
Rama membawa Sabira ke tempat yang lebih sepi di toko pakaian itu, Sabira panik takut Rama berbuat macam-macam padanya apalagi kini dia sedang hamil. Bira takut terjadi sesuatu kaepada bayinya apalagi Rama orang yang nekad.
"Jangan berteriak, aku tidak akan melukaimu " Rama masih membekap bibir Bira, Bira pun mengangguk karna takut. Melihat Bira ketakutan Rama pun melepaskan bekapannya.
"Lepasin Bira, Bira mau pergi" Ucap Bira memelas
"Tidak...." tegas Rama
"Maunya kamu apa sih ?" Tanya Bira
"Aku merindukanmu bahkan sangat merindukanmu, apa kau tidak mengerti " Ucap Rama sambil menahan suaranya
"Kamu yang ga ngerti, Bira itu udah punya suami sekarang Bira juga lagi hamil kenapa ga nyari perempuan lain " Kesal Bira
"Kau tidak mengerti perasaanku, aku tersiksa karna mu setiap hari membayangkan wajahmu berharap kau selalu ada di sampingku tersenyum dan bermanja padaku bukan kepada si Regan kurang ajar itu " geram Rama
Bira hanya geleng-geleng kepala menanggapi ucapan Rama. Bira benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya.
"Itu bukan cinta tapi obsesi tuan muda" kesal Bira
"Cintaku padamu sangat besar Bira tapi kau malah bilang obsesi, kau benar-benar tidak mengerti perasaanku Bira, kau sangat jahat padaku, kenapa bukan aku orang yang kau cinta, kenapa ?" Rama benar-benar terlihat sangat hancur, bukan Bira tidak kasihan tapi Rama mencintai seseorang yang salah . Melihat Rama mulai lengah Bira mendorong Rama dan Bira pun lari mencari suaminya
***
Regan yang menunggu istrinya mulai merasa kesal, kenapa Bira pergi lama sekali pikir Regan. Regan pun memutuskan untuk pergi mencari istrinya dia kesal tapi juga khawatir.
"Apa dia tersesat ? Regan kau lupa kalau istrimu itu tidak pintar ckk " Regan berdecak
Regan mendengar bunyi benda jatuh
Bruughhh......
"Aaakhh...."
"itu seperti suara Bira " gumam Regan. Regan yang khawatir terjadi sesuatu kepada istrinya langsung menghampiri suara itu .Regan kaget karna melihat Bira jatuh terduduk dan meringis sambil memegang perutnya . Dan yang membuat Regan geram dia melihat Rama ada di sana sedang mengejar Bira.
__ADS_1
Rama langsung memegang tangan Bira khawatir melihat Bira terjatuh dan mencoba untuk menolongnya. Namun di saat yang sama Regan pun ada di sana dengan tatapan murkanya kepada Rama.
"APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA ISTRIKU SIALAN....!!!" teriak Regan .
Tanpa menunggu jawaban dari Rama Regan langsung menghajar Rama di sana, Rama yang tidak terima balik mengahajar Regan hingga terjadi keributan di sana .
"Aku hanya ingin bertemu dengan gadis yang aku cinta, apa itu salah.....!!!" teriak Rama
"Tentu saja salah, orang yang kau cinta itu adalah istriku kurang ajar ....!!!" Jawab Regan dan pukulan pun kembali di arahkan kepada Rama
Mendengar ada keributan orang-orang di sana mulai menghampiri Regan dan Rama, serta mencoba untuk melerai mereka berdua. Namun tenaga kedua orang itu sangat kuat. Mereka berhenti setelah mendengar Bira merintih kesakitan .
"Mas Regan perut Bira sakit hiks...hiks" Bira menangis sambil memegang perutnya membuat Regan ketakutan dan langsung menghampri Bira tanpa melihat ke arah Rama lagi . Urusan dengan Rama dia akan urus nanti . Yang penting sekarang adalah keselamatan anak dan istrinya .
Regan langsung menggendong Bira dan membawanya keluar dari sana. Tujuannya saat ini adalah rumah sakit dia tidak peduli dengan tatapan semua orang di sana yang terus memandanginya menggendong istrinya.
Regan langsung membawa Bira masuk ke dalam mobil dan langsung mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang. Regan sangat panik pikirannya sangat kalut.
"Tuhan selamatkan anak istriku " Doanya sepanjang jalan. Entah berapa mobil yang ia salip dan juga banyak teriakan dan umpatan orang-orang di jalan semua di tujukan padanya .Regan tidak peduli saat ini yang terpenting adalah keselamatan anak dan istrinya.
Dia berteriak memanggil dokter agar segera menangani istrinya yang masih merintih kesakitan. Beberapa suster langsung datang dan langsung membawa Bira untuk di periksa, saat Regan akan ikut masuk dokter dan suster melarangnya untuk masuk . Regan hanya pasrah menunggu dia tidak ingin berdebat karna itu akan membuat proses pemeriksaan jadi tertunda .
"Tuhan jaga mereka....." lirihnya berdoa. Rasa sakit di wajah dan tubuh nya akibat pukulan dari Rama sama sekali tidak ia pedulikan.
***
Rama pergi dengan hati yang hampa, dia sangat mencintai Sabira. Namun gadis pujaannya itu sudah menjadi milik orang lain, hati Rama tidak terima akan hal itu. Rama tidak pernah merasa sakit seperti ini, namun saat teringat Bira yang merasa kesakitan rasa bersalah muncul begitu besar di hatinya.
"Aku harus bagaimana, aku sangat mencintainya...." lirihnya. Rama pergi dengan motor sportnya melaju sangat kencang pikirannya sangat kalut . Hatinya saling tarik -menarik antara melepaskan atau mempertahankan, jika trus mempertahankan hanya rasa sakit yang ia dapat. Namun jika melepaskan hatinya sungguh tidak bisa dia tidak Rela kehilangan Bira.
Di Rumah Sakit
Regan masih menunggu dokter yang memeriksa Bira, Regan sungguh merasa khawatir kenapa dokter memeriksanya lama sekali.
"jika sampai terjadi sesuatu kepada istri dan anakku aku tidak akan pernah memaafkanmu Rama sialan...." geram Regan
__ADS_1
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya dokter yang memeriksa Bira keluar, Regan yang sudah tidak sabar langsung menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan Sabira.
"Dokter bagaimana keadaan istriku dan juga kandungannya"
"Anda tidak perlu khawatir istri anda dan kandunganya baik-baik saja, tadi memang sempat mengalami kontraksi mungkin karna shock dan juga tadi sepertinya istri anda terjatuh karna saya mendapati luka memar, namun tidak apa-apa semuanya baik-baik saja "
Mendengar istri dan anaknya baik-baik saja Regan akhirnya bisa bernafas lega.
"Apa aku boleh melihatnya dokter " Tanya Regan
"Istri anda sekarang sedang tertidur mungkin satu
atau dua jam lagi baru akan sadar, kami sedang menyiapkannya untuk di pindahkan ke ruang rawat " jelas dokter
"Baiklah...." Ucap Regan
"Saya permisi tuan " Pamit dokter Regan pun menganggukan kepalanya.
Terdengar ponsel Regan berbunyi, Regan melihat ponselnya ternyata itu panggilan dari mamah Rita. Dia sampai lupa mengabari orang rumah karna panik. Regan pun langsung mengangkat telpon dari mamah Rita .
"Hallo mah...."
( Hallo Regan, kamu sedang dimana kenapa belum pulang, Bira itu sedang hamil dia tidak boleh terlalu lelah cepat pulang ) cerocos mamah Rita
"Bira masuk rumah sakit mah "jawab Regan
( Apa !!!!, bagaimana bisa kamu ceroboh Regan ) Ucap mamah Rita marah
" Aku tidak bisa menjelaskannya di telpon mah, sekarang Bira sedang di rawat "Jelas Regan
(Mamah kesana sekarang, mamah juga akan memberi tau papa , awas saja jika terjadi sesuatu kepada cucu dan menantuku mamah tidak akan pernah memaafkanmu Regan ) mamah Rita langsung menutup telponnya.
Rama terus melajukan motornya dengan kencang, namun ia terkejut saat tiba-tiba seorang gadis berlari di depannya. Hingga ia membelokan motornya untuk menghindari gadis itu dan....
Brughhhh.....
__ADS_1