AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 50


__ADS_3

Kini Regan dan Sabira sudah berada di dalam kamar , tadinya Regan ingin membawa pulang ke apartemennya ,namun melihat keadaan Bira Regan mengurungkan niatnya . Regan khawatir jika meninggalkan Bira sendirian di apartement dengan keadaanya yang sekarang .


Di rumah utama dia tidak bisa bebas bermesraan dengan istrinya, tapi bagaimana lagi ini demi anak dan istrinya dia tidak boleh egois . Melihat istrinya keluar dari kamar mandi membuat lamunan Regan membuyar . Astaga istrinya memang sangat cantik, setiap Regan melihatnya Regan selalu ingin langsung memeluk dan menciumnya .


Seperti sekarang ini Regan ingin langsung mendekap istri kecilnya itu . Melihat Regan tersenyum- senyum kepadanya itu merupakan sinyal berbahaya, itu artinya dia harus menyiapkan tenaga untuk melayaninya. Lihatlah kini tuan mesum itu sedang tersenyum-senyum melihat istrinya sekarang.


"Kenapa sihh senyum-senyum terus, lagi seneng ya"


Tanya Bira


"Tentu saja aku senang, aku mau buka puasa " Jawab Regan .Bira yang tau arah pembicaraan suaminya hanya memutar bola matah malas. Heran dehh ni beruang kutub sekarang jadi beruang mesum"


"Aku mesum terhadap istriku sendiri tidak ada yang salah dengan itu, lagipula aku ingin menjenguk anakku, benar kan sayang kamu ingin di jenguk oleh papa " Ucap Regan sambil mengelus perutnya Bira kemudian menempelkan pipinya ke perut Bira .


"Ya ampun sayang" Regan langsung bangun dan menatap istrinya dengan serius


"Kenapa mas..?" Tanya Bira panik takut terjadi sesuatu dengan bayinya


"Barusan junior bilang ingin di jenguk oleh papanya, junior bilang ingin bermain dengan si jeki " Bira kesal dengan ucapan suaminya mana mungkin bayi bisa bicara.


"Iya, sok aja main sama si jeki entar di gigit si jeki nya baru tau rasa , lagian mana ada bayi dalam perut mau main, si dede nya juga masih kecil belum tau main "


"Hey, junior belum punya gigi mana mungkin bisa menggigit yang benar saja ,dia tidak boleh merusak bagian penting penerus untuk adik-adiknya " jawab Regan


"Ya udah Bira tidur ya biar si jeki nya ga di gigit si dede " Bira menarik selimut dan hendak tidur .Regan yang melihat gerakan istrinya merasa tidak terima .


"Oh , tidak bisa ratu ubur-ubur, spongebob sekarang ingin bermain denganmu " Regan langsung menarik selimut dan berpindah ke atas tubuh Bira dan mengungkungnya .


"Iiihhh dasar ya, tuan mesum nyebelin Bira takut kena si dede nya "


"Aku akan pelan-pelan " Sambil mengecup bibir manis istrinya yang selalu membuatnya candu . Sabira pun akhirnya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya .


Setelah selesai melakukan ritual malamnya , Bira merasa sangat mengantuk berbeda dengan Regan dia masih melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai . Entah lah tenaganya seperti tak pernah ada habisnya . Saat Bira akan menutup matanya dia baru ingat kalau dia belum bilang kepada Regan kalau orang tuanya akan datang kesini .


"Mas...." Ucap Bira yang sudah sangat mengantuk


"Ada apa ...?" Sambil mengelus kepala Bira

__ADS_1


"Bira lupa bilang kalau besok atau lusa emak sama abah mau kesini ,ga pa pa kan?"


"Tentu saja aku senang mendengarnya " Ucap Regan sambil tersenyum.


"Makasih ya, Bira kangen banget sama mereka "


Regan mengecup kening Bira, "Orang tua mu adalah orang tua ku juga, justru aku senang mereka datang kesini, apalagi akhir-akhir ini aku sangat sibuk hingga tidak bisa mengantarmu pulang ke sana dan bertemu mereka "


"Ya udah Bira tidur duluan ya " Regan pun menganggukan kepala


"TIdur lah " . Bira pun langsung tidur karna kelelahan .


****


Pagi telah datang ,rutinitas pun di lakukan seperti biasa . Di rumah utama semua orang sibuk dengan tugas nya masing-masing . Jika dulu Bira ikut andil dalam rutinitas pagi di rumah namun sekarang dia sedang bolak balik masuk kamar mandi, membuat Regan sangat khawatir .


Setiap pagi Bira mengalami morning sickness yang parah, ternyata obat dari dokter itu tidak mempan .Bira masih saja merasa mual dan muntah pagi itu .


"Obat itu benar-benar tidak mempan , apa dokter itu memberikan obat yang jelek " Gerutu Regan pagi itu , sambil terus mengusap perut bira dengan minyak kayu putih .


"Mual dan muntah pagi-pagi itu hal yang wajar di alami sama ibu hamil mas, jangan salahin dokternya " Ucap Bira dengan lemas


"Mas, bira pengen makan apel tapi jangan apel yang merah Bira pengen yang warnanya agak kuning yang besar .Bira laper....." Rengek Bira


"Apel....?" tanya Regan, Bira pun langsung menganggukan kepalanya


"Ini masih pagi dan kamu ingin makan apel ?" Regan melihat jam baru menunjukan jam enam pagi, terlalu pagi untuk makan buah pikirnya , kenapa tidak makan nasi atau bubur itu lebih bagus untuk sarapan menurut Regan .


"Ini masih pagi, tunggu siang dulu saja ya, sekarang makan bubur saja dulu aku akan membelinya " Regan sengaja menawarinya bubur dan akan segera membelinya karna Regan jika membuatnya dulu akan menunggu waktu yang lama .


"Bira teh mau apel kenapa jadi bubur ihhh, ga mau enek kalo makan bubur, Bira mau yang seger "


Regan laangsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal .Apa ini yang di namakan ngidam, pikir Regan . Tidak ingin berdebat dengan istrinya apalagi keadaannya yang sangat lemas, membuat Regan langsung menuruti kemauannya .


"Baiklah tunggu sebentar aku akan melihatnya di bawah " Bira hanya menganggukan kepalanya sambil menutup matanya . Regan langsung keluar kamar dan menuju ke dapur untuk mencari apel keinginan istrinya . Setelah di dapur Regan langsung membuka kulkas dan sialnya tidak ada apel di sana . Ua kulsum yang melihat Regan seperti sedang mencari sesuatu langsung mengahmpirinya .


"Mas Regan lgi nyari apa ?" Tanya Ua Kulsum

__ADS_1


"Saya sedang mencari apel, apa tidak ada stok buah?"tanya Regan


"Buah-buahan mah pada abis mas ibu belum belanja , niatnya nanti siang baru belanja " Terang ua Kulsum


"Ah, begitu ya "


"Kenapa gitu mas Regan ?"


"Bira ingin makan apel, dia baru saja muntah-muntah dan merasa mulutnya sangat pahit jadi dia ingin makan apel katanya " jelas Regan


"Oh iya, emang kalo lagi ngidan mah gitu mas, pengennya yang seger-seger , tapi jam segini belum ada yang buka toko buah-buahannya "


Huufftt


"Aku akan bilang dulu pada Bira "


"Iya mas ,bilang aja sama si neng kalo apelnya habis "


Regan pun menganggukan kepala dan langsung kembali ke kamar untuk menemui istrinya


Mendengar suara pintu terbuka Bira langsung bangun dan melihat suaminya . Tapi dia kecewa melihat suaminya tidak membawa apa-apa.


"Loh apelnya mana mas....?" tanya Bira


"Habis " jawab Regan


"Kenapa ga di beliin ?" Tanya Bira sedikit kesal


"Mau beli dimana ini masih pagi " Bira berdecak


"Padahaal Bira laper banget, tapi mas Regan ga mau ngasih "Ucapnya sedih , mungkin karna efek hamil ratu ubur-ubur jadi sensitif


"Bukan tidak mau tapi tidak ada " jawab Regan


"Padahal uang nya banyak tapi pelit , padahal Bira cuman ngidam apel tapi ga mau beliin, gimana nanti kalo Bira ngidam rujak setum pasti ga bakal di kasih" Ucap Bira


"Kenapa tidak minta asinan buldoser saja, aku akan membuatkannya untukmu " jawab Regan

__ADS_1


"sekalian aja bikinin Bira sup buah meriam biar rame" Ucap Bira kesal sambil masuk ke dalam selimut


"Dasar ratu ubur-ubur menyebalkan " Gumam Regan.


__ADS_2