AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 39


__ADS_3

Melihat Bira sendirian Sintia dan juga Siena merasa senang, karena jika tidak ada Regan mereka akan dengan mudah mengusik Bira, tetapi Bira hanya cuek saja melihat adanya Sintia dan temannya.


" Hey lagi pada ngapain sihh malah berdiri di sini semua" Merry tiba-tiba tiba datang menghampiri mereka berdua. Lalu pandangan merry pun mengarah pada Sabira.


"Siapa dia '' Ucapnya


''Dia istrinya Regan masa kamu ga tau''


"Emang aku ga tau loh aslinya "dengan nada meledek ke arah Sabira. Sedangkan sabira masih anteng dengan ponselnya tanpa melihat ke arah mereka.


"Hey gadis kampung kamu udah merasa kaya ya, gaya banget makan di restoran mahal. "Ledek sintia


"Gadis dari kalangan kamu itu pastinya juga makannya ga jauh dari warteg " timpal Siena, merasa di acuhkan mereka menjadi sangat kesal.


"Hey kita di sini lagi ngomong sama kamu ya, jangan pura-pura ga denger, atau kamu emang malu sama orang-orang di sini kalau kamu sebenernya memang orang kampung" Ucap Siena


"Mungkin dia merasa karna sudah menikah dengan Regan makanya dia bersikap seperti itu "tambah Mery


Akhirnya karna kesal bira pun angkat bicara


"Aaiiihh, jadi semua ini karna mas Regan ternyata, kalian teh jadi ga suka sama Bira"


'"Memangnya karna apalagi dasar gadis bodoh " Kesal Sintia


Bira mengangguk -anggukan kepalanya " sekarang Bira ngerti, berarti Bira teh hebat ya bisa bisa bikin orang kaya mas Regan jatuh cinta sama Bira yang katanya orang kampung" Ucap bira tersenyum.


"Cihh kamu pasti pake susuk iya kan "Tuduh Siena


"Ngga, Bira mah pake cinta aja ngapain pake kaya gitu dosa tau, dengar ya nona - nona cantik tapi ga pinter, mas Regan yang suka sama Bira kenapa Bira yang kena marah, mas Regan itu suka sama Bira bukan karna Bira pake susuk tapi karna mas Regan terkena pesona Bira.


"Kalian benar gadis kecil ini sangat menyebalkan" Ucap Mery


"Sebaiknya kamu pergi dari sini, kedatangan mu kesini cuma merusak reputasi restoran ini saja "Usir Siena


"Kalo Bira ga mau" Jawab Bira


"Kami bertiga akan menyeretmu dari sini " Ucap Sintia marah


"Gimana yahh" Bira memasang wajah yang seolah sedang berpikir


"Cepat pergi sana sebelum kami melakukan hal yang tidak kamu inginkan "Paksa Sintia


"Bentar Bira tanya dulu sama mas suami dehh'"


"Jangam bohong bukannya kamu bilang kamu sendiri datang kesini. Sebenarnya Siena merasa takut karna ucapan Bira barusan membuat ketiga gadis itu sangat kaget


" Mas suami katanya bira ga boleh makan di sini" Ucapnya sambil merengek manja yang di buat-buat.

__ADS_1


"Siapa yang tidak memperbolehkan kamu makan di sini" Ucap Regan tegas


"Mereka" Tunjuk bira kepada ketiga gadis itu, yang kini wajahnya terlihat sangat pucat karna takut dengan keberadaan Regan


"Apa hak kalian, melarangnya makan di sini " Regan geram menahan marah


"Kami tidak melarangnya Regan kami tadi hanya bercanda " Ucap Siena memelas


I-ya kami bercanda Regan, iya kan Bira , ucap Sintia memberi kode kepada Bira mengedipkan matanya agar Bira mengerti dengan kodenya.


"Mba sinti matanya kenapa, cacingan"


"E-ngga aku tadi kelilipan" Ucap Sintia gugup


"Aku akan menghukum kalian bertiga dengan sangat berat, karna kalian sudah berani mengganggu dan menghina istriku, akan aku hancurkan karir kalian yang baru saja di mulai itu" Geram Regan


"Jangan Regan kami mohon" Ucap Mery berharap Regan tidak melakukan hal itu


"Mas suami udah ga usah di hukum gitu kasian, hukum sedikit aja ga apa-apa" Ucap bira sambil nyengir kuda di hadapan suaminya. Regan mengerutkan alis


"Terserah kamu saja'" ucap Regan sambil duduk di meja yamg sudah dia pesan


"Hey mba Sinti, Bira haus" Tiba-tiba berucap


"Lalu?? " Tanya Sintia heran


"Ambilin Bira minum atuh, masa gitu aja ga ngerti "


"Jangan teriak-teriak berisik, ambilin minum atau mau di hukum sama mas suami" Ancam Bira


"Ya udah " Jawab Sintia lesu


"Dan buat mba nya berdua ambilin makanan Bira ganti sama yang anget soalnya tadi gara - gara kalian makanan Bira jadi dingin"


"Ba-baik " Ucap siena dan Mery gugup lalu kemudian pergi mengambil makanan untuk Bira


Setelah mereka pergi Regan menatap Bira "Kenapa kamu tidak mengijinkanku untuk menghukum mereka saja " kesal Regan


Udahlah biarin aja, kalo mas Regan hukum mereka kaya tadi Bira kasian,ini aja Bira udah ngerasa dosa ngerjain mereka "


"Tapi mereka sudah menghina mu dan aku tidak terima" Geram Regan


"Dengan apa yang mereka lakuin sebenernya sekarang mereka yang merasa terhina, bukan Bira" Regan hanya diam tidak menjawab karna masih kesal dengan ulah ketiga gadis itu.


Tak lama pesanan Regan dan Bira pun sampai di meja mereka. Dan ketiga gadis itu yang membawanya. Meskipun sebenarnya mereka tidak mau dan seakan merasa seperti pelayan, tapi itu lebih baik daripda harus di hukum oleh Regan dengan cara menghancurkan karier mereka.


Akhirnya makan malam yang penuh drama pun berakhir, Regan pun mengancam mereka agar tidak berani macam-macam pada Bira atau mereka akan merasakan akibatnya.

__ADS_1


***


Kini mereka berdua sudah berada di rumah, Regan pun melanjutkan pekerjaannya berkutat dengan laptopnya, sedang Bira duduk sambil menonton televisi di samping suaminya.


"Bira cemburu dehh sama laptopnya mas suami tiap waktu di perhatiin terus di liatin tanpa berhenti''


"Kamu ingin di perlakukan sama seperti laptop" Tanya Regan.


"Iya " ucap Bira sambil tersenyum


"Kamu juga ingin di tekan-tekan seperti laptop" Regan tersenyum smirk


"Aihhhh ya engga atuh jangan di tekan tekan juga "Bira mecebikan bibir


"Tadi kamu bilang ingin di perlakukan seperti laptop"


"Kalo mas regan yang dengernya malah jadi salah arti" Regan hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.


Saat sedang mengobrol ponsel Bira bunyi dan melihat mama mertuanya ternyata yang memanggil , Bira pun mengangkat telepon dari mama mertuanya


"Hallo mah assalamualaikum "


"Waalaikumsalam Bira, Regan nya ada tadi mamah telpon tapi no nya tidak aktif"


"Ada mah mas Regan lagi kerja, mamah mau bicara sama mas Regan tanya Bira


"Iya sayang mamah mau bicara sebentar sama Regan" Ucap mamah Riita


Bira pun memberikan ponselnya kepada Regan dan Regan pun mengambilya.


"Hallo mah ada apa tanya Regan"


"Regan mamah cuman mau ngasih tau sama kamu kalau lusa Revan akan menikah''


"Apaa... kenapa mendadak mah dia tidak meghamili anak orang kan" Tanya regan menelisik


"Tentu saja tidak, Regan tidak mungkin melalukan hal itu'"


"Lalu ??" Tanya Regan penasaran


"Papa menjodohkannya dengan teman anak papa''


"Apaa !! Ucap Regan kaget


"Dengan anak SMU "


"Apaaaaa !!!!!! "Regan tambah kaget saja mendengarnya

__ADS_1


****


alhamdulillah hari ini bisa update dua kali, jangan lupa terus dukung novel sabira ya, jangan lupa like sama vote nya 😊🙏🙏


__ADS_2