
Matahari semakin naik dan cuaca juga semakin panas tapi semilir angin yang terasa sangat sejuk menyentuh kulit. Di rumah sederhana itu Sabira dan ibunya sedang membagi-bagi oleh-oleh untuk tetangga mereka. Menurut mereka oleh-oleh yang di bawa Regan terlalu banyak, maka dari itu mereka lebih baik membaginya dengan para tetangga di sana.
"Itu yang di kardus udah di bungkus Neng ?
"Udah mak?
"Ya udah atuh tinggal di bagiin aja nanti sama tetangga-tetangga di sini"
"Nanti biar abah yang bagiinnya Neng, sambil ke mesjid" Kata abah sambil duduk di kursi melihat kesibukan anak dan istrinya.
"Oh ya udah atuh kalo gitu mah" Jawab Bira
"Nak Gagan mamah sama papah nya kapan kesini jadi emak ada persiapan gitu, masa nanti kesini ga di suguhin"
"Siapnya ibu sama abah kapan?" Tanya Regan
"Besok juga ga apa-apa abah mah, nanti abah ngasih tau sodara abah sama emak, sama pak rt juga buat saksi nanti"
"Mau tunangan atau langsung menikah ?" Tanya Regan
"Langsung nikah ajalah, kelamaan tunangan dulu mah" Timpal Bira
"Ihhh si Neng Nong meni udah ga sabar mau nikah teh, kebelet kamu ?" Emaknya sewot anaknya malah tertawa.
"Tapi ya seperti yang nak Regan lihat keadaan abah dan anak abah segini adanya, kita mah bukan orang kaya dan juga nak Regan bisa lihat sendiri anak abah itu orangnya gimana" Abah malah terkekeh
"Ihh abah mah bukannya ngebagusin anaknya malah bicara apa adanya" kata Bira mencebikan bibir
"Ya emang gitu kamu mah Neng" Emak cekikikan "Emak juga heran meskipun rada koclak banyak wae yang ke rumah teh nanyain kamu, ada yang langsung mau ngelamar juga" Kata emak polos Regan langsung membulatkan mata.
"Banyak pria kesini yang ngelamar Bira bu?" Tanya Regan penasaran
"Iya dari dulu nak Gagan cuman semua ga ada yang cocok" Kata emak
"Kalo begitu langsung menikah saja tidak usah bertunangan" Ternyata banyak juga yang orang berburu ubur-ubur sepertinya gumam Regan.
"Tenang aja mas suami cinta Bira cuman buat mas suami, mau diambil ga? nihh di saku Bira banyak.
"Apa kemana-mana kamu selalu membawa cinta ?" Tanya Regan
"Iya atuh cinta buat mas suami selalu di bawa-bawa sama Bira, kalo ketinggalan gimana terus ke isi sama cinta orang"
"Hey "Regan ingin sekali menjitak Sabira tapi dia urungkan karna ada orang tuanya dia tidak ingin di pecat jadi calon menantu.
"Nah gitu nak Gagan kan anak emak mah somplak" emak tertawa
"Iya bu" Regan tersenyum
__ADS_1
***
Tak terasa waktu sudah malam Sabira dan Regan duduk di bangku halaman depan, untung saja Regan membawa laptonya jadi dia bisa sambil mengerjkan pekerjaannya di sana.
"Mas suami, kok yang di pandang laptopnya terus sih ini calon istrnya ga liatin" Rengek Bira
"Aku tidak mau melihatmu" Jawab Regan
"Lohh kenapa?" Tanya Bira heran
"Karna jika aku melihatmu aku selalu ingin menyentuhmu" Sabira malah tertawa
"Ya ampuuun Bira jadi terhurraaa" Regan berdecak
"Pantas saja kamu dulu tidak dapat rangking, bahasamu jelek semua"
"Ga apa - apa ga dapat rangking juga yang penting dapat cinta dari mas suami"
"Mas suami ga mau peluk Bira gitu? padahal Bira pengen di peluk sama mas suami" Regan langsung menghentikan pekerjaannya.
"Memangnya orangtuamu tidak marah"
"Marah kalau lebih dari peluk mah" Kekeh Sabira
"Kemarilah " Regan mengulurkan tangannya pada Sabira dan di sambut oleh Sabira.
"Nyaman banget, Bira pengen kaya gini terus apalagi kalo bobo Bira pengen peluk mas suami" Regan tertawa
"Nanti aku akan selalu memelukmu dan tidak akan pernah melepaskanmu" Saat tengah asik berduaan terdengar notif dari ponsel Sabira, Sabira langsung mengambil ponselnya.
"Wiihhh banyak banget notifnya"
"Notif apa ?"
"Notif semua aplikasi di ponsel Bira?" Regan melihat ponsel Bira dan memerhatikannya ternyata banyak foto yang dia posting.
"Apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain memasang fotomu"
"Ga ada, Bira suka liat foto Bira makanya Bira post biar ga ke hapus, cantik-cantik kan fotonya" Regan melihat Sabira memainkan ponselnya dan tertuju pada pesan yang begitu banyak.
" Boleh aku lihat ponselmu ?"
"Boleh, nihh" Bira memberikan ponselnya Regan langsung melihat pesan yang ada di salah satu aplikasinya. Ada satu pesan yang menarik perhatian Regan. Pesan dari R Wijaya, karna penasaran Regan langsung membuka pesan itu.
"*Hai Sabira apa kabar?"
"Bira kamu masih ingat denganku?"
__ADS_1
"Aku pria di toilet itu, aku ingin sekali bertemu denganmu apa kamu mau meluangkan waktu untuku"
"Bira kamu tidak apa- apa kan, tanganmu sudah kamu obati kan ?"
"Bira benarkah kamu menjalin hubungan dengan Regan? aku harap berita itu bohong "
"Bira tolong balas pesanku*"
Regan merasa tidak suka pada pesan yang ada di ponsel Bira, meskipun Bira tidak membuka ataupun membalasnya, tapi ada kemungkinan pria itu akan terus menghubunginya.
"Bira siapa yang mengirim pesan ini?" Bira langsung melihat pesan di ponselnya.
"Bira ga tau, banyak pesan yang masuk tapi Bira ga buka pusing soalnya banyak" Jawabnya polos
"Apa kamu tau orang ini?" Regan menunjukan profil si pengirim pesan. Bira hanya menggelengkan kepala, kemudian Regan menunjukan pesan yang di kirim pria itu .
Bira mencoba mengingat-ngingat "Ohh ini mah yang di toilet pas Bira salah masuk terus yang kemaren nolongin Bira dari tukang pecel yang galak itu"
"Bagaimana pertemuanmu dengannya di toilet" Ucap Regan tak suka .
"Pas Bira lari mau ke toilet Bira ga sengaja nabrak dia sampe Bira jatuh terus Bira teh masuk ke toilet, ehh ternyata toilet laki-laki yang Bira masukin, Bira malu kesel sama dia terus Bira tendang aja kakinya"
"Kamu menendangnya?"
"Iya"
"Kenapa kamu hobi menendang orang, apa cita-cita mu jadi pemain bola" Regan masih kesal dengan pesan tersebut.
"Aaarggghh, kenapa kamu menggigitku "
"Itu hobi Bira, kalo lagi kesel bawaannya pengen gigit orang"
"Dasar makhluk bikini bottom" Kesal Regan
"Makanya jangan bikin Bira kesel"
"Jangan pernah membalas pesan darinya, atau dari siapapun itu kamu ngerti" Bira hanya menganggukan kepala, Bira mengerti maksud Regan meskipun Bira tidak tahu kenapa Regan sepertinya tidak suka dengan pria yang mengirim pesan itu.
Regan semakin mengeratkan pelukannya pada Sabira, Regan tidak ingin ubur-uburnya di buru oleh orang lain.
"Besok mamah papa dan juga Revan kesini, mereka akan melamarmu untuku"
"Alhamdulillah akhirnya Neng mau di halalim sama akang" Mereka menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol dan bercanda di luar di bawah sinar bulan dengan langit yang penuh dengan tebaran bintang.
****
Terus dukung Neng Bira ya 😊🙏 nanti kalo Neng Bira hajatan semua di undang 😁
__ADS_1