
Setelah kepergian Regan Sabira hanya berdiam diri di kamar, mungkin karna efek kehamillannya yang membuat dia menjadi sangat lemas, dia juga merasa sensitif dengan bebauan yang selalu membuatnya menjadi sangat mual . Itu sebabnya dia memilih untuk tiduran saja di kamar. Setelah cukup beberapa lama Sabira hanya bergelut dengan selimut saja, tapi Bira seperti melupakan sesuatu tapi apa.
Di saat sedang tidak enak badan seperti ini Bira menjadi ingat kedua orang tuanya di desa. Mereka selalu memanjakannya jika sedang dalam keadaan seperti ini .Bira sangat merindukan mereka
" BIra jadi kangen sama emak sama abah " Gumamnya sedih. Sekarang dia ingat apa yang dia lupakan.
"Astagfirulloh Bira belum ngasih tau emak sama abah kalo Bira lagi hamil " Langsung saja Bira mengambil ponselnya dan Bira langsung melakukan panggilan video call kepada emak dan abahnya di desa.
****
Di desa
Kedua orang tua Bira di desa kini sedang berada di halaman rumahnya sambil berkebun. Kini mereka banyak menghabiskan waktu di rumah daripada di ladang. Itu semua atas permintaan Sabira yang tidak mau kedua orang tuanya kelelahan. Cukup dulu saja mereka merasa kelelahan dan kepanasan di ladang, kini Bira tidak mau lagi hal itu di lakukan lagi orang tuanya.
KIni ladang yang biasa di garap oleh orangtuanya , di percayakan kepada orang kepercayaan abah. Abah hanya memantaunya sesekali saja. Berkebun di halaman hanya menghabiskan waktu nya untuk mengubur kebosanan mereka. Apalagi setiap bulan Regan selalu mengirimkan sejumlah uang dan memastikan mereka tidak kekurangan apa pun.
Sabira dan Regan pernah mengajak mereka berdua untuk tinggal bersama mereka ,namun mereka langsung menolaknya . Dengan alasan tidak mau meninggalkan kampung halaman mereka. Terlalu banyak kenangan di sana.
"Waduh si abah lagi ngapain, masih sibuk ngebon aja ,padahal udah jadi orang senang sekarang mah atuh, ga usah capek-capek lagi punya mantu kaya mah" Sapa kan Maman tetangga Abah sambil tertawa.
" Eh kamu Man, mau kemana? " Jawab abah
" Biasa mau ke sawah, bentar lagi mau mulai panen kan, sambil liat-liat aja nngecek sawah takut ada tikus sama burung-burung juga "
" Oh iya sok atuh "
"Duluan ya, udah jangan panas-panasan lagi nanti kulitnya jadi item " Tertawa sambil pergi
" Eh dasar kamu mah, panas jam segini mah sehat atuh dasar si Maman "
" Siapa bah? " Tanya emak sambil membawa kopi dan beberapa cemilan "
" Biasa si Maman " Jawab abah sambil menghampiri emak
" Oh..... " Ucap emak tampak murung tidak seperti biasanya. Membuat abah agak heran
" Kenapa emak sedih " tanya abah
" Emak keinget terus sama si Neng ,emak kangen sama si Neng bah "
Abah mengangguk mengerti " Telpon atuh si neng nya, abah juga kangen, biasanya ada si neng yang suka ngerecokin abah, ga ada si neng rumah teh meni sepi "
" Iya hati emak jadi ikutan sepi "
"Kan hati emak udah di isi abah atuh jadi jangan sepi " Abah sengaja mengajak emak bercanda agar tidak merasa kesepeian
"Tetep aja beda atuh abah " ucapnya masih sedih
"Hayu atuh kita bikin adik buat si neng, biar emak ga kesepian " Kekeh abah
__ADS_1
"Eh dasar aki-aki teh , waktunya punya cucu sekarang mah buka waktunya buat anak lagi " Ucap emak sewot
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba ponsel emak berbunyi. Emak pun denagn cepat mengambil ponselnya berharap Sabira yang menelpon. Dan benar saja saat melihat tampilan ponselnya memang Bira yang menelpon dia melakukan panggilan video sekarang . Emak pun langsung menggeser ponselnya karna sudah tidak sabar ingin melihat wajah anak kesayangannya.
"Hallo Assalamualaikum neng "
"Waalaikumsalam, emak, abah lagi apa? "
"Lagi ngomonin neng emak sama abah mah "Jawab Emak
"Pantesan kuping neng panas dari tadi atuh " Ucapnya sambil manyun
"Ngomonginya juga da yang bagus-bagus atuh neng " Kekeh abah
"Neng kamu kenapa, sakit? " Tanya emak pada Bira melihat wajahnya yang pucat dan juga masih bergulung dengan selimut.
" Engga neng mah ga sakit cuman pusing aja, mak neng mau ngasih tau emak sama abah, sekarang teh Bira lagi hamil " Ucap nya sambil tertawa senang
"Alhamdulillah...... " Ucap emak dan abah bersamaan
"Berapa bulan neng " Tanya emak
"Baru juga empat minggu "
"Alhamdulillah Neng abah seneng dengernya " Ucap abah
"Ya ga apa-apa atuh biar Seru nanti teh hamilnya barengan sama nanti lahirannya juga " Ucap Bira sambil tertawa
"Cunak atuh nanti " Kata emak
"Apa cunak....? "
"Punya cucu sama punya anak " Ucap emak
Mendengar emaknya bicara seperti itu Bira dan abah tertawa.
Sedikit terobati rasa rindu mereka kepada anak semata wayangnya. Melihat anaknya bahagia adalah kebahagiaan yang tak terkira untuk mereka selaku orangtuanya.
" Mak sama abah kesini atuh Bira kangen " Rengek Bira
"Insya Alloh ya neng abah juga pengen ketemu sama neng, gimana besok atau lusa nanti abah kesana ke rumah nya nak Regan" Ucap abah membuat Bira dan emak senang mendengarnya.
"Bilang dulu sama suami neng ya, kalo emak sama abah mau kesana " Kata abah
"Iya bah neng pasti bilang kok sama mas Regan nanti kalo emak sama abah mau kesini, mak, abah udah dulu ya, kepala neng sakit neng mau istirahat dulu ga kuat pusing jadi nya.
"Ya udah sok matiin aja neng, neng istirhat jaga kesehatan supaya neng dan bayi nya sehat ya " Ucap abah
"Ya bah, udah dulu ya assalamualaikum "
__ADS_1
" Waalaikumsalam "Jawab Emak dan abah bersamaan . dan kemudian mereka pun menyudahi panggilan tersebut .
Setelah menelpon orangtuanya,Bira pun melanjutkan tidurnya .
Di kantor
Regan terus merasa gelisah, dia teringat dengan keadaan istrinya, Regan ingin sekali menemani istrinya itu. Harusnya dalam keadaan seperti ini Regan berada di sisinya bukan malah sibuk bekerja.
"Siaalll...... " Umpat Regan
Bagas yang mendengar umpatan bos nya langsung merasa was-was. Itu adalah pertanda buruk , dia harus berhati-hati karna kalau tidak dia yang akan menjadi sasaran kemarahannya dan yang paling buruk dan di takutkan Bagas adalah gajinya. Ya, gajinya berada dalam bahaya kalau dia sampai salah berucap atau pun bersikap.
"Aku suami yang buruk " Ucapnya tiba-tiba
Bagas yang mendengar ucapan bos nya menjadi bingung menanggapinya,entah harus menjawab apa.
"Harusnya aku berada di sisinya, tapi aku malah meninggalkannya " Ucapnya lagi
"Aku benar-benar suami yang tidak bertanggung jawab, aku benar-benar suami yang buruk " Regan terus menerus mengucapkan hal yang sama.
Melihat Bagas yang diam saja membuat Regan menjadi tambah kesal. Bagas hanya fokus pada berkas yang di pegangnya.
"Hey, Bagas aku sedang bicara padamu kenapa kamu malah diam saja , apa berkas itu lebih penting dariku hehh... " Bagas yang mendengar ucapan Regan langsung terkejut . Seperti dugaannya dia akan menjadi sasaran empuk bos nya di saat suasana hatinya sedang buruk.
"Ti -dak pak, saya tidak bermaksud begitu " Ucapnya gugup
"Benar kan yang aku katakan tadi " Ucapnya pada Bagas. Karna takut pada Regan akhirnya Bagas hanya mengiyakan saja ucapan atasannya yang menyebalkan itu.
"Iya pak yang anda katakan tadi benar semuanya " Jawaban Bagas membuat Regan tambah kesal saja
"Jadi menurutmu aku ini suami yang buruk dan tidak bertanggung jawab begitu heehh....??"
"Ya Tuhan memang nya tadi pak Regan bicara apa, aku sampai lupa tadi, habis lah kau Bagas " Ucap Bagas dalam hati
"Gajimu aku potong " Lemas sudah lutut bagas
"A-pa saya salah pak ?" Tanya Bagas
"Salahmu tidak mendengarkanku saat sedang bicara dan juga kamu bilang barusan kalau aku ini suami yang buruk dan tidak bertanggung jawab "
"Ya..... " Bagas melongo
"Kapan aku bicara seperti itu " Bagas menggaruk kepalanyabyang tidak gatal.
******
Jangan lupa sumbangin like, vote sama hadiahnya ya buat Neng Bira sama mas Regan 😘😘🙏
yang mau liat visual Regan sama Revan ada di fb aku ya 😊, aku ga pasang di sini soalnya nanti reviewnya takut lama 😁 Fb aku #Bunga Alika
__ADS_1