AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 87


__ADS_3

"Apa....!!!"


"Aku benar kan ?" ucap Ramon sambil mengangkat alisnya


"Ishhh, orang ini benar-benar ya, aku tidak bermaksud jahat pada mereka, aku....aku hanya ingin melihat Bagas itu saja " ucap Siena dengan nada sedih


"Melihat pria yang kau sukai sedang bersama gadis lain ? dasar gadis bodoh, kau hanya melukai hatimu sendiri " ucap Ramon


"Bukan urusanmu, pergi sana " usir Siena


" Tidak..." jawab Ramon


"Kenapa kau juga ingin menguntit mereka ?" tanya Siena.


"Aku bukan orang seperti mu gadis penguntit " ledek Ramon.


"Apa.....Astaga kenapa hari ini aku sangat sial bertemu dengan orang sepertimu, apa kau pernah di cekik oleh seorang gadis cantik?" tanya Siena


"Tidak, setiap gadis akan terpesona jika melihatku, tidak akan ada yang berani mencekikku " ucap Ramon dengan bangganya.


Setelah mendengar Ramon bicara seperti itu Siena langsung saja mencekik Ramon. Ramon yang terkejut dengan serangan Siena jadi tidak bisa melakukan perlawanan hingga mereka berdua terjatuh ke bawah dengan posisi Ramon di bawah dan Siena di atas.


"Hey, gadis gila lepaskan aku " ucap Ramon sambil memegang tangan Siena, namun Siena tidak peduli dan terus mencekik Ramon hingga tanpa sadar Siena duduk mengangkang di atas tubuh Ramon.


"Dasar pria menyebalkan, jangan kau pikir aku akan terpesona oleh mu ya " ucap Siena dengan kesal.


"Hey lepaskan aku, kau ingin membunuhku gadis bodoh " kesal Ramon


"Hey apa yang sedang kalian berdua lakukan...!!! apa kalian pasangam mesum....!!!! ucap orang-orang di sana.


"Tidak....!!!!" ucap Siena dan Ramon berbarengan


"Kalian jangan berbohong, lihatlah kalian bahkan tidak tahu malu berada dalam posisi seperti itu di lihat oleh banyak orang.


Oh tidak, posisi mereka saat ini benar-benar tidak menguntungkan. Siena yang terkejut pun langsung menyadari posisinya yang benar-benar tidak senonoh. "Maaf kalian semua salah paham, aku sedang bertengkar dengan pria ini, bukan sedang melakukan hal mesum " bantah Siena


"Alasan saja " bantah salah satu orang yang berada di sana.

__ADS_1


"Sudahlah, lagi pula ini bukan urusan kalian " geram Ramon, melihat wajah Ramon yang terlihat murka semua orang di sana pun bubar, namun masih menyoraki Ramon dan Siena.


"Huuuuhhhhh, udah mesum marah-marah " ucap salah satu pria di sana.


Setelah semua orang pergi Ramon pun menatap Siena dengan kesal, " ini semua gara-gara kau gadis aneh " kesal Ramon


"Kalau bukan karena mulut pedasmu aku juga tidak akan mencekikmu dasar manusia menyebalkan " ucap Siena sambil pergi meninggalkan Ramon sendiri di sana.


"Kau lebih menyebalkan gadis aneh...." teriak Ramon


"Harusnya tadi aku tidak mengikutinya " gumam Ramon. Setelah itu Ramon pun pergi meninggalkan taman itu.


🍁🍁🍁🍁


Berbeda dengan Ramon dan Siena, kedua orang ini sepertinya sedang di mabuk asmara. Hati Bagas terasa meletup-letup saat bersama dengan Salsa. Mukanya berwarna merah padam dan agak sedikit tegang saat mengobrol dengan Salsa. Baru kali ini Bagas merasa hatinya penuh dengan bunga bermekaran seperti taman bunga.


Hatinya terasa sangat bahagia, Bagas tidak habis pikir kalau dia akan jatuh cinta kepada gadis micin itu yang masih satu spesies dengan istri bosnya. Ah sepertinya untuk saat ini meskipun Salsa satu spesies dengan trio absurd Bagas tidak peduli.


Yang penting hatinya saat ini sedang sangat bahagia. "A Bagas tahu ga, hati Sasa sekarang rasanya kaya pop corn " ucap Salsa


"Ke-kenapa seperti pop corn ? tanya Bagas, namun dalam hati Bagas berkata kenapa hatinya tidak di tumbuhi bunga saja agar terasa indah seperti kebun bunga ini hatinya malah di tumbuhi pohon jagung .


Blushh


Si asisten pelit langsung merona, ah sepertinya sekarang dia terkena serangan jantung, bahkan detak jantungnya sekarang berdetak dengan sangat kencang. "Sudah cukup sasako hatiku tidak kuat mendengar isi hati mu yang seperti olahan jagung itu, jantungku terasa mau keluar " ucap Bagas


"Kalo jantung A Bagas keluar , nanti jantungnya A Bagas sama Sasa di tangkep terus di masukin ke dalam jantung Sasa, biar jantung kita satu detakan. Jiaaahhhh..... jantung Sasa ikut-ikutan mau keluar A Bagas gimana ini " ucapnya sambil menutup wajahnya.


Bagas merasa gemas dengan gadis di depannya, aku ingin sekali mencium gadis ini. "Oh Tuhan aku benar-benar menyukai calon makmumku" gumam Bgas dalam hati


Mereka berdua kini berada di pinggir danau buatan yang ada di taman itu, hingga tak terasa karena asik mengobrol matahari pun sudah terbenam dan berganti dengan cahaya bulan. Dua manusia ini benar-benar lupa waktu.


"Sasako " panggil Bagas


"Iya A Bagas kenapa ?" jawabnya


"Aku ingin mengatakan sesuatu " ucap Bagas, meskipun terasa ragu dan juga malu tapi sebagai pria sejati di harus mengatakannya. Ya Bagas harus mengatakannya malam ini juga.

__ADS_1


"Ehmmm....Sasako mau kah kau menjadi calon makmumku " Sungguh jantung Bagas sekarang detakannya semakin tidak normal saja.


"Calon makmum ?" tanya Salsa


"Iya...."


"Maaf A Bagas Sasa ga bisa kalu jadi calon makmum A Bagas " ucap Salsa


.


Duaaaarrrrrrr


Bagas terasa di sambar petir, hatinya yang tadi berbunga kini seperti sedang di terpa badai dadakan, hingga kebun bunganya hancur seketika. Bagas tertunduk lesu merasakan hatinya sangat kecewa dengan penolakan si gadis micin Sasako.


"Kenapa ?" tanya Bagas lesu, bukankah dari tadi Sasa seperti dirinya merasa berbunga, bahkan tadi dia bilang hatinya seperti di tumbuhi kebun jagung, kenapa saat Bagas mengungkapkan perasaannya Sasako malah menolaknya, hati Bagas terasa hancur sekarang.


"Ya karena Sasa maunya jadi makmum A Bagas bukan calon makmum A Bagas " ucap Salsa sambil tersenyum manis.


Mendengar ucapan calon mamkumnya, hati Bagas berbunga kembali


Bunga yang layu pun tumbuh lagi, badai di hatinya kini telah pergi bergantikan dengan pelangi. Oh benarkah yang Bagas dengar kalau gadis pujaannya ingin menjadk makmumnya.


"Tentu saja Sasako kau akan jadi makmumku dan aku akan memjadi imam mu " Bagas pun memegang tangan mungil Sasako.


"Makasih A Bagas "


"Sama-sama Sasako, jadi apa sekarang kita pacaran?" tanya Bagas


"Iya A Bagas, sekarang A Bagas pacarnya Sasa dan mudah-mudahan A Bagas jadi suami Sasa ya " ucap gadis cantik itu sambil tersenyum kepada Bagas. Oh tidak kembang api memenuhi hati Bagas sekarang.


Karena sudah tidak bisa menahan lagi letupan di hatinya Bagas pun menarik Salsa ke dalam pelukannya. Tubuh mungil Sasa tenggelam dalam pelukan tubuh kekar Bagas dan tangan mungilnya Sasa melingkar di pinggang Bagas. Pelukan yang menghangatkan hati keduanya, hingga mereka tidak ingin melepaskan kenyamanan ini.


Bagas pun melepaskan sedikit pelukannya kepada Sasa dan melihat wajah cantiknya di bawah terang bulan. Hingga Bagas menempelken bibirnya di bibir lembut Sasa. Ciuman yang asalnya hanya menempel saja kini berganti dengan ******* lembut di bibir manis gadis pujaannya. Si asisten pelit kini merasakan betapa indahnya cinta, terasa sangat indah hingga ia tidak mau mengakhirinya.


"Oh Tuhan ciuman ini terasa sangat......" Bagas bahkan tidak bisa melanjutkan ungkapan isi hatinya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Karena hari ini aku lagi ada urusan Timmy sama Yura up nya malem ya makasih 😊🙏


__ADS_2