AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 24


__ADS_3

Pagi yang cerah matahari bersinar dengan terangnya burung-burung berkicau saling bersahutan,seperti sedang menyambut kedatangan pagi. Di dalam sebuah rumah besar, Rumah kediaman Wijaya.


"Selamat pagi tuan muda" Seorang pria paruh baya mengucapkan salam sambil membungkukan badannya.


"Pagi" Jawab seorang pria muda dan tampan itu. "Bagaimana kau sudah tau siapa gadis itu" Tanya nya penasaran. Ya, pria muda itu adalah Rama putra tunggal dari keluarga Wijaya.


"Sudah tuan muda" Jawab pria baruh baya itu. "Namanya Sabrira Maharani usia 20 tahun dia tinggal di kediaman Maheswara sebagai Asisten Rumah Tangga. Dia bekerja bersama bibinya. Dia datang dari desa X . Anak tunggal dari pasangan pak Bahri dan ibu Badriah, dan sekarang nona Sabira menjalin hubungan dengan tuan muda Regan Maheswara. Rencananya hari ini mereka akan pergi ke Desa X untuk menemui orang tua nona Sabira.


"Ternyata benar dugaanku kalau Sabira ada hubungan dengan Regan, Sungguh aku tidak suka pada pria itu. Seandainya aku yang pertama berjumpa dengan Sabira" Gumam Rama


"Tuan muda Rama" Panggil pria paruh baya itu


"Ada apa pak Sam"


"Tuan besar dan nyonya sedang menunggu anda di bawah"


Rama menghembuskan nafas kasar "baiklah"


"Betapa tidak beruntungnya aku jatuh cinta dan patah hati di saat yang bersamaan" Lirih Rama.


***


Sedangkan di kediaman Maheswara, ibu Rita menghampiri Regan di kamarnya.


tok tok tok


"Masuk saja tidak di kunci" Balas Regan


"Mamah, ada apa mah ?"


"Regan hari ini kau jadi berangkat ke rumah Bira ?"


"Iya mah , kenapa?"


"Apa kamu sudah siap dengan semuanya, maksud mamah kamu siap menjadi seorang suami?" Tanya ibu Rita.


"Tentu saja mah, Regan sangat siap " Jawab Regan sangat lugas. Ibu Rita tersenyum mendengar jawaban Regan.


"Sepertinya kamu memang sudah tidak sabar ya untuk menikahi Bira."


"Iya mah, Regan tidak mau kehilangan Bira jujur saja sebenarnya Regan tidak nyaman dengan seseorang, sepertinya ada pria lain yang menginginkan Sabira ." Keluh Regan


"Siapa ? bukankah dia tidak pernah bertemu dengan siapa pun selain keluarga kita ? "Heran ibu Rita


" Putra tunggal keluarga Wijaya, dari cara dia melihat Sabira saja Regan sudah tau kalau dia menyukai Bira." Jawab Regan.


"Dimana kamu bertemu dengannya ?"


"Di pesta kemarin mah, dia menolong Sabira dari serangan Sintia kemarin."

__ADS_1


"Sintia ??? apa yang dia lakukan pada Bira" Kesal ibu Rita


"Dia mendorong Sabira hingga kepala dan tangannya terluka, makanya Regan membawa Bira pulang duluan. Bira juga bilang kalau Sintia menghinanya bahwa dia menjual diri pada Regan" Regan benar-benar marah jika dia mengingat ucapan Sintia pada Sabira.


"Dasar perempuan ular, untung saja Revan tidak jadi menikah dengannya"


"Kita bersyukur pada Tuhan kalau kejadian kemarin mempunyai hikmah yang indah untuk keluarga kita " Ucap Regan.


"Kamu benar Regan mamah sangat bersyukur Revan tidak jadi menikah dengan Sintia"


"Mas suamiii, Bira udah siap nihh " Tiba-tiba Bira muncul di depan kamar Regan" Bira kaget ternyata ada calon ibu mertuanya di sana. "Eh ada ibu, maaf ya bu kirain Bira ga ada ibu" Sabira malah terkekeh, ibu Rita tersenyum.


"kamu sudah siap Bira ?" Tanyanya


"Bira udah siap bu, Bira cuman bawa hati Bira aja buat mas Regan "


"Kamu ini ya dasar nakal "


"Kenapa kamu tidak membawa apa pun, kita akan pergi jauh dan kamu tidak membawa bekal" Tanya Regan


"Baju-baju Bira kan ada di sana, jadi ga usah bawa baju lagi, kalau uang mah Bira bawa tenang aja lagian kesananya juga kan ga pake ongkos kan naik mobilnya mas Regan yang gantengg"


"Dasar ubur-ubur"


"Kamu udah bilang sama orang tua kamu Bira kalau Regan akan kesana?" Tanya ibu Rita


"Iya bu tenang aja, Bira udah bilang kalau Bira bakal pulang sekalian bawa calon menantu buat emak sama abah" Ibu Rita menganggukan kepala.


"Siaapp bu, lagian emak sama abah pasti setuju bakal punya menantu ganteng modelan kaya artis gini, paket lengkap lagi."


"Kamu pikir aku ini ayam goreng paket lengkap !!!" Kesal Regan namun Bira hanya terkekeh.


"Jangan marah atuh nanti gantengnya berkurang" Bujuk Bira tapi Regan memalingkan muka.


"Bira, kamu yang sabar ya Regan memang seperti itu, tapi sebenarnya dia sangat baik dan penyayang" Ucap bu Rita.


"Iya bu, stok sabar Bira mah banyak banget buat mas Regan semua" .Bira dan ibu Rita pun tertawa.


"Baiklah hari sudah mulai siang sebaiknya kalian cepat berangkat."


****


Di dalam mobil "mas Regan" panggil Bira


"Apa ?"


" Emangnya mas Regan tau alamat rumah Bira dimana ?"


"Pertanyaan konyol apa itu, jangan bilang kamu tidak tahu rumah mu dimana? " Regan kesal

__ADS_1


"Alamatnya mah tau atuh, cuman jalannya ga tau kan Bira kesini naik bis Bira ga inget jalannya apalagi baru sekali lewatnya." Regan berdecak


"Ckk kemarikan indentitasmu" pinta Regan Sabira oun menyerahkan ktpnya.


"Apa ini, fotomu jelek sekali" Regan menertawakan foto Sabira


"Mau liat alamat atau mau liat fotonya yang penting mah kenyataannya mah cantik" Kesal Bira mengerucutkan bibirnya.


Mereka pun mulai perjalanan ke rumah Sabira, perjalanan yang cukup jauh hingga menempuh 5 sampai 6 jam karna ada kemacetan.


"Bira apa masih jauh ? Tanya Regan


"Bentar lagi" Jawab Bira


"Dari tadi sebentar lagi tapi tidak sampai-sampai jangan bilang kamu juga tidak ingat jalan ini"


"Kalau dari sini mah Bira tau atuh, kalau udah nyampe juga Bira nanti kasih tau "


Hari pun sudah mulai gelap saat sampai di rumah Bira. "Tuh rumah Bira yang depan yang pinggirnya sawah yang cat putih"


Regan pun melajukan mobilnya agar segera sampai ke rumah Bira. Tak berselang lama akhirnya mereka sampai di rumah Bira.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Neng !!!" Sabira mencium tangan ibu nya dan saling memeluk. " Emak kangen sama eneng"


"Bira juga kangen sama emak, abah mana mak ?"


"Lagi ke mesjid , ini calon menantu teh ya ampun meni rilpik sesuai gambarnya Neng"


Regan hanya tersenyumelihat ternyata ibu dan anak sama absurdnya.


"Apa kabar bu? " Regan mencium tangan emak Bira


"Alhamdulillah baik, ayo masuk dulu pasti kalian cape"


Rumah Sabira memang tidak besar, sangat jauh bila di bandingkan dengan rumah Regan, tapi rumah ini terlihat sangat asri bersih dan sangat nyaman menurut Regan.


"Sok minum dulu sambil istirahat nak Gagan" Ucap emak Bira


"Regan mak, bukan Gagan " Bantah Bira


"Biar gampang manggilnya, ga pa pa kan nak Gagan ?"


"Iya tidak apa-apa" Ucap Regan ramah


"Ya ampuun emak meleleh punya menantu kaya gini mah, kalau masih ada emak mau tuker tambah lah sama abah" Emak Sabira cekikikan.


Regan hanya tersenyum melihat kelakuan ibunya Bira, "Ternyata sifat absurdnya menurun dari ibunya" gumam Regan.

__ADS_1


***


Terus dukung Neng Bira ya 😊🙏


__ADS_2