
Malam ini jadi malam yang berbeda untuk Bira, karena malam ini dia tidur kembali di kamarnya bersama Regan dan juga Reby si bayi tampan nan lucu buah hatinya bersama Regan. Tak hentinya Bira mengucap syukur karena bisa berkumpul lagi dengan anak dam suaminya. Meskipun keadaannya belum pulih seperti semula, namun Bira sangat senang bisa keluar dari rumah sakit.
"Mas suami " panggil Bira pada Regan yang sedang menidurkan Reby tempat tidur khusus untuknya. Setelah menidurkan Reby, Regan pun menghampiri Bira. "Ada apa sayang ?" tanya Regan dan duduk.di samping istrinya.
"Bira jadi bingung, Bira ga mau pake baby sitter tapi nanti Bira juga belum bisa urus Reby sendiri , Bira mesti gimana ?" ucap Bira merasa bingung dengan keadaannya sekarang.
Regan pun mulai berpikir...
"Aku tidak bisa mencari baby sitter nenek-nenek, aku bingung mencarinya dimana " ucap Regan
Bira malah tertawa mendengar baby sitter nenek-nenek, dia tidak bisa membayangkan bagaimana repotnya nanti, bukan Bira yang di bantu tapi mungkin malah sebaliknya nenek itu yang di bantu Bira.
"Bira minta emak di sini tapi kerjaan abah ga bisa di tinggalin katanya, soalnya bentar lagi panen "ucap Bira bingung.
"Apa kamu tidak punya kenalan di desamu, saudara atau sepupu misalnya untuk membantumu di sini ?" usul Regan, mungkin jika yang membantu saudaranya Bira tidak akan merasa cemburu atau ketakutan suaminua selingkuh. Meskipun Bira tahu kalau Regan tidak akan pernah melakukan hal itu, cinta Regan terlalu besar untuk Bira hingga tidak ada celah untuk perempuan lain.
"Nanti Bira tanyain sama emak ya mas "
"Iya sayang, sekarang tidurlah ini sudah malam" ucap Regan sambil menyelimuti Bira. Sebenarnya Regan ingin melakukan hal yang sangat ia rindukan dan inginkan, namun Regan tidak setega itu pada istrinya. Kondisi istrinya saja belum pulih benar. Dia akan membuat jadwal baru saja untuk itu. Ya sepertinya itu ide yang bagus pikir Regan. Astaga...bahkan dalam pikiran si kanebo aye-aye pun harus terjadwal, setidaknya dalam waktu seminggu dia harus mendapat jatah. Regan tersenyum-senyum membayangkannya. "Sekarang kau tidak akan puasa lagi jek...." dasar kanebo gila.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi menjelang, semua orang sudah turun untuk sarapan, begitupun dengan Bira. Dia mencoba berjalan perlahan untuk menggerakan kakinya dengan di bantu oleh Regan. " Hari ini kita semua bisa berkumpul lagi, papa sangat senang " ucap papa Anton saat anak mereka semua tengah berkumpul di meja makan.
Semua anak menantu papa Anton berkumpul begitupun dengan kedua cucunya, membuat keadaan rumah semakin ramai dan mamah Rita serta papa Anton sangat bahagia.
"Bagaimana keadaanu Bira ?" tanya papa Anton
"Bira udah baikan pah, kayanya Bira bakal cepet sembuh deh kalo di rumah " ucap Bira
"Semoga saja sayang" ucap mamah Rita.
Kini mereka pun melanjutkan sarapan mereka hingga selesai ,setelah itu para pria pergi ke kantor. Dan para wanita mereka mengobrol di ruang keluarga.
__ADS_1
"Neng...." panggil ua Kulsum
"Iya wa..." jawab Bira
"Itu kata emak katanya, gimana kalo yang bantu jagain neng Bira itu Salsa aja, soalnya Salsa lagi ga punya kerjaan katanya, boleh ga ?" tanya ua Kulsum memastikan, karena tadi pagi Bira menanyakan barangkali di keluarganya ada yang mau bekerja membantu Bira.
"Boleh atuh kalo Salsa mah" jawab Bira
" Kapan katanya kesini Neng ? tanya ua Kulsum
"Kalo bisa mah sekarang aja, soalnya biar cepet ada yang bantu Bira, tapi kalau mau besok juga ga apa-apa " ucap Bira.
"Justru dia mah maunya buru-buru, ya udah ua telepon dulu ya Salsanya " Bira pun mengangguk.
Ua Kulsum pun pergi untuk menghubungi Salsa.
"Woahh kak Bira enak ya punya banyak sodara yang bisa bantu " ucap Yura
"Iya alhamdulillah, kamu juga punya sodara kan satu ayah lagi " balas Bira
"Masa sihh, dia emang jahat ya ? tanya Bira
"Bangeetttt...." jawab Yura
"Yang terpenting kamu sekarang tinggal di sini dan banyak yang sayang kamu Yura " ucap mamah Rita menimpali
"Iya mah, Yura bersyukur banget sekarang banyak yang sayang sama Yura, apalagi mas Revan udah ganteng baik lagi, Yura jadi makin cinta " ucap Yura tanpa sedikit pun malu kepada mertuanya. Mamah Rita hanya tertawa saja menanggapi para menantu kecilnya itu.
Saat sore menjelang malam pun tiba Bira mendapat kabar kalau Salsa sudah sampai di halte. Bira yang khawatir meminta tolong pak Budi untuk menjemputnya. Namun ternyata pak Budi sedang mengantarkan papa Anton. Saat Bira sedang bingung Bira melihat suaminya sudah pulang bersama asistennya, karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan Bagas dan berkasnya ada di rumah.
"Mas Regan...." mendengar istrinya memanggil Regan langsung menghampirinya apalagi Bira berjalan dengan tertatih-tatih.
"Sayang duduklah biar aku yang menghampirimu" ucap Regan
__ADS_1
"Ga apa-apa sambil ngelancarin jalan, mas Bira bisa minta tolong, bisa ga jemputin Salsa di halte, soalnya pak Budi lagi ga ada " ucap Bira
"Salsa....?" tanya Regan
"Iya Salsa, sepupu Bira yang mau bantuin Bira di sini" jawab Bira? Bira lupa belum memberitahu Regan.
"Oh, baiklah, Bagas...." panggil Bagas
"Iya pak..." jawab Bagas langsung menghampiri Regan
"Jemput calon istrimu kemari, dia ada di halte " ucap Regan
"A-apa pak ?" tanya Regan terkejut, apa Regan akan menikahkannya malam ini, tapi dengan siapa ? lahir dan batin Bagas belum siap untuk menikah malam ini, ini terlalu mendadak.
"Ihhh....mas suami jangan godain mas Bagas terus kasian, itu loh mas Bagas tolong jemputin sepupu Bira, dia yang mau bantin aku jagain Reby" ucap Bira, angin segar pun menerpanya, ternyata bos nya tidak jadi menikahkannya.
"Baik nona, boleh minta nomor ponselnya ?" tanya Bagas
"Hey, kau ingin melakukan pendekatan dengannya sampai kau meminta nomor ponselnya pada istriku" goda Regan
"Ti-tidak pak, saya meminta nomor ponselnya agar nanti mudah menghubunginya " jawab Bagas kenapa dia jadi mendadak nervous begini, gara-gara si kanebo menggodanya.
"Udah jangan di dengerin si spongebob mah " ucap Bira
"Lihatlah wajah si jomblo langsung memerah" ledek Regan lagi, dan Bagas semakin malu saja dia ingin cepat-cepat pergi meninggalkan bos nya yang menyebalkan ini. Setelah Bira memberikan nomor teleponnya Salsa Bagas pun langsung pergi.
Setelah Bagas pergi Regan pun tertawa
🍁🍁🍁🍁
Setelah menelepon Salsa Bagas pun mulai melihat-lihat gadis yang akan di jemputnya, seperti ciri-ciri yang di tunjukannya. Dia pun menghubungi Salsa lagi dan akhirnya Bagas melihat seorang gadis dengan postur yang sama dengan Bira dan juga Yura serta si Timmy Perawakan yang mungil terlihat seperti anak remaja. Bagas pun mulai menghampirinya dan bertanya..
"Maaf apa anda nona Salsa ?" tanya Bagas, merasa di panggil Salsa pun menoleh dan melihat pria tampan dengan setelan jas yang sangat rapi berdiri menjulang di depannya membuatnya berdecak kagum.
__ADS_1
"Masha Alloh ganteng bangeettt...." ucapnya sambil tersenyum manis. Melihat respon gadis ini Bagas agak terkejut.
"Oh tidak, apa gadis ini satu spesies dengan ketiga artis animasi itu ?" gumam Bagas dalam hati.