AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 30


__ADS_3

Hari resepsi pun telah tiba, Sabira kini sudah di rias dengan sangat cantik begitupun keluarga Sabira semua sudah hadir. Pesta resepsi pernikahan putra kedua Maheswara, Regan Maheswara yang di selenggarakan sangat mewah di hotel berbintang. Semua orang berdecak kagum dengan desain interiornya yang sangat elegan, dan yang lebih mengagumkan adalah Regan yang di kenal sebagai pria dingin dengan sejuta pesona yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun , kini tiba-tiba menikah dengan gadis pilihannya hingga membuat banyak gadis patah hati karnanya.


Semua yang hadir pun sangat penasaran siapa gadis yang mampu mencairkan gunung es itu. "Gadis itu sangat imut, pantas saja Regan jatuh cinta padanya" Ucap seorang gadis di pesta itu


"Kamu benar kalau saja tau kalau Regan suka gadis dengan tipe seperti itu aku pasti dari dulu mengubah penampilanku" Jawab rekan gadis itu


"Gadis itu hanya beruntung saja" Ucap seorang gadis cantik tinggi langsing dengan rambut panjang tergerai dengan nada seperti tidak suka.


"Hai Siena, aku pikir kamu yang akan menikahi Regan, ternyata pesona mu tidak bisa membuat Regan tertarik ya" Ucap salah satu gadis di sana.


"Aku kan sudah bilang itu hanya keberuntungan saja" Siena berdecih.


"Ya kamu benar gadis itu sangat beruntung bisa menikah dengan Regan yang sangat tampan"


"Di dunia ini banyak pria tampan bukan hanya dia" Tiba-tiba Rama datang dan menyela pembicaraan ketiga gadis itu.Ketiga gadis itu pun langsung melihat ke arah Rama.


"Kamu, kamu Rama Wijaya kan ?" Tanya Siena


"Benar, bukankah aku juga termasuk pria tampan, mapan dan juga kaya ?" Rama menganngkat alis


"Iya, tentu saja kamu juga salah satu idolaku" Ucap salah satu gadis itu


"Iya kamu adalah salah satu pengusaha muda yang sukses dan anak tunggal keluarga Wijaya"


"Menurut kalian gadis itu beruntung menikah dengan Regan?" Tanpa menanggapi semua perkataan dari ketiga gadis itu.


"Hanya keberuntungan bukan beruntung, aku harap pernikahan mereka tidak akan lama" Ucap Siena


"Aku pun berharap begitu" Timpal Rama


"Maksudmu ???" Siena heran dengan ucapan Rama


Rama melihat dingin ke arah Siena "Bukan urusanmu" Sambil berlalu pergi.

__ADS_1


"Pria yang aneh" Gumam Siena


Rama pun pergi ke arah Regan dan Sabira untuk memberikan selamat. "Selamat atas pernikahan kalian" Rama menjabat tangan Regan tetapi dengan pandangan terus melihat ke arah Sabira. Dan itu pun tak luput dari pandangan Regan.


"Terima kasih" Ucap Regan dingin sambil melingkarkan tangannya pinggang Sabira. kemudian Rama menjabat tangan Sabira


"Terima kasih" Ucap Sabira sambil tersenyum


"Sama-sama Nona, aku harap kita bisa bertemu lain waktu" Ucap Rama tersenyum.


"Sepertinya kamu terlalu lama memegang tangan istriku tuan Rama Wijaya" UCap Regan dingin.


Rama pun menatap dengan tatapan dingin kepada Regan " Mari Nona saya duluan" pergi tanpa menghiraukan ucapan Regan.


"Aku tidak suka pria itu" Regan berdecak kesal


"Ya iya atuh, mas Regan ga boleh suka sama laki-laki, Bira ga rela ya kalo mas Regan suka sama dia" Ucapnya polos Regan langsung menatap Sabira dengan tatapan tajam.


"Aku ingin memakanmu sekarang" Regan berucap sambil terus menatap tajam pada Sabira


"Makan aja da Bira teh nasi bisa di makan" Sambil mencebik Regan langsung menggigit pipi Bira dengan gemas.


"Aaarggghh, kenapa kamu menginjak kakiku dasar ubur-ubur" Regan merasa kesakitan karna kakinya di injak oleh Sabira apalagi Bira menggunakan high heels yang ujungnya runcing.


"Kenapa mas Regan melototin Bira ??? Bira jadi kesel makanya Bira injek tuh kaki" Kesal Bira


"Dasar tidak peka lemot pula" Kesal Regan, dan satu injakan lagi dia dapatkan. "Terus saja kamu siksa suamimu ini, kamu senang melakukan kdrt pada suamimu" Regan meringis sedang Bira hanya acuh.


****


Akhirnya resepsi pernikahan pun selesai, Bira dan Regan tidak langsung pulang mereka menginap di hotel itu begitupun dengan keluarga Sabira, mereka semua menginap di hotel itu sebelum besok melakukan perjalanan pulang.


"Bira cape ihhh, badan Bira pegel kaki Bira juga pegel ternyata nikah itu cape ya, Bira ga mau nikah lagi" Ucapnya polos

__ADS_1


"Memangnya kamu menikah lagi dengan siapa ?" Ucap Regan kesal dengan ucapan istrinya sedangkan istrinya hanya tertawa.


"Mas suami jangan marah-marah terus atuh nanti teh cepet tua" Tanpa merasa bersalah dengan ucapannya


"Itu karna kamu terus membuatku kesal dasar ubur-ubur" Regan langsung merebahkan diri di kasur king sizenya karna merasa lelah.


"Mas suami Bira mau mandi dulu ya, badan Bira ga enakeun rasanya lengket" Mendengar kata mandi pikiran Regan langsung berkelana, sepertinya mandi bersama akan menyenangkan. Regan langsung bangun dan duduk di tempat tidur


"Mau aku mandikan" Ucap Regan tersenyum


"Ga usah Bira udah gede bisa mandi sendiri" Sambil pergi meninggalkan Regan ke kamar mandi.


"Huufftt" Menghela nafas kasar, "Makhluk bikini botom itu memang tidak peka" Sambil berguling di kasur kesal dengan kepolosan istrinya.


Setelah selesai mandi kini mereka berdua tengah ada di tempat tidur. Regan hanya diam, dia sedang berpikir tentang Rama " Apa dia menyukai ubur-ubur ini" Regan berpikir kalau Rama menyukai Sabira.Melihatnya dari cara memandang istrinya Regan berkeyakinan jika Rama memang menyukai istrinya.


"Kenapa sekarang aku seperti makhluk kuning dan temannya si bintang laut yang sedang berburu ubur-ubur" Regan tiba-tiba tertawa membayangkan dirinya seperti makhluk kuning dan Rama temannya si bintang laut yang sedang bernyanyi di ladang ubur-ubur sambil membawa jaring "Sungguh menggelikan" Regan bicara sendiri. Sabira merasa aneh melihat suaminya tiba-tiba tertawa sendiri .


"Mas Regan kesurupan ?" Tanya Bira mendengar istrinya bicara dia langsung tersadar. "Ya ampun apa aku sudah gila, ternyata virus aneh ubur-ubur ini menular padaku, bagaimana aku bisa tertawa sendiri" Ucap Regan dalam hati.


"Tidak, mana mungkin" Jawab Regan


"Alhamdulillah, kirain kesurupan Bira takut mana disini ga ada pak ustadz" Ucapnya polos, mendengar ucapan istrinya membuat Regan gemas dan ingin memakannya. Kemudian Regan langsung memeluk dan mencium Sabira dengan lembut lagi dan lagi dia tidak merasa bosan mengecap bibir istrinya yang terasa sangat manis hingga membuatnya candu.


Kini tubuh Regan sudah berada di atas Bira, tangannya pun tidak diam terus meyentuh semua yang dia suka. Regan pun melepaskan pagutannya melihat istrinya tersengal kehabisan nafas.


"Mas Regan Bira takut sakit lagi " Rengek Bira


"Sekarang tidak akan sakit lagi" Sambil mengecup lembut kening istrinya.Kini mereka pun menyatukan diri menghabiskan malam ini dengan bercinta.


****


Terus dukung Sabira si ubur-ubur bikini botom ya 🙏😍 biar semangat updatenya. Alhamdulillah berkat kalian semua novel ini masuk rekomendasi lohh 😍😍 makasih lope lope pokoknya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2