AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 38


__ADS_3

Apa maksudmu? Tanya Siena


"Asal kamu tau Regan menikah dengan seorang pelayan di rumahnya, seleranya memang sangat rendah " Sinis Sintia


"Apa matanya memang sudah rusak, seorang Regan Maheswara yang terkenal sangat tampan dan dingin menikah dengan seorang pelayan,itu sangat aneh" Timpal mery


"Gadis kecil itu sangat menyebalkan,aku tidak suka padanya, jika bicara mulutnya seperti petasan saja sangat menyebalkan , Ingin sekali ku tarik saja bibirnya " Ucap Siena


"Kamu benar, gadis itu sangat menyebalkan aku ingin sekali meremas mulutnya"


"Bukankah dia sekarang ada di apartement yang sama denganmu Siena, kenapa kita tidak kesana saja untuk memberinya pelajaran" Ajak Sintia


"Jangan sekarang, di sana ada Regan kita tunggu waktu yang tepat untuk memberinya pelajaran " Timpal Sintia.


****


Di apartement


Regan mulai melakukan pekerjaanya di apartement, dia sedang berkutat di depan laptopnya dari tadi. Banyak sekali pekerjaannya yang menumpuk selepas pernikahannya. Sedangkan Bira dari sejak tadi sedang asyik di depan ponselnya, sambil sesekali tertawa cekikikan entah apa yang dia lihat, hingga beberapa kali membuat suaminya meliriknya aneh.


"Mas suami, ponselmu mana" Panggil Bira


"Di sini, kenapa? "


"Bira mau liat foto Bira yang di hp mas suami, yang kemaren di pantai mau di kirim ke hp Bira"


"Kesini ambilah" Bira pun menghampiri Regan dan mengambil ponselnya. Kemudian dia melihat-lihat galeri di ponsel suaminya.


"Wuaaahhh foto-foto Bira cantik semua, Bira udah mirip kaya foto model ini mah" Pujinya melihat fotonya sendiri. Regan hanya diam saja mendengar istrinya berceloteh dengan berisiknya.


"Mas Regan kalo Bira jadi model, kaya nya cocok ya " Ucap nya sambil senyum-senyum menyebalkan


"Model itu tubuhya tinggi dan langsing, bukan pendek dan kecil sepertimu" Regan bicara tanpa melihat ke arah istrinya. Sabira mencebikan bibir.


"Cihh, bilang aja iri sama Bira ,fotonya Bira bagus semua, muka mas suami lebih mirip kanebo basah selalu bilang pendek dan kecil tapi tiap hari selalu minta, dasar raja neptunus" Omel Bira


Regan membiarkan Sabira yang sedang mengomel tidak jelas, dia tidak ada waktu untuk meladeni omongan absurd istrinya yang membuat mood nya nanti menjadi seperti rooler coaster. Diam adalah jalan damai untuk Regan saat ini, dia tidak mau berdebat dengan istrinya, bagaimana kalau Bira nanti menyuruhnya tidur di ruang tamu .

__ADS_1


Oh tidak bisa, Regan tidak mau membayangkan dia tidur sendiri tanpa mendekap istri kecilnya yang sangat cerewet. Lagipula pekerjaannya sedang sangat banyak, dia ingin fokus untuk bekerja dulu.


"Tapi ini ada yang komen, katanya Bira cantik banget cocok buat jadi model" Terus saja mengatakan hal yang sama sambil tertawa.


"Coba saja kalau berani menjadi model, aku akan mematahkan kakimu, aku tidak suka ada orang lain melihat wajahmu kamu dengar itu" Ucapnya serius.


"Ishh Bira kan cuma bercanda, lagian suami Bira uangnya udah banyak, nanti tinggal minta aja sama mas suami, ga usah jadi model "


"Bira " Panggil Regan


"Ya" Jawab Bira


"Kamu melihat lakban, aku lupa menyimpannya dimana? Ucapnya dengan wajah serius


"Ada di laci depan sama guntingnya, Kemaren Bira simpen di situ. Regan pun bangun dan mencari lakban beserta guntingnya. Setelah menemukannnya Kemudian dia mengambilnya dan kembali duduk ke tempat kerjanya sambil menggunting lakbannya itu dengan ukuran pendek.


Bira yang penasaran pun bertanya. "Mas Regan itu lakbannya buat apa?" Regan pun bangun dan menghampiri Bira sambil membawa potongan lakban ke depan Bira. Kemudian Regan pun langsung mencium bibir istrinya dengan lembut. Setelah melepaskan ciumannya Regan tersenyum,kemudian Regan menaruh lakban di mulut Sabira.


"Lakban ini untuk menutup mulutmu yang cerewet itu"Regan pergi sambil tertawa setelah membuat istrinya kesal dengan apa yang dia lakukan.


Bira yang kesal langsung membuka lakban di mulutnya


Regan hanya tertawa mendengarnya.


****


Malam hari Bira hendak menyiapkan makan malam untuk Regan, tapi Regan malah mengajaknya makan di luar. Dengan alasan istrinya tidak boleh lelah. Padahal Bira tidak merasa lelah sama sekali, justru dia merasa jenuh jika dia diam saja di rumah. Bira tidak ingin ada art yang membantunya di rumah. Dia ingin menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Makanya Regan berinisiatif mengajaknya makan di luar agar istrinya tidak perlu lelah memasak.


***


Di dalam mobil


"Sayang hari ini kamu mau makan apa? " Tawar Regan


"Bebaslah Bira mah" Jawab Bira


"Jangan bilang ingin makan penghuni bikini bottom lagi, aku ingin makan yang lain "

__ADS_1


"Bebas, gimana mas Regan aja Bira mah"


Akhirnya Regan mengajak Bira ke restoran yang cukup mahal dengan suasana yang sangat indah, dia ingin makan malam yang spesial bersama istrinya.


Di sana Regan dan Bira pun mulai memesan makanan. Pelayan restoran memberinya buku menu untuk memilih makanan apa yang akan di pesan pasangan ini. Bira menyimpan buku menunya di meja tanpa memesan apapun membuat Regan bingung, apa istrinya tidak suka makan si restoran itu.


"Ada apa? Kenapa tidak memilih makanan? " Tanya Regan.


"Bira pusing ga ngerti makanannya, pesenin aja sama mas Regan ya " Pinta Bira, Regan pun menganggukan kepalanya. setelah itu pelayan pun pergi untuk menyiapkan makanan yang mereka pesan. Saat sedang menunggu makanan ponsel Regan berbunyi


"Hallo pah, ada apa? " Tanya Regan sambil terus mendengarkan apa yang papanya bicarakan di telepon


"Ya pah besok Regan ke kantor, sebentar pah suaranya tidak jelas Regan keluar dulu soalnya Regan sedang ada di Restoran.


"Bira, aku keluar dulu sebentar mau bicara dengan papa " Bira pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu Regan pun pergi ke luar, kini Bira sendiri di dalam karna bosan akhirnya Bira memainkan ponselnya sambil menunggu pesanannya datang.


"Hey hey lihat siapa ini ?" Tiba-tiba ada seorang gadis cantik bicara dengannya. Bira pun hanya menoleh melihatnya.


"Sedang apa kamu di sini ?" Tanyanya sinis


"Sedang duduk" Ucapnya polos Siena mendengus kesal mendengarnya.


"Maksudku apa yang kamu lakukan di sini ?" Tanya Siena geram.


"Kalau orang di restoran itu ya mau makan atuh, bukannya mau berenang aneh-aneh aja nanya teh" Jawab Bira


"Kamu sendiri ? " Tanya Siena menyelidik


"Iya " Sabira berbohong, Siena tersenyum smirk melihat Sabira. "Berarti di sini tidak Regan" gumamnya.


"Siena sedang apa kamu di sini, ayo cepat aku sudah pesan mejanya " Tiba-tiba Sintia datang menghampiri. Sejak pertemuannya dengan Siena waktu itu. Kini mereka menjadi dekat.


"Sebentar Sintia, lihat siapa yang ada di depan kita " Ucapnya kepada Sintia. Sintia pun menoleh dan melihat Sabira sedanh duduk sendirian di meja itu.


"Woowww, sungguh sangat kebetulan " Dia tersenyum sinis.


****

__ADS_1


Assalamualaikum maaf semuanya atas keterlambatan update di karna kan kemaren masih sibuk bolak balik mudik 😊🙏 di tambah jaringan yang susah jadi tambah susah mau update juga 😪, buat yang takut konflik tenang aja ya, novel Bira mah ga bakalan ada konflik berat, Mimin udah bilang di part sebelumnya mimim cuman kasih micin dikit biar ceritanya jadi gurih gurih nyooy udah kaya tahu bulat aja😆😆, udah dulu happy reading ya 😘


__ADS_2