tubuhnya . Dia harus bersih sebelum menyentuh istrinya .
Setelah selesai mandi dan juga berganti pakaian, Regan melihat istrinya masih betah tertidur .Kemudian ia mendekati Bira naik ke ranjang king size nya dan.memeluk istrinya yang dari sejak siang tadi dia rindukan .
Merasa ada seseorang yang memeluknya akhirnya Bira terbangun dan melihat suami tampannya sedang memandang ke arahnya sambil tersenyum .Lalu kemudiaan kecupan hangat pum mendartlat di kening dan bibirnya .
"Mas udah pulang " Tanyanya dengan suara khas bangun tidur
"Iya, aku pulang dari tadi " Jawab Regan
"Kenapa ga bangunin Bira , kita kan mau periksa sekarang "
"Kamu tenang saja aku sudah menyiapkannya, kita berangkat kalau kamu sudah siap "
"Ya ,udah kalo gitu Bira mandi dulu "
"Mau aku mandikan "
"Ga mau, kalo di mandiin sama mas Regan mah pasti lama " Bira meninggalkan suaminya yang masih berada di tempat tidurnya "
Huuffftt
"Sepertinya aku harus puasa lagi , sabar sebentar Regan itu demi anakmu "
*****
Alhamdulillah udah up, maaf kalo terlambat ya😊🙏
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung Sabira , sumbangin like vote sama hadiahnya buat neng Bira sama mas Regan ya 😘😘😘