AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 64


__ADS_3

"Timmy, kau kenal dengan mereka ?" tanya Rama pada Anggi


"Kenalah, mereka kan adik iparnya si tayo temen aku" jawab Anggi


"Siapa Tayo ?" Tanya Rama heran mendengar nama yang sedikit aneh di telinganya


"Tayo itu Yura temen sekolah aku dulu, dia kan nikahnya sama om Revan kakaknya Mr kanebo " jawab Anggi


Benarkah...?" Rama masih merasa heran ternyata dunia ini sangat sempit pikir Rama.


TImmy, beneran kamu mau nikah sama dia ? tanya Bira


"Iya...' jawab Anggi


"Kok bisa...?" tanya bira heran


"Ya itu karena kita jodoh " Anggi langsung menggandeng tangan Rama dengan mesra


"Lumayan juga akting anak kam-bing ini " gumam Rama dalam hati


"Ku kira kau akan melamar asistenku karena perjodohannya batal " ucap Regan pada Anggi masih dengan senyum meledeknya


"Calon imam batal di jodohinnya ?" tanya Anggi antusisias


"Iya, dia menanyakanmu " bohong Regan


"Kok telat sih ngasih tau nya, patah hati nihh" Anggi lesu


"Benar-benar anak kam-bing ini, calon suamimu ada di sini dan kau patah hati dengan asistennya, bahkan uangku jauh lebih banyak dari asisten orang ini yang gajinya harus di potong setiap bulan oleh manusia berwajah datar itu " cerocos Rama pada Anggi, Anggi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung harus menjawab apa.


"Aku memang memotong gajinya, tapi aku menggantikannya dengan bonus yang besar, asistenku tidak semiskin yang kau pikir, gajinnya lebih dari cukup untuk memberi anak kam-bing ini makan beserta anak-anaknya nanti jika menikah dengan asistenku" jawab Regan tidak mau kalah.


"Anak kam-bing ini akan menikah dengan ku bukan dengan asistenmu dasar manusia menyebalkan " Setelah mengatkan itu Rama langsung pergi membawa Anggi pergi dari sana.


Regan tertawa senang melihat Rama kesal


"Mas emangnya bener, kalo mas Bagas nanyain Anggi " tanya Bira

__ADS_1


"Tidak, aku hanya berbohong saja padanya" jawab Regan cuek


"Terus kenapa tadi mas bohong sama mas Rama ?" tanya Bira penasaran


"Aku tidak suka padanya makanya aku ingin mengerjainya " jawab Regan cuek


"Jangan benci sama mas Rama gimana nanti kalo mukanya mirip sama mas Rama " ucap Bira polos, karena itu mitos yang ia dengar jika sedang hamil jangan membenci seseorang karena nanti wajah anaknya akan mirip dengan orang yang di benci.


"Enak saja mirip denganya, kamu mencetaknya denganku bukan dengan si patrick itu" ucap Regan kesal


Bira dan Regan pun melanjutkan rencana mereka untuk berbelanja . Mereka pergi ke toko khusus peralatan dan pakaian bayi.


Bira memilih pakaian untuk anaknya dengan sangat senang, baju-baju mungil itu kelak akan di pakai oleh anaknya, mulai dari pakaian, peralatan semua Bira yang memilihnya . Bira benar-benar merasa bahagia hari ini, hingga ia benar-benar merasa kelelahan . Melihat istrinya kelelahan Regan langsung meyuruh Bira untuk duduk.


"Kamu lelah ?" tanya Regan


"Iya, kepala Bira jadi pusing " jawabnya dengan wajah yang agak pucat


"Kita pulang saja besok kita lanjutkan belanjanya ya " Bira mengangguk setuju karena dia sudah merasa kelelahan berbelanja. Masih ada waktu pikirnya karena kandungannya juga masih berusia tujuh bulan.


Di mobil BIra terus megusap pinggangnya yang terasa pegal, dia juga duduk tidak tenang membuat Regan khawatir melihatnya.


"Ga mas, Bira ga apa-apa kok cuman pegel aja "


"Aku takut kenapa-napa sayang ,jangan membuatku khawatir " Regan terus menatap istrinya sambil menyetir.


"Ini karena Bira terlalu lama berdiri tadi, Bira pengen cepet sampe rumah aja, Bira pengen cepet tiduran " ucap Bira dia tidak ingin suaminya khawatir yang di rasakannya memang hanya pegal.


Regan mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai di rumah dan membawa Bira istirahat . Setelah sampai di rumah Regan langsung membawa Bira ke kamarnya dan menyuruhnya berbaring setelah mencuci tangan dan kakinya.


"Maafin Bira ya mas, Bira terlalu lama belanja tadi soalnya Bira seneng lait baju-baju sama peralatan bayi " ucapnya pada Regan ,Bira merasa bersalah suah membuat suaminya khawatir.


"Tidak apa-apa ku mengerti " ucap REgan sambil membelai rambut istrinya. Bira yang kelelahan pun langsung tertidur apalagi usapan lembut di kepala yang di lakukan Regan membuatnya tidak lama langsung terlelap. Melihat istrinya yang sudah tertidur Regan lekas mandi dan melanjutkan pekerjaanya yang tertunda hari ini karena harus mengantar istrinya berbelanja.


Hingga selama dua jam dia berkutat di laptopnya istrinya itu masih tertidur dengan nyenyak. Regan pun beranjak dari duduknya dan pergi mengambil minum ke bawah . Namun saat turun ke bawah dia mendenagr suara orang yang sedang mngobrol dan tertawa, karena penasaran Regan pun langsung melihat ada siapa yang datang.


Ternyata di sana ada Revan si junior dan istrinya Tayo bis kecil ramah sedang mengobrol dengan mamah Rita. Regan pun menghampiri mereka setelah mengambil minum di belakang.

__ADS_1


"Regan, mana Bira ?" tanya mamah Rita karena biasanya anaknya tuan kanebo kering itu selalu terlihat bersama dengan istrinya.


"Bira sedang tidur mah, dia kelelahan " jawab Regan


"Dia kelelahan pasti karena ulahmu iya kan Regan " ucap mamah Rita


"Kenapa jadi aku ?" tunjuk Regan kepada dirinya sendiri


"Kamu yang sudah membuatnya kelelahan, karena keinginanmu yang selalu ingin menengok bayimu " jawab mama Rita enteng


"Bira kelelahan karena habis belanja dia sakit pinggang katanya tadi, makanya aku menyuruhnya tidur,aku jarang menjenguk bayiku sekarang Bira menjatahnya satu minggu sekali, gara-gara ucapan dokter itu, harusnya kemarin aku mengganti dokter kandungan Bira " ucap Regan kesal sudah jatahnya menjenguk anaknya di kurangi, sekarang ibunya malah mengomel menyalahkannya


Revan yang mendengar si kanebo kering menggerutu merasa senang, karena biasanya si kanebo itu selalu meledeknya si junior gara-gara masalah bercinta. Sekarang si kanebo merasa gusar karena jarang mendapat jatah dari istrinya.


Mendengar Revan tertawa Regan hanya mendelik "kenapa kau tertawa ?" tanya Regan kesal


"Wajahmu sangat kacau senior " ledek Revan, Regan berdecak


"Kau jug akan merasaknnya nanti " jawab Regan


"Yura, apa kamu memakai kontrsepesi sayang " tanya mamah Rita


"Engga mah " jawab Yura


"Tidak apa-apa kalau kamu hamil ? kamu masih sangat muda Yura " ucap mamah Rita


"Ga apa-apa mah justru Yura seneng kalo Yura hamil " ucap Yura


"Syukurlah, mamah ingin segera menimang cucu-cucu mamah pasti sangat menyenangkan, rumah ini akan ramai jika cucu mamah sudah lahir.


"kau itu masih anak-anak, sudah ingin punya anak " ucap Regan kepada Yura"


"Lucu kan kalo Yura punya anak, nanti Yura sama anak Yura keliatan kaya kakak adik " ucapnya tersenyum


"Benar juga, tapi nanti anakmu akan menyangka kalo Revan adalah kakeknya nanti " ledek Regan


"Sialan kau...." ucap Revan sambil melempar bantal kepada Regan

__ADS_1


Yang nanyain konflik di novel ini, mimin mau jelasin kalo in cuma novel ringan ya teman-teman ga ada konflik berat di ceritanya 😊🙏


__ADS_2