
Satu bulan lebih sudah Bira di rawat di rumah sakit,bahkan Yura sudah di ijinkan unyuk pulang. Kondisinya sudah lumayan membaik, namun Bira masih belum bisa berjalan. Setiap hari Bira merengek ingin pulang, namun Regan tidak mengijinkannya tentu saja karena keadaan Bira yang belum membaik menurut Regan.
"Padahal yang sakit kaki sama tangan Bira, di rumah juga kan bisa di rawat " Bira terus saja merengek kepada Regan.
"Sayang, di sini ada banyak perawat yang akan menjagamu" bujuk Regan dengan membelai lembut rambut istrinya.
"Si Tayo aja udah boleh pulang, kok Bira ga boleh sihh...." kesal Bira
"Tentu saja karena keadaan bis kecil itu sudah lebih baik darimu Bira , apa kamu lupa kalau keadaan kamu bahkan lebih parah dari Yura. Kamu bahkan kamu sampai koma, jangan buat aku khawatir lagi sayang, aku tidak sanggup melihat kamu terluka " ucap Regan sambil memeluk Bira
"Bira kangen Reby mas, Bira cuman sebentar aja kalo ketemu Reby di sini, mas ga kasian ya sama Bira" Bira kini malah menangis dan Regan pun tidak tega, Regan sangat mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Bira. Bira jarang bertemu dengan Reby karena tidak mungkin Reby akan di bawa ke rumah sakit setiap hari.
*
*
Regan dan Bira tidak pernah tahu kalau setiap hari ada yang selalu memperhatikan mereka. Ya, dia adalah Ramon, setiap hari dia datang kesana untuk melihat Bira dan juga Yura. Untuk memastikan keadaan mereka. Regan dan Revan sama sekali tidak menuntut Ramon, karena itu hanya akan membuang waktu mereka. Mereka tahu siapa Ramon ,dia bukan orang sembarangan yang akan mudah mereka tuntut. Dari pada waktunya di pakai bolak - balik ke pengadilan, lebih baik waktunya mereka gunakan untuk merawat istri mereka.
"Reby sedang dalam perjalanan kesini bersama mamah sekarang sayang " ucap Regan
"Beneran...?" tanya Bira senang karena akan bertemu dengan anak nya.
"Iya sayang " ucap Regan tersenyum
"Pasangan yang harmonis " gumam Ramon tersenyum miris karena mengingat kejadian sebelum kecelakaan itu. Ia baru saja melihat kekasihnya yang sedang berselingkuh. Bahkan Ramon melihat kekasihnya itu sedang bergumul dengan selingkuhannya di hotel.
"Aku juga ingin seperti mereka " gumamnya sambil terus melihat ke arah Bira dan Regan.
Tak lama setelah itu mamah Rita datang dengan membawa Reby. Si tampan Reby sangat antusias melihat mamahnya begitu pun dengan Bira, dia sangat bahagia melihat putra yang selalu di rindukannya.
"Hallo sayang mamah ...." ucap Bira yang di sambut oleh tawa Reby . Bira sangat gemas dengan putranya itu. Regan langsung mengambil alih menggendong Reby dan mendekatkannya kepada Bira, karena Bira belum bisa menggendong anaknya. Tangannya belum kuat dan masih terasa sangat sakit. Semua yang dia lakukan di bantu oleh Regan, termasuk mengurus dirinya. Karena Regan tidak membiarkan siapa pun menyentuh istrinya, kecuali jika Bira sedang di periksa. Si kanebo benar-benar posesif kepada istrinya.
__ADS_1
"Bira bagaimana keadaanmu sayang ?" tanya mamah Rita
"Bira udah baikan mah, Bira pengen pulang kaya Yura, tapi ga bolehin sama mas suami " Bira mengadu pada mamah Rita.
"Regan akan mengijinkanmu pulang, jika dokter pun sudah mengijinkanmu sayang, jadi bersabarlah " ucap mamah Rita tersenyum. Bira pun mengangguk mengerti.
Setelah beberapa lama ada di ruangan Bira, mamah Rita pun memutuskan untuk pergi karena da urusan. Reby tidak ikut di bawa pulang karena Bira meminta untuk malam ini saja dia ingin Reby menginap di sana .Lagi pula kamar Bira adalah kamar VVIP yang fasiltasnya sangat nyaman. Hanya ada beberapa pasien di sana . Reby pun pasti akan merasa nyaman di ruangan itu apalagi dia tidur bersama orang tuanya.
Mungkin karena kelelahan Reby pun teridur dan Regan pun menidurkannya di box bayi yang ada di kamar itu. "Sayang aku akan membeli dulu perlengkapan Reby karena mamah tadi tidak membawanya dari rumah " ucap Regan, karena memang tadinya Reby tidak akan menginap seperti biasanya. Namun karena Bira ingin Reby menginap di sana akhirnya mamah Rita menyetujuinya karena merasa tidak tega kepada menantunya.
Setelah Regan pergi, Bira pun sendirian di ruangan itu, namun karena bosan Bira pun merasa mengantuk dan tertidur. Namun setelah beberapa saat tertidur Bira pun terbangun karena mendengar suara anaknya menangis. Bira terkejut karena Bira juga belum bisa berjalan dan mengambil anaknya untuk di tenangkan.
"Ya ampun Reby sayang, jangan nangis mamah ada si sini sayang " ucap Bira
Bira menjadi kesal dengan keadaannya sekarang yang bahkan tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat anaknya menangis. Reby juga sekarang sudah tidak minum asi nya lagi sejak kecelakaan membuat Bira bertambah sedih. Kenapa suaminya juga masih belum datang dari tadi.
"Mas Regan kemana sihh....." ucapnya sambil menangis karena kasihan melihat anaknya.
"Reby jangan menangis ya, tunggu papa dulu nanti Reby di gendong sama papa " Bira mencoba membujuk Reby. Tangis Reby sudah sedikit mereda Bira pun tersenyum, "Reby memang anak pintar iya kan" ucap Bira sambil tersenyum. Namun senyumnya langsung pudar saat melihat Reby mencoba berdiri di box itu. Reby memang sudah mulai aktif dia tidak mau diam di satu tempat, apalagi barusan dia melihat ibunya. Mungkin dia berniat ingin menghampiri Bira. Dia terus mencoba naik ke atas box, Bira sangat panik di buatnya bagaimana nanti kalau anaknya terjatuh.
"Reby, jangan sayang duduk ya nanti kamu jatuh" ucap Bira, namun Reby masih saja asik ingin memanjat box itu. Bira semakin ketakutan melihatnya, dia ingin menelepon Regan tapi ponselnya malah jauh dari jangkauannya.
"Dasar , kenapa aku harus sakit, aku bahkan tidak bisa menolong anakku " ucap Bira sambil menangis.
Bira semakin shock saat melihat Reby terjungkal dari box dengan posisi kepala ke bawah. Bira tidak sanggup melihatnya dan berteriak mencoba turun dari ranjang namun dia malah terjatuh dari ranjang
"Reby......!!!!!" teriak Bira , Bira pun merasa kesakitan akibat terjatuh karena tangan dan kakinya masih belum sembuh. Untung saja di detik terakhir ada seseorang yang meyelamatkan Reby hingga Reby tidak jadi terjatuh karena orang itu langsung mengambil dan menyelamatkan Reby .Bira bernafas lega dan bersyukur Reby tidak jadi terjatuh walau tangan dan kakinya kini terasa sakit akibat terjatuh dari ranjangnya.
"Berikan Reby padaku " pinta Bira sambil masih menangis karena takut anaknya terjatuh juga rasa sakit di kaki dan tangannya. Posisi Bira kini tengah terduduk di lantai sambil meringis kesakitan.
Orang itu pun langsung membawa Reby pada Bira
__ADS_1
"Kemarilah sayang, kamu tidak apa-apakan ?" ucapnya sambil terus menciumi Reby. Pria itu tersenyum melihat Bira.
"Sangat cantik "pujinya dalam hati
"Hey, tuan kamu bisa membantuku naik ke atas ranjang ?" Bira minta tolong karena dia merasa sakit terduduk di lantai
"Tentu saja " jawab Ramon tersenyum. Pria yang barusan menolong Bira adalah Ramon. Dia mendengar Bira berteriak makanya dia langsung berlari ke arah kamar Bira. Dan melihat Bira terjatuh di sana begitu pun dengan seorang bayi yang hampir terjungkal di box nya. Dengan sigap dia menolong Reby.
Pertama Ramon menggendong Reby ke atas ranjang. Kemudian dia menggendong Bira.
Deg
Ada perasaan lain melihat wanita cantik di depannya, mata yang sangat indah dan cantik. Ramon pun menidurkan Bira di ranjang bersama Reby.
"Harusnya tuntun aku saja kenapa harus di gendong segala " ketus Bira merasa risih di gendong pria lain.
"I-itu " jawab Ramon gugup
"Kenapa dia jadi marah padaku " gumam Ramon dalam hati, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
****
Jangan lupa mampir ya
I LOVE YOU OM
CINTA YURA
TAMBATAN HATI TIMMY
Masih ada hubungan cerita sama Bira ya 😘😘
__ADS_1