AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 65


__ADS_3

Sabira di perkirakan akan melahirkan minggu ini untuk itu Regan sebagai suami siaga mengerjakan semua pekerjaannya di rumah, dia takut jika sewaktu-waktu Bira akan melahirkan dia sudah siap ada di rumah dan membawa istri tercintanya untuk pergi ke rumah sakit.


Pagi ini Bira sedang di temani oleh Regan jalan-pagi di sekitar komplek rumahnya. Dokter menyarannkannya untuk berjalan-jalan santai saat pagi karena itu akan memudahkannya untuk proses kelahirannya nanti. Regan dengan setia selalu menemaninya. "Mas istrihat dulu sebentar ya Bira pegel " ucapnya sambil memegang pinggangnya


"Ayo kita cari tempat duduk" Regan menuntun Bira untuk mencari tempat duduk, kebetulan di komplek itu ada sebuah taman yang memang di sana selalu banyak orang yang melakukan lari atau pun jalan pagi atau hanya sekedar membawa hewan peliharaannya untuk jalan-jalan di taman sekitar komplek itu.


Bira mengusap-usap pinggangnya yang terasa panas sambil sedikit meringis. "kamu tidak apa-apa Bira ? tanya Regan yang membantu Bira mengusap pinggangnya.


"Ga apa-apa Bira cuma pegel aja " namun Regan masih khawatir dengan istrinya sambil terus mengusap pinggang dan perut istrunya yang semakin membuncit.


"Mas suami....." panggil Bira dengan suara manja sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Ada apa....? kenapa perasaanku jadi tidak enak " gumam Regan


"Bira mau makan batagor ikan, kayanya enak deh buat sarapan " ucap Bira


"Sudah ku duga pasti ada maunya kalau dia bersikap manja dan manis seperti ini " ucap Regan dalam hati


"Nanti siang aku akan membelikannya untukmu " jawab Regan


"Tapi maunya sekarang Bira lapar " ucapnya lagi


"Kamu harus makan nasi dulu baru makan makanan yang lainnya " bujuk Regan sambil membelai mesra rambut istrinya.


"Kalau makan nasi dulu keburu kenyang atuh, gimana sihh, lagian ini kemauan si dede kalau dedenya nanti ileran gimana coba"


"Selalu saja anakku yang di buat alasan, kasihan sekali kau nak selalu di jadikan alasan oleh ibumu " gumam Regan dalam hati


"Memangnya pagi begini dimana ada yang berjualan batagor " tanya Regan


"Di ujung jalan sana ada, waktu itu Bira pernah liat pas pulang kontrol dari rumah sakit wanginya kecium enaaakk banget"

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tidak memintaku untuk membelikannya saat lewat ke sana ?" tanya Regan


"Kan pas lewat belum mau, tapi sekarang baru mau nya" masih dengan gaya manjanya sambil uyel-uyel di dada Regan. Tingkahnya yang membuat Regan gemas membuat Regan tidak tega untuk menolak keinginan si ibu hamil.


"Baiklah kita kesana sekarang " mendengar suaminya menyetujui keinginnannya Bira langsung merasa senang


"Yeahhh..... makasih mas suami " ucapnya senang, Regan pun tersenyum dan langsung mengecup kening istriya dengan sayang .Sungguh keinginan istrinya saat sedang hamil , semuanya tentang hal sederhana. Meskipun sebenarnya Regan mampu memberikan apa pun yang Bira inginkan, namun Bira tidak pernah banyak menuntut kepadanya, membuat cinta Regan semakin tumbuh setiap harinya.


Setelah memenuhi keinginan istrinya Regan langsung membuatkan susu untuk Bira dan memaksanya untuk tidur dan beristirahat.


"Bira, minum susunya dulu dan tidurlah " perintah Regan


"Tapi kan Bira ga ngantuk mas "


"Pokoknya kamu hari ini kamu harus istirahat , kamu terlihat sangat lelah dari tadi ku perhatikan kamu terus mengusap pinggangmu, itu pasti karena kamu sangat kelelahan. Karena sejak pagi tadi Regan memperhatikan Bira yang terus mengusap pinggangnya. Itu karena Bira juga merasa hari ini pinggangnya terasa panas tidak seperti biasanya.


"Iya , Bira mau ke kamar mandi dulu pengen pipis" ucap Bira


Setelah mengganti pakaiannya Bira pun langsung naik ke tempat tidur dan beristirahat menuruti perintah Regan. Regan langsung mengikuti Bira naik ke kasurnya. Regan melihat Bira seperti merasa tidak nyaman dengan tidurnya yang terlihat gelisah dan selalu mengganti posisinya beberapa kali.


"Ada apa Bira , apa da yang sakit ?" tanya Regan cemas


"Mas, usapin pinggang Bira ya, kerasa ga enak dari tadi " Regan mengiyakan dan langsung mengusap pinggang Bira yang terasa tidak nyaman. Usapan lembut dari tangan Regan ia rasakan sehingga membuatnya sedikit lebih nyaman. Regan merasa sesuatu sedang di rasakan istrinya. "Mas..." panggil Bira. Regan yang sedang melamun langsung melihat ke arah istrinya . "Kenapa sayang ?"


"Bira takut, nanti kalau Bira mau ngelahirin mas suami harus deket Bira ya, jangan kemana-mana " ucap Bira sambil memandang ke arah suaminya.


"Tentu saja sayang aku akan selalu ada di sampingmu" ucap Regan sambil mencium dan memeluk istri kecilnya dengan sayang. Sebenarnya bukan hanya Bira yang merasa takut namun Regan juga merasakan ketakutan yang sama. Dia takut tidak bisa menghadapi istrinya nanti yang merasa kesakitan. Sanggupkah dirinya nanti melihat Bira menahan sakit yang amat sangat saat melahirkan nanti. Namun Regan adalah kekuatan Bira ia harus ada jika Bira nanti akan melahirkan nanti.


Setelah Bira tertidur Regan melanjutkan pekerjaannya di kamar sambil melihat dan menjaga istrinya. Hingga sore menjelang Regan melakukan pekerjaannya, namun Bira pergi ke bawah karena bosan.


"Neng, gimana udah ada yang kerasa belum perutnya? " tanya Ua Bira

__ADS_1


"Belum wa, paling pegel-pegel dikit sama kalau nendang sekarang mah kerasanya sakit karena kenceng " ucap Bira tertawa.


"Sini atuh ua mau megang cucu ua " Sambil tersenyum dan mengusap perut Bira


"Aduuh ini udah d bawah gini, kayanya ga bakal lama lagi, perkiraan kapan ?"


"Katanya sihh minggu sekarang, tapi kata dokternya bisa lebih cepet atau lebih lambat katanya "


"Iya, mudah-mudahan lahirannya lancar sehat ibu sama bayinya " ucap ua nya Bira dengan tulus.


"Aamiin..." jawab Bira tersenyum


Saat sedang asik mengobrol dengan uanya Regan muncul dari belakang. "Bira kamu sedang apa ,aku menunggunu dari tadi di kamar tapi kamu tidak muncul juga " ucap Regan.


"Bira bosen di kamar terus mas " jawab Bira


"Aku khawatir padamu, tunggulah saatnya kamu minum susu sekarang " Bira pun mengangguk dan menunggu Regan membuatkan susu untuknya.


Regan pun mengambil susu dan membuatkannya untuk Bira, saat sedang menuangkan susunya Ua


nya Bira menghampiri Regan.


"Mas Regan kaya nya neng Bira udah ada gejala-gejala dari tadi bibi perhatiin teh " Regan yang sedang mngaduk susu pun menghentikan gerakannya dan melihat ke arah Ua nya Bira.


"Benarkah, aku juga merasa seperti itu, dia terlihat tidak nyaman dan seperti sedang merasakan sesuatu, tapi setiap aku bertanya dia hanya menjawab tidak apa-apa " jawab Regan


"Jangan dulu bilang apa-apa sama si neng nya biar neng Bira nya merasa tenang, apalagi ini melahirkan anak pertama, neng Bira pasti ngerasa takut " ucap ua nya Bira


Regan mengerti da mengangguka kepalaya mengerti


Aku up dobel ya mudah-mudahan lolosnya barengan...Happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2