
Sudah sebulan berlalu keadaan Bira sudah semakin membaik kini dia sudah lancar berjalan, tangannya pun sudah tidak terlalu sakit. Hanya saja aktivitasnya masih di batasi. Karena Regan yang selalu cerewet mengingatkannya.
Untungnya mengasuh Reby bisa di bantu oleh Salsa.jadi Bira tidak terlalu lelah. Hari ini Bira merasa bosan dan ingin pergi keluar untuk jalan-jalan. Bayangkan saja selama beberapa bulan ini Bira hanya diam di rumah dan tidak kemana-mana. Dan kini merasa sudah sembuh dan ingin pergi keluar, tapi susah sekali mendapat ijin dari Regan.
Akibat kecelakaan kemarin Regan semakin protektif saja pada Bira. Bira di ijinkan keluar asal berangkat dengan Regan, jika tidak jangan harap. Tapi saat ini Regan sama sekali tidak ada waktu senggang untuk menemaninya pergi ke luar. Sedangkan saat ini pekerjaannya sangat banyak dan tidak bisa di tinggalkan.
"Mas, Bira perginya deket kok ke mall yang deket kantor mas suami di sana, Bira cuma mau cuci mata aja bosen tahu di rumah terus, lagian berangkatnya juga sama mamah sama Salsa Bira ga sendiri kok.
"Aku tidak mengijinkanmu Bira, cukup kejadian kemarin saja aku gagal menjagamu, aku tidak ingin gagal lagi mengerti " ucap Regan tegas
Mendengar Regan mengucapkan itu, Bira langusng terdiam. Bira mengerti kekhawatiran Regan, dan Bira juga tidak mau hal itu terjadi lagi. Akhirnya dia memilih diam dan tidak mau berdebat. Kemudian Bira pun duduk di pinggir tempat tidurnya.
Regan mengerti dengan keinginan Bira. Sebenarnya keinginannya itu tidak seberapa, namun ketakutan Regan sangatlah besar . Melihat istrinya sedih Regan jadi tidak tega kemudian menghampirinya dan duduk bersisian dengan Bira.
"Sayang, maaf kan aku bukan aku bermaksud melarangmu pergi, tapi aku takut kejadian kemarin terulang lagi. Kamu mengerti kan kehawatiranku " ucap Regan sambil membelai lembut pipi istrinya dan menghadiahkan kecupan lembut di sana. Bira pun hanya mengangguk saja." Baiklah kamu boleh pergi tapi denganku" ucap Regan karena merasa tidak tega.
Senyum pun terbit di bibir Bira yang indah yang selalu membuat candu suaminya. "Tapi kan katanya sekarang mas suami ada rapat penting " ucap Bira
"Selesai rapat kita pergi " jawabnya
"Makasih mas suami " Bira yang senang langsung memeluk tubuh kekar suaminya, tubuh yang selalu membuatnya nyaman dan merasa terlindungi. Regan pun merasa bahagia dan membalas pelukan istri kecilnya. "Ini tidak gratis , kamu harus membayarnya nanti malam " bisik Regan
"Uhhh, selalu aja minta bayaran " Bira mengerucutkan bibirnya dan....
Cup
Regan langsung menciumnya " Jangan menggodaku pagi ini, rapat ini sangat penting untukku " ucap Regan
"Bira itu ga pernah goda mas suami ya, mas suaminya aja yang selalu tergoda " balas Bira
"Benar kau terlalu menggoda sayang " ucap Regan hingga Bira dan Regan pun tertawa bersama.
🍁🍁🍁🍁
*
*
Karena selesai rapat Regan akan pergi, maka Bira ikut langsung dengan Regan . Tidak lupa Salsa dan Reby juga ikut. Mereka nanti akan menunggu di ruangan khusus untuk mereka, agar mereka bertiga merasa nyaman saat menunggu Regan.
__ADS_1
Dan kini mereka bertiga sudah ada di dalam mobil, Regan meminta Bagas untuk datang menjemput mereka. Bagas dan Salsa duduk di depan dengan Reby di pangkuan Salsa sedangkan Regan dan Bira duduk di belakang. Dengan Regan terus menempel di tubuh Bira seakan tidak mau menjauh sedikitpun. Hingga keberadaan duo jomblo yang sedang duduk di depan pun kini hatinya sedang meronta-ronta minta pacar kalau bisa minta menikah sekalian.
"Hey, kalian berdua jangan pura-pura tidak kenal" ucap Regan
"Memangnya kami harus apa pak, saya sedang fokus menyetir " jawab Bagas
"Iya, Sasa juga sedang fokus memegang Reby "timpal Sasa.
"Anakku sedang tidur, fokus bagaimana maksudmu, apa kau terus memandangi wajah anakku. Lebih baik kau memandang pria jomblo di sampingmu agar status kalian bisa berubah " ledek Regan
"Udah deh mas, jangan cerewet ihh..." timpal Bira
"Kalau Sasa terus mandangin A Bagas, Sasa takut " ucap Sasa
"Takut apa, mas Bagas ganteng gitu " ucap Bira
"Takut jatuh cinta...." ucap Salsa tersenyum Bira yang mendengarnya pun langsung tertawa.
Jangan tanyakan wajah Bagas seperti apa, karena wajahnya kini sudah mirip kepiting rebus yang siap santap.
"Kau minta di hukum nyonya, suami tampanmu ada di sampingmu sekarang dan kau malah memuji pria lain" ucap Regan cemburu kepada asistennya.
"Benarkah ?" tanya Regan dengan senyum mengembang. Bira mengangguk sambil tersenyum
"Ah, aku jadi ingin menghukumu sekarang " ucap Regan sambil memeluk Bira erat.
Ehhmmmmm.....
Bagas sengaja berdehem agar kedua makhluk di belakangnya tidak melakukan adegan dua puluh satu plus-plus, higga kedua mata jomblo ini akan ternoda.
"Dasar asistent menyebalkan kau mengganggu saja " kesal Regan, namun Bira dan Sasa hanya tertawa.
"Oh ya ampun jantungku tidak baik-baik saja " gumam Bagas dalam hati, karena melihat senyum Sasa yang sangat cantik menurutnya.
*
*
Setelah melakukan perjalanan beberapa lama, mereka semua tiba di kantor Regan. Regan menggandeng Bira dengan mesra membuat semua karyawan di sana berdecak kagum melihat betapa posesifnya si kanebo kering. Sedangkan Bagas dan Sasa berada di belakang mereka dengan Reby di gendongan Bagas dan Salsa membawa peralatan Reby.
__ADS_1
"A Bagas ?" panggil Sasa
"Iya, kenapa ?" tanya Bagas, hatinya selalu menghangat jika mendengar suara Sasa.
"Kita udah kaya keluarga bahagia ya...." ucap Sasa tiba-tiba.
"Benarkah ?" tanya Bagas.
"Iya..." ucap Salsa
Blusshhh.....
Dan kini wajah asistent jomblo itu terlihat tersipu-sipu. "Sangat menggelikan " gumam Regan yang melihat wajah asistentnya sedang malu-malu kam-bing karena kucing terlalu imut jika di sandingkan untuk pria seperti Bagas.
Setelah menunggu beberapa jam, Regan pun selesai rapat dan menghampiri Bira. "Ayo sayang mau berangkat sekarang ?" ajak Regan
"Ayo...." ucap Bira semangat
"Pak, apa aku tidak di ajak ?" tanya Bagas
"Untuk apa kau ikut ?" ucap Regan
"Untuk membantu menjaga Reby..."jawab Bagas
"Sudah ada Sasa yang menjaganya, jadi aku tidak perlu bantuanmu" jawab Regan membuat Bagas cemberut seperti seorang anak yang tidak di beri jajan ibunya
"Dasar bos tidak peka " gumam Bagas dalam hati
"Ga apa-apa mas Bagas ayo ikut aja biar rame " ajak Bira. Mendengar ajakan Bira Bagas langsung tersenyum senang.
"Di sini aku bosnya nyonya ubur-ubur " ucap Regan
"Kasian atuh mas, lagian biar Sasa ada temen kan enak kalo Bagas bisa bantu jaga Reby, jadi Sasa juga ngga perlu cape" ucap Bira
"Baiklah kau ikut saja, tapi kau harus lembur nanti " ucap Regan
"Baik pak..." jawab Bagas dengan senang begitu pun dengan Sasa yang tersenyum.
****
__ADS_1
Salsa cocoknya sama siapa ya Ramon atau Bagas ?