
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Ucap mereka serentak
"Neng udah datang, aduuhh anak abah teh udah pulang abah kangen Neng " Sabira mencium tangan abahnya dan memeluknya
"Neng juga kangeeennn banget sama abah"
"Ke emak cuman kangen aja, kalo ke abah bilang kangennya meni panjaaaannggg si Neng mah"
"Yang penting mah jumlah kangennya sama atuh, abah sekilo emak sekilo, sama kan?" cengir Bira
"Kangen teh di samain sama pisang Neng kamu mah, emangnya kangen bisa di kilo?" Ucap emaknya Bira
"Sudah-sudah jangan ribut, malu ada tamu maaf ya nak siapa abah teh lupa namanya? Abah tersenyum pada Regan.
"Saya Regan pak, Regan Maheswara " Ucap Regan tegas
"Wahh namanya bagus ya, cocok Neng sama kamu"
"Maaf ya nak Regan di sini suka berisik walau di rumah cuma bertiga tapi berisiknya melebihi sepuluh orang" Kekeh abah
Perawakan abah yang tinggi tegap kulit putih walau usianya sudah memasuki setengah abad, tapi bawaanya yang kalem membuatnya terlihat sangat berwibawa.
"Bira aku lupa tadi kita kesini membeli sesuatu buat emak sama abah, dan tadi mamah juga menitipkan sesuatu. Semuanya di simpan di mobil ayo kita ambil"
"Oh iya Bira lupa Bira teh bawa oleh-oleh buat emak sama abah" Menepuk keningnya
"Tidak usah repot-repot nak Regan, aduuhh abah jadi malu di bawain oleh-oleh sedangkan di sini nak Regan ga di jamu dengan mewah gimana atuh ya keadaanya cuma segini" Ucap abah sungkan
"Tidak apa-apa pak saya sudah sudah di terima di sini juga saya sudah senang"
Di luar Bira di bantu emaknya membawa oleh-oleh "Neng ini teh oleh-oleh meni banyak-banyak teuing"
"Ini di kasih sama ibu, sebagian lagi tadi Neng sama mas Regan beli di jalan"
"Waduh udah kaya mau jualan ini mah, besok emak bagi-bagi tetangga ya sebagian soalnya ga bakal ke makan semua, hitung-hitung sedekah"
"Iya mak"
"Abah ini bantuin mamah atuh" Panggil emak dari luar abah pun menghampiri emak di luar
"Ada apa manggil-manggil mak ?" Jawab abah
"Ihh ada nak Gagan mah jangan manggil emak, atuh bah manggilnya, kan udah sepakat manggilnya mamah" Kesal emak Bira
__ADS_1
"Abah lupa udah kebiasaan" kekeh abah
Regan yang mendengarnya pun tertawa, ternyata di dunia ini ada keluarga absurd seperti mereka.
"Beeuhhh si emak ngedadak pengen di panggil mamah, Neng merinding nihh dengernya"
"Emangnya emak ini ririwa apa (hantu) pake merinding segala" Sambil masuk ke dalam membawa oleh-oleh, Sabira ,abah dan Regan tertawa melihat kelakuan ibunya Sabira.
***
Setelah beristirahat sebentar mereka makan malam sederhana di rumah Bira, Regan menikmati suasana ini.Melihat kehangatan keluarga Sabira membuat hatinya pun ikut menghangat.
"Sok nak Gagan makan yang banyak jangan malu-malu"
"Iya bu"
"Maaf ya makanannya cuma seadanya di sini mah" Sungkan abah
"Tidak apa-apa pak ini enak saya suka"
Setelah makan malam mereka semua mengobrol sebentar, dan memutuskan untuk istirahat. Regan pun merasa sangat lelah setelah menyetir seharian.
"Mas Regan tidur di kamar Bira ya, Bira nanti tidurnya sama emak sama abah"
"Aku tidur di depan saja kamu tidur di sini"
"Heem baik lah, aku hanya tidak ingin kalian tidur berdesakan"
"Ya engga atuh cukup kasurnya juga, kasur Bira mah memang kecil cuman cukup buat satu orang"
"Neng !!"
"Iya mak bentar, Bira ke emak dulunya met bobo mas suami mimpiin Bira ya" Regan hanya geleng-geleng kepala menanggapinya.
****
Regan melihat-lihat kamar Sabira, kamar ukuran kecil dengan nuansa pink. Kamar yang lucu untuk anak perempuan. Di sana terpampang foto-foto Bira dari kecil hingga dewasa. " Ternyata waktu kecil dia sangat lucu." Regan merebahkan tubuhnya di kasur dia merasa sangat lelah badannya terasa sangat pegal. Jika saja sekarang dia sedang ada di rumah dia akan berendam di air hangat. Tapi di sini jangankan untuk mandi membuka pakaiannya saja Regan merasa enggan karna di sini cuacanya sangat dingin. Karna lelah Regan pun akhirnya tertidur.
Saat pagi menjelang udara terasa sangat dingin, terasa menusuk tulang. Regan merasa menggigil dan semakin bergelung di selimut. Di luar terdengar sayup-sayup orang-orang mulai beraktifitas. Regan mencoba membuka matanya, dia ingin tau aktifitas apa yang orang desa lakukan pagi-pagi begini.
Saat terbangun dia melihat Bira dan emaknya sedang sibuk di dapur. Sepertinya sedang memasak.
"Eh nak Gagan udah bangun ??"
"Iya bu, maaf kesiangan" Ucap Regan sungkan
__ADS_1
"Ga pa pa, masih pagi begini" Sahut emak
"Mas Regan mau bikin kopi ga ??" Tanya Bira
"Hemm boleh"
Sabira pun menyiapkan kopi untuk Regan dia juga memberikan singkong goreng untuk Regan. Mereka duduk di depan halaman rumah Bira.
"Apa ini?? "
"Itu singkong goreng, cobain enak dehh Bira mah suka itu singkongnya dari belakang rumah nanam abah"
Regan pun mencobanya " Rasanya lumayan walau di olah sederhana"
"Iya, apalagi di makannya sambil minum kopi di temenin sama calon suami yang ganteng, indahnya hidup ini" kekeh Sabira
Regan melihat orang-orang beriringan ada yang membawa cangkul, sabit hingga tempat menyerupai keranjang yang terbuat dari bambu.
"Bira mereka mau kemana??"
"Mereka mau ke sawah sama ke kebun, orang-orang desa mah ya gini kalo pagi-pagi" Regan menganggukan kepala.
"Bira, ehh kamu Bira udah pulang ??" Ucap seorang perempuan berkisar empat puluh tahunan.
"Iya bi, Bira pulang pas malem"
"Aduuh pulang kerja teh bawa artis kamu mah"
"Ini bukan artis ini calon suaminya Bira, kenalin namanya mas Regan.Regan menganggukan kepala.
"Waduhh hebat kamu mah dapet calon suami teh meni ganteng punya mobil juga" Puji perempuan yang Bira panggil bibi itu.
"Iya atuh orang cantik mah pasangannya sama orang ganteng, kaya Bira gini serasi kan?"
"Euuhh PD nya teh ga hilang-hilang, mas ganteng kok mau sama Sabira dia mah cantik-cantik otaknya geser" tertawa sambil pergi
"Ihhh dasar" Mencebikan bibirnya Regan tertawa melihat interaksi mereka.
"Di sini dingin sekali tapi udaranya sangat sejuk"
"Iya emang di sini mah dingin banget, kalo udah halal mah pengennya di peluk mas suami aja, angeett kaya nya"
"Dasar ubur-ubur mesum" Sabira tertawa.
"Tapi cinta kann "Mereka berdua tertawa bersama.
__ADS_1
***
Terus dukung Neng Bira ya 😊🙏🙏