AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 68


__ADS_3

Sudah dua bulan setelah Bira melahirkan Regan sering begadang malam karena membantu istrinya merawat baby R . Bira tidak mau memakai jasa perawat, Bira ingin mengasuh anaknya sendiri Bira juga menyusui asi secara full kepada baby R. Regan sempat menawarkan perawat kepada Bira namun Bira langsung menolaknya mentah-mentah dia takut jika nanti Regan akan berselingkuh dengan baby sitternya seperti kasus selebriti kemarin yang sempat viral.


Alasan yang tidak masuk akal untuk Regan, apa Bira tidak merasakan cintanya untuk sang ratu ubur-ubur sangatlah besar, Regan tidak akan pernah tergoda oleh orang lain selain istrinya. Terbukti sebelum Regan menikah dengannya di merasa sangat betah dengan ststus jomblonya, dan tidak ada wanita manapun yang mampu menarik perhatiannya . Hanya ratu ubur-ubur yang absurd seorang yang mampmu menggetarkan hatinya. Jadi bagaimana mungkin dia akan selingkuh dengan orang lain.


Saat ini Regan tengah berada di kantor, dia berkutat dengan laptopnya dari pagi. Matanya merasakan kantuk yang luar biasa akibat semalam anaknya mengajaknya bermain, baby R termasuk anak yang anteng , meskipun tidak menangis namun baby R selalu mengajaknya begadang dia berceloteh dengan khas suara bayi mengajak ayahnya mengobrol setiap malam.


"Bagas...." panggil Regan


"iya pak " jawabnya


"Buatkan aku kopi hitam, aku sangat mengantuk sekali " perintahnya pada Bagas


"Baik pak.." Bagas pun pergi untuk membuatkan kopi untuk bosnya. Setelah di luar ruangan Bagas menggerutu " aku sudah seperti istrinya saja jika di kantor, kenapa dia tidak memanggil ob saja " ucapnya pelan karena takut ada yang mendengar ucapannya, itu sangat berbahaya gajinya selama dua bilan ini aman dari ancaman Regan, dan dia juga mendapat bonus yang besar dari Regan karena selama Regan tidak bekerja Bagas lah yang menghandle semua pekerjaan Regan.


"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu ?' tanya seorang ob di sana


"Buatkan aku dua kopi hitam, jangan menggunakan air dispenser pak Regan tidak suka itu, harus air yang mendidih yang baru di masak " pinta Bagas


"Baik pak, tunggu sebentar " Bagas pun menganggukan kepalanya.


Setelah beberapa menit kopi pun selesai di buat ,Bagas pun langsung kembali ke ruangannya untuk memberikan kopi untuk bos nya sekaligus melanjutkan pekerjaannya. Saat Bagas masuk ke dalam ruangannya di sana bos nya si kanebo kering sedang membicarakan pekerjaanya bersama saudaranya si mas bucin . Sungguh pemandangan yang tidak enak di pandang mata, "siap-siap tutup telingamu Bagas " ucapnya pada diri sendiri.


Revan yang melihat Bagas membawa dua cangkir kopi langsung tersenyum. "kau perhatian sekali Bagas, kopi itu untukku " ucap Revan. Bagas yang di tanya seperti itu pun merasa bingung karena kopi yang di pegangnya itu untuknya bukan untuk Revan.


"I-ni ..." ucap Bagas merasa bingung


"Terima kasih " ucap Revan sambil mengambil kedua kopi di tangan Bagas dan menyimpannya di meja setelah meminumnya.


"Sungguh nikmat sekali " ucap Revan sambil meminum kopinya.


"Hahh dasar, aku jadi merasa seperti anak tiri " gumam Bagas dalam hati sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Kau begadang lagi Regan..." tanya Revan kepada Regan


"Iya, anakku senang sekali mengajaku berdiskusi malam-malam " ucapnya bangga

__ADS_1


"Ah ,aku jadi tidak sabar ingin Yura segera melahirkan " ucap si bucin Revan sambil tersenyum


"Bagaimana kehamilannya sekarang ?" tanya Regan


"Sangat baik, nafsu makannya juga bagus, aku suka memegangnga seperti ini jika anakku sedang bergerak " Sambil memperagakannya kepada Regan


"Kau terlihat bodoh " jawab si kanebo mennyebalkan, si bucin yang kesal langsung menepukan berkas ke atas kepalanya Regan.


"Hey....berani kau memukulku " kesal si kanebo kering.


"Jangan meledekku, aku ini calon ayah yang bahagia " ucap Revan


"Kau baru calon ayah, sedangkan aku sudah menjadi ayah " ucap Regan tidak mau kalah.


"Hey, Regan aku perhatikan akhir-akhir ini kau terlihat sangat sensitif kenapa ? kau kurang susu karena jatahmu terbagi dengan anak mu ?" ucap Revan terbahak .


"Sialan...." kesal Regan


Namun Revan hanya tertawa terbahak-bahak merasa senang karena akhirnya dia bisa meledek adiknya yang menyebalkan, keadaan berbalik saat ini biasanya si senior yang akan meledek si junior namun sekarang sebaliknya.


"Makanya sebelum bis kecil itu melahirkan menyusulah sepuasnya " ucap Regan


"Kenapa kedua pria itu senang bergosip, harusnya mereka mengganti penampilan mereka dengan dari setelan jas menjadi setelan berdaster" gumam Bagas dalam hati.


"Hentikan ucapanmu Revan , kasihan pria jomblo yang ada di sana " ledek Regan sambil tatapannya mengarah ke arah Bagas namun yang menjadi objek masih sok sibuk bekerja, padahal hatinya sudah gelisah dan otaknya terasa panas mendengar ucapan kedua bersaudara yang minus akhlak itu.


"Siap-siaplah Bagas serangan akan datang sebentar lagi " gumam Bagas dalam hati.


"Entahlah aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya, kenapa dia betah sekali mejadi jomblo " timpal Revan


"Oh astaga itu karena belum ada gadis yang memikat hatiku " ingin sekali Bagas berteriak seperti itu di depan kedua saudara yang senang sekali membuatnya sebagai objek pembicaraan mereka yang sama sekali tidak berfaedah. Sayangnya Bagas hanya bisa menahannya karena dia masih betah dengan pekerjaannya. "Dasar bos durhaka " umpat Bagas


"Hey Bagas apa kau tidak patah hati melihat anak kam-bing itu menikah dengan si patrick " tanya Regan


"Sama sekali tidak pak " jawab Bagas " aku malah bersyukur " ucap Bagas dalam hati

__ADS_1


"Regan mengangguk, tidak masalah kucing di rumahku kemarin melahirkan dan aku tidak tau siapa yang menghamilinya siapa tau kau mau bertanggung jawab " ucap Regan sambil tertawa begitu pun si bucin malah ikut-ikutan tertawa.


"Oh tuhan berikan aku jodoh dan jauhkan mereka dariku " doa Bagas dalam hati. Namun kedua bersaudara itu masih tertawa. " Menyebalkan " ucap Bagas.


Saat ini Regan sudah berada di rumah, Regan berharapa malam ini dia bisa buka puasa. Karena sudah dua bulan ini Regan tidak bisa menyentuh istrinya yang sibuk dengan anaknya.


"Sayang..." Panggil Regan


Bira baru saja menidurkan anaknya, Regan merasakan sinyal yang bagus. Waktu yang tepat pikirnya.


"Kenapa mas ? "


"Apa aku sudah boleh buka puasa ?" tanyanya memelas


"Emangnya mas suami puasa, ini udah malem loh kenapa ga buka puasa tadi pas magrib " jawab Bira


"Istriku ini bodoh sekali " guman Regan dalam hati


"Kemarilah " Regan mengulurkan tangannya dan si sambut oleh Bira dan mendudukannya di pangkuan Regan


"Aku merindukanmu " ucap Regan sambil menciumi leher Bira.


"Tapi Bira takut "


"Kenapa takut, bukan kah kita sudah terbiasa melakukannya " ucap Regan merasa aneh dengan istrinya yang merasa takut


"Ihh, kan kemaren pas lahiran Bira kena jahitan jadi takut sakit "


"Jadi karena itu kamu selalu menolaku ?" tanya Regan dan Bira pun mengangguk.


Regan tersenyum "aku akan melakukannya pelan-pelan sebelum anak kita bangun dan mengajaku diskusi lagi " Bira tertawa mendengarnya.


Regan pun langsung menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


Akhirnya malam ini Regan bisa menyentuh istrinya setelah dua bulan tidak bisa melakukannya.

__ADS_1


****


Maaf belum bisa up dobel ya, miminnya lagi drop banget 😢😷


__ADS_2