AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 69


__ADS_3

Siang ini cuaca terlihat mendung, cahaya matahari terhalang oleh awan sedari pagi. Gerimis kecil pun terus mendera hingga membuat orang ingin menghabiskan waktunya di rumah di bawah selimut. Sangat hangat sepertinya.


Di sebuah restoran seorang gadis tengah berseteru dengan manager restoran itu. Seorang gadis cantik berkulit putih mulus dengan tubuh ramping sedang kesal dan marah kepada manager dan pelayan restoran itu yang terus saja menuduhnya .


"Nona sudahlah saya tau orang seperti anda yang hanya modus ingin makan gratis dengan berpura-pura tidak membawa tas" ucap manager restoran itu


"Benar, gayanya saja sok sosialita ternyata tukang tipu " timpal pelayan restoran itu.


"Hey kau ini hanya pelayan jangan menghinaku ya, aku ini seorang model aku bahkan mampu membeli restoranmu ini dan akan memecat kalian semua " ucap gadis itu.


Hari ini sepertinya hari kemalangan untuk Siena, sehabis pemotretan dia merasa lapar dan ingin pergi ke restoran. Namun dia pergi tidak memakai mobilnya sendiri namun menumpang kepada mobil temannya. Dia lupa membawa tas nya yang ada di lokasi pemotretan karena adi di berangkat dengan terburu-buru. Sialnya dia baru mengingatnya saat dia sudah habis memakan makananan pesanannya.


Dan kini manager beserta pelayan restoran itu menahannya agar mau membayar makanan yang ia makan. Sedangkan ia tidak membawa tas nya begitu pun dengan ponselnya semua berada dalam tas nya. Benar -benar hari yang sial, di bahkan tidak ingat nomor ponselnya sendiri.


Di restoran yang sama Bagas ingin membeli makan siang untuknya dan juga bosnya Regan. Namun ia melihat ada sedikit keributan di sana, tapi ia tidak peduli dia hanya fokus untuk memesan makanan. Namun di terkejut saat gadis yang sedang bermasalah dengan manager restoran itu menghampirinya.


"Bagas...." panggilnya sambil terus melihat ke arahnya dan memegang tangannya


"Ya, nona apa anda mengenal saya ?" tanya nya


"Tentu saja aku mengenalmu, kau ini asistennya Regan kan?"


"Iya, ada apa, pak Regan sudah bahagia dengan anak dan istrinya anda jangan mencoba mengganggunya nona " ucap Bagas sambil memainkan ponselnya.


"Aku bukan ingin menanyakan Regan, aku butuh bantuan mu tolong aku " ucapnya memelas


"Butuh bantuan apa ? apa anda mencuri dan minta di sewakan pengacara ?" tanya nya datar


"Aisshh, tidak bos nya tidak asistennya sama-sama menyebalkan " ucap Siena


"Bersikaplah yang baik jika anda ingin minta tolong nona " jawab Bagas acuh


"Baiklah, maaf...boleh aku pinjam uang ?" ucap Siena


"Apa....?" Bagas merasa aneh dengan Siena yang meminjam uang padanya, gadis yang ada di depannya tidak seperti gadis yang kekurangan uang. Melihat Bagas yang diam saja, Siena pun menceritakan kejadian yang menimpanya, mulai dari pemotretan hingga dompetnya ketinggalan.


"Baiklah nona, tapi anda harus membayarnya " ucap Bagas


"Tentu saja aku akan membayarnya, tapi bantu aku dulu membayar makananku setelah itu aku akan membayarmu " ucap Siena


Akhirnya Bagas pun membantu Siena membayarkan makanannya. Siena masih kesal bisa-bisanya dia dianggap menipu hanya untuk makan di restoran. Sesudah selesai membeli makanan dan juga membyar makanan Siena Bagas pun langsung pergi dari restoran itu, namun Siena masih mengikuti Bagas.


Ada apa lagi nona, kenapa anda masih mengikutiku ?" tanya Bagas heran, bukannkah Bagas tadi sudah membantunya kenapa gadis ini masih saja mengikutinya.


"Aku tidak punya uang untuk pulang, pinjamka aku uang untuk ongkos "Siena menengadahkan tangannya kepada Bagas


"Oh ya ampun pengeluaranku hari ini banyak sekali " gumam Bagas dan di dengar oleh Siena

__ADS_1


"Dasar laki-laki pelit " gumam Siena dalam hati, kalau saja dia sedang tidak membutuhkan bantuan pria di depanya ini sudah dari tadi Siena akan mengatakan kalo Bagas adalah pria terpelit yang pernah dia temui.


Bagas kemudian merogoh sakunya dan mengambil dompetnya dan memberikannya pada Siena "Ini nona uangnya " Bagas memberikan beberapa lembar uang padanya.


"Terima kasih " Siena mengambil uang dari Bagas. Bagas pun kemudian masuk ke dalam mobilnya. Namun sebelum masuk Bagas membuka kaca jendela mobilnya .


"Nona...." panggil Bagas


"Iya ada apa ?"


"Kau dari agency mana ?"


"Kenapa memangnya...."


"Untuk menagih hutangmu apa lagi ?' jawab Bagas datar


"Oh astaga, kau takut sekali aku tidak membayarnya" gumam Siena, Siena pun langsung memberitahukan dia dari agency mana dan juga alamat apartementnya.


"Baiklah, selamat tinggal " Bagas pun pergi meninggalkan Siena sendirian di sana.


***


Bagas pun sudah sampai di kantor dan memberikan makanan yang ia beli kepada Regan. "Kenapa kau lama sekali Bagas, apa kau membeli makanan ke luar kota ?" tanya Regan


"Tadi ada sedikit masalah pak " jawab Bagas, Regsn pun tidak membahasnya lagi karena perutnya sudah sangat lapar.


Entah lah....namun yang pasti Regan sangat menyayangi mereka. "Sayang papa mu sudah pulang"


ucapnya saat Regan sudah sampai di pintu kamarnya yang melihat istrinya sedang menyusui anaknya.


"Mas udah pulang, mandi dulu ya baru pegang Rebi "


"Oke sayang, tapi biarkan aku menciumyan dulu " Ciuman pun Regan berikan kepada Rebi, yang di sambut dengan tawanya karena geli oleh ciuman papanya. Juga tak lupa satu kecupan di bibir manis istrinya ia berikan.


Setelah menyusui Rebi, Bira menidurkannya di box bayi dan Rebi pun bermain dengan mainannya. Oh ya Rebi kini sudah berusia lima bulan dan sudah mulai aktif.


Saat Regan sedang mandi ponsel Regan berbunyi .Karena ponselnya tidak berhenti berbunyi, Bira pun mengambilnya dan melihat ada nomor baru yang memanggil .


Bira pun berinisiatif untuk mengangkatnya karena takut ada hal penting yang harus segera di sampaikan.


"Hallo......" ucap Bira


"Dimana Regan....." ucap seseorang di telepon itu


"Mas Regan sedang mandi "


"Ini sama siapa ya dan ada keperluan apa sama mas Regan..."

__ADS_1


"Aku Siena aku ada perlu dengannya....." jawab Siena


"Perlu apa bilang aja sama Bira, nanti Bira sampein sama mas Regan " terdengar suara hembusan nafas di sana.


"Tolong sampaikan, aku minta nomor asisten Regan"


"Siapa ? mas Bagas ?"tanya Bira


"Iya, siapa lagi...." jawab Siena


"Ngapain minta nomor mas Bagas mau pendekatannya ? tanya Bira yang membuat Siena kesal.


"Bukan, aku ada urusan dengannya " jawab Siena ketus


"Siapa yang ingin pendekatan dengan pria pelit sepertinya" gumam Sintia dalam hati.


"Ya udah nanti Bira bilangin sama mas Regan "


"Ya sudah...." Siena pun menutup teleponnya. Regan yang baru keluar kamar mandi menatap istrinya dengan aneh, kenapa wajah istrinya tiba-tiba berubah menjadi seperti orang yang sedang marah. Dan melihat ternyata anaknya tertidur sambil memegang mainannya.


"Ada apa sayang, siapa yang menelepon ?" tanya Regan, karena melihat ponselnya ada di tangan Bira.


"Siena...." jawab Bira


"Siena.....?" Regan pun bingung kenapa tiba-tiba Siena meneleponnya.


"Mas ada main ga sama dia ?" tanya Bira penuh selidik


"Mana ada, aku tidak pernah bermain dengannya, aku lebih suka bermain denganmu dari pada dengannya " jawab Regan sambil memeluk Bira namun Bira menghempaskan pelukannya.


"Hey...ada apa ?"


"Jangan pegang-pegang Bira, mas suami selingkuh ya ? " tanya Bira dengan mata berkaca-kaca


"Aku tidak pernah selingkuh, memangnya apa yang Siena katakan padamu ?" tanya Regan penasaran kalau Siena berani bicara yang tidak-tidak, lihat saja Regan akan membalasnya.


"Dia minta nomor hp mas Bagas ?"


"Bagas yang di tanyakkan kenapa marah padaku ?"


"Siapa tau itu modusnya aja iya kan " Melihat istrinya marah membuat Regan gemas saja, apalagi melihat anaknya sedang tidur, Regan langsung menggendong Bira dan membawanya ke tempat tidur .


"Mau ngapain, Bira lagi marah Bira ga mau di sentuh sama mas suami " ucapnya merajuk namu saat akan bicara lagi mulutnya di bungkam oleh Regan dengan ciumannya.


"Walau kau tidak mau aku akan tetap memaksamu " ucap Regan sambil terus menghimpit tubuh istrinya. Hingga Bira pun pasrah dengan apa yang suaminya lakukan padanya.


Maaf jika ada typo ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2