AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 14


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat tak terasa hari sudah menuju malam.Semua pekerja sibuk dengan tugasnya masing-masing.Begitu pun Sabira dia sedang sibuk menyiapkan malam malam.


"Hari ini masak seafood wa" Sabira bertanya karena melihat aneka hewan laut di meja siap untuk di olah.


"Iya,ni permintaan mas Regan katanya mau makan seafoood" Jawab Ua nya sambil menyiapkan beberapa bahan.


"Ohh, ternyata raja neptunus ingin memakan rakyatnya..."


"Kamu teh ngomong apa sihh Neng Ua ga ngerti"


"Ga usah di mengerti wa cukup di jalani aja"


" pusing ngomong sama kamu ,ngga ngerti ua mah"


"Jangankan ua Neng aja ga ngerti Neng ngomong apa"


"Euuhh dasar kamu mah, tanyain Neng sama emak mu waktu kecil kamu pernah jatuh ga"


"Ya pernah atuh wa,semua anak juga pasti pernah jatuh" jawabnya enteng sambil mulai mencuci bahan masakan malam ini"


"Maksud Ua kepala kamu pernah kejedot ga gitu,takutnya posisi otaknya geser" Sabira malah tertawa


"Ga mungkin kalo otaknya geser mah kalo gesrek iya"


"Sakarepmu lah Neng" Menyudahi perbincangannya dengan Bira.Sedangkan Sabira hanya tertawa.


***


Makan malam sudah siap,semua orang sudah menunggu untuk menyantapnya.


"Kayanya istimewa malam ini makan seafood" Ucap pak Anton.


"Iya pak kayanya Raja neptunus lagi kesel makanya pengen makan rakyatnya" Nyengir kuda sedangkan pak Anton hanya tersenyum mendengar ucapan Sabira. "Ada-ada saja kamu Bira"


Sedangkan Regan hanya berwajah datar mendengar ucapan Bira. "Oh ya Bira cintamu masih di simpan di saku mu atau Regan sudah menerimanya" Tanya Revan.


"Masih ada kok mas Revan tadi Bira masukin sebagian ke masakan biar masakannya ada rasa cintanya buat mas Regan, Biar mas Regan bisa merasakan sendiri langsung rasa cinta Bira.


"Jadi semuanya pake bumbu cinta Bira" timpal ibu Rita tertawa


"Iya bu, masakannya Bira masak sepenuh hati Bira" Ibu Rita malah tertawa.Ibu Rita selalu merasa senang jika bicara dengan Bira.Sabira selalu membuatnya tertawa dan juga sejak ada Sabira Ibu Rita tidak merasakan kesepian lagi, karna suami dan anak-anaknya selalu sibuk dengan pekerjaanya.


"Kamu mau makan di sini sama kita Bira" Tiba-tiba pak Anton menawarkan makan bersama denga Sabira tentu saja Sabira terkejut.


"I- itu ngga pak Bira makan di belakang aja sama yang lain"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bira ayo sini" Ajak bu Rita


"Nanti aja pak, bu kalo Bira udah resmi jadi menantunya bapak sama ibu, iya kan mas Regan hehehe...." Memperlihatkan gigi kelincinya


Regan yang mendengar ucapan Bira langsung melahap makanannya dengan suapan besar.Sedangkan yang lainnya hanya tertawa.


***


Kini saatnya mereka berkumpul di ruang keluarga menghabiskan waktu bersama. "Papa tidak keberatan jika kamu menyukainya Regan" Pak Anton memulai perbincangan.


"Maksud papa apa Regan ga ngerti" Regan mengangkat alis


"Papa tau kamu menyukai Sabira iya kan"


"Tidak" Ucap Regan datar


"Sayang sekali padahal mamah setuju kalo kamu sama Sabira,kalo gitu Revan kamu saja yang menikah dengan Sabira"


Uhuk...uhuk, Regan tersedak minumannya karna kaget dengan ucapan mamahnya


"Memangnya boleh Regan" Revan tersenyum jahil sedang Regan hanya memalingkan muka.


"Pura-pura tidak suka padahal selalu memerhatikannya diam-diam,kau pikir papa tidak tahu" Sambil tertawa


"Benar pah, malah dengan alasan konyol menyuruh Sabira mengantar berkas kosong dan menahannya di kantor hanya supaya bisa berduaan" Revan tertawa


Regan menghembuskan nafas kasar "Iya, aku tidak tahu apa yang aku rasakan terhadapnya, kadang perasaan suka dan kesal datang bersamaan jika aku berada di dekatnya"


"Itu karna kau menyukainya,dasar laki-laki memang tidak pernah peka terhadap perasaan" Ucap bu Rita


"Maaf pak bu di luar ada tamu" Tiba-tiba Sabira muncul di belakang


Tak lama datanglah gadis cantik berambut pirang datang.Ternyata Sintia yang datang bertamu. "Hai Revan" berkata sehalus mungkin. " Selamat malam semuanya"


Orang-orang di dalam hanya diam memandang Sintia seperti tidak suka melihat kedatangannya.


"Aku sengaja datang kesini untuk meminta maaf kepada kalian semua dan ingin memperbaikinya dengan memulai hubungan baru lagi dengan Revan" Ucapnya.percaya diri


"Memangnya siapa yang mau kembali padamu" Revan berkata dengan dingin.


"Revan aku tahu kamu masih mencintaiku" berkata dengan wajah sedih


"Menyebalkan" Ucap Regan


"Ayo mah kita ke dalam papa ngantuk" Ajak pak Anton kepada bu Rita dan bu Rita hanya mengangguk mengikuti pak Anton.

__ADS_1


Saat ini hanya ada Revan, Regan dan Sintia si ruangan itu. "Maaf Regan aku ingin bicara dengan Revan berdua" Sintia berkata


"Lalu ??" Ucapnya datar


"Apa kau tidak mengerti aku hanya ingin bicara dengan Revan dan tolong beri kami ruang untuk berdua" pintanya memelas


"Tidak mau, ini rumahku dan kau tidak berhak mengaturku" Bicara tanpa melihat ke arah Sintia


"Revaaann...." Berkata dengan manja


Revan berdecak "Sudahlah ada apa kau kemari"


"Aku ingin kita seperti dulu lagi Revan"


"Tidak tahu malu" Ucap Regan


"Aku tidak bicara padamu Regan" Sintia marah


"Yang di katakan Regan memang benar,setelah apa yang kau lakukan padaku dengan tidak tahu malunya kau datang kemari meminta untuk bersama lagi" Revan marah.


"Maafkan aku Revan,maafkan aku hiks hikss"


"Pergi kau !!!" teriak Revan.Mendengar ada suara teriakan Sabira melihat untuk keluar,bingumg melihat sitiasi di depannya Revan yang biasa kalem kini tampak sedang marah besar dan Regan diam seperti biasa dengan wajah datarnya.


"Revaannn " Sintia memohon tapi Revan malah pergi meninggalkannya.


"Revan Revaaann !!! Sintia coba memanggil namun Revan tidak peduli.


"Berisik, cepatlah pergi dan hapus air mata palsumu itu" Sintia pun akhirnya pergi karna merasa tidak di anggap oleh mereka.


"Nona tunggu " Sabira menghampiri Sintia


"Mau apa kau hehh, Pembantu menyebalkan" Mendengar Sintia bersikap kasar kepada Sabira membuat Regan marah,baru saja akan menghampiri Sintia tiba-tiba Sabira Bicara.


"Ckkk, jangan marah atuh Bira cuma mau ngasih tau itu bulu matanya copot sebelah" Ucapnya polos


"Puufftt " Regan menahan tawanya membuat Sintia tambah kesal bercampur malu.Kemudian dia menghampiri Sintia dan berbisik.


"Asal kau tau ubur-ubur bikini botom itu lebih menyebalkan dariku" kemudian pergi sambil tertawa


"Ayo Bira "Sabira pun mengekor dari belakang Regan.


"Mas Regan jangan deket-deket sama dia Bira cemburu"


"Hemmm "Sambil berjalan dan Sabira di belakangnya tanpa menghiraukan Sintia yang menahan kesal

__ADS_1


***


jangan lupa terus dukung Neng Sabira sama mas Regan ya 😊🙏


__ADS_2