
Rama menarik Sabira ke dinding, dia mengungkungnya dengan tubuhnya yang tinggi tegap, sangat kontras dengan tubuh Bira yang kecil. Tubuh Sabira yang kecil membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa . Sikap Rama itu membuat Sabira sangat ketakutan . Jarak antara keduanya sangat dekat bahkan Bira bisa merasakan hembusan nafas Rama. Wajah Rama semakin mendekat ke Sabira , Sabira ingin berteriak tapi mulutnya di bekap oleh Rama . Saat wajah Rama benar-benar dekat Rama membisikan sesuatu ke telinga Bira hingga Bira merasa merinding dekat tengkuknya yang putih mulus itu.
"Aku sangat mencintaimu Sabira, ikutlah denganku aku akan membahagiakanmu dengan cintaku ". Sabira hanya menggelengkan kepala dia sudah merasa takut dengan Rama, berharap Regan akan segera datang dan menolongnya . "Mas Regan tolongin Bira, Bira takut " Ucapnya dalam hati.
Rama pun melepaskan bekapan tangannya dari wajah Bira, Bibir Sabira yang berwarna merah muda membuatnya tergoda dan ingin mencicipinya. Dengan kurang ajarnya Rama mencoba untuk mencium Sabira. Sabira yang takut sekaligus kaget dengan refleks membenturkan keningnya ke kepala Rama , hingga cengkraman tangannya mengendur . Rama merasakan sakit di kepalanya, saat Rama mulai lengah Sabira pun menendang Rama dan kemudian dia lari. Sabira lari sekencang mungkin.
"Sabira tunggu !!! "
Dia mendengar Rama berteriak membuatnya sangat panik, hingga tidak melihat ke arah mana dia lari hingga dia menabrak seseorang dan terjatuh .
"Aaarrggh , jangan culik Bira, Bira mohon hiks hiks hiks "sambil menutup mata dan menangis.
"Bira, apa yang terjadi " Regan cemas melihat istrinya yang terlihat kacau.
"Sabira !!! " Terdengar Rama berteriak dan tentu saja Regan yang mendengarnya merasa sangat marah, apa yang dia lakukan kepada istrinya hingga istrinya itu sangat ketakutan .
Rama tersentak saat melihat Regan. "Apa yang kau lakukan kepada istriku sialan !!! Marah Regan, dengan tenangnya Rama mendekati Regan Sabira yang ketakutan langsung bersembunyi di punggung suaminya yang lebar. Rama sempat melirik Sabira membuat Sabira makin bersembunyi .
"Aku hanya mengejar gadis yang aku cinta, apa aku salah ??"
"Tentu saja itu sangat salah, gadis yang kau cintai sudah menjadi istri seseorang apa kau tidak mengerti !!! " Geram Regan.
"Sabira ikutlah denganku " Ajak Rama, Regan yang sudah tidak tahan akhirnya mendaratkan satu pukulan di wajah Rama. Rama yang tidak terima balik memukul Regan . Sabira yang takut akhirnya berlari mencari bantuan . Regan dan Rama terlibat perkelahian di sana.
"Itu pak, tolong suami saya ada orang gila yang tiba-tiba marah terus nyerang suami saya . Akhirnya orang-orang pun melerai mereka berdua .
"Aku bukan orang gila lepaskan aku !!!" Rama memberontak
"Dia orang gila, beraninya mengganggu istri orang !!! "
Regan dan Rama saling memaki, hingga akhirnya mereka berdua di bawa ke tempat yang berbeda oleh orang-orang di sana.
Kini Regan dan Bira sudah ada di dalam mobil " Mas Regan " Panggil Bira, Regan pun langsung melihat Bira. Regan pun berbalik memandang Bira.
"Kamu tidak apa-apa ? " Tanya Regan khawatir memegang pipi Bira
__ADS_1
Bira menggeleng " Bira ga pa pa, tapi Bira takut sama dia " Ucap Bira
" Tenang saja, ada aku di sini aku akan menjaga dan melindungimu " Membelai sayang kepala Bira
"Kita pulang " Ajak Regan
"Iya, nanti Bira obatin ya lukanya " Regan pun menganggukan kepala. Akhirnya mereka pulang ke hotel tempat mereka menginap.
Kini mereka berdua sudah berada di hotel, tiba-tiba Regan menggendong Sabira.
"Mas Regan kenapa gendong Bira ihh, mas Regan lagi luka gitu " Ya wajah tampan Regan kini memar akibat pukulan dari Rama.
"Aku akan memandikanmu karna patrick si pebinor itu sudah berani menyentuhmu " Bira tidak ingin banyak bicara dia hanya mengalungkan tangannya di leher Regan dan menyandarkan kepalanya .
Kini mereka berdua sudah menyelesaikan ritual mandinya, hanya mandi . Regan sudah merebahkan tubuhnya di kasur dia merasa sangat lelah.
"Mas Regan " Panggil Bira
"Heemm, ada apa? " memandang Bira
"Mas Regan kok tau tadi Bira di sana " Tanya Bira
"Ya engga atuh, sekarang mah Bira lebih teliti kalo mau ke toilet "
"Saat sedang meyusulmu aku seperti mendengar seseorang memanggil namamu, makanya tadi aku menghampiri suara orang yang memanggil namamu "
"Bira takut sama dia "
"Aku kan sudah bilang kalau kamu melihatnya kamu harus pergi menghindarinya " Tegas Regan
"Bira juga ga tau, tiba-tiba dia ada di belakang Bira terus narik Bira, dia juga bekap mulut Bira kaya gini " Bira memperagakan apa yang di lakukan Rama padanya tadi. Perkataan Bira membuat Regan sangat geram.
"Aku akan membuat perhitungan dengannya "
"Malah tadi dia hampir nyium Bira, untung aja tadi Bira bisa lari, Bira benturin kening Bira sama kepalanya terus Bira tendang, alhamdulillah Bira selamat walau kening Bira kaya nya agak benjol " Sabira tidak tau jika ucapannya barusan memancing amarah Regan . Regan langsung bangun dari tidurnya dan kini dia sudah ada di atas tubuh istrinya dan mengungkungnya .
__ADS_1
"Dia menciummu " Tanya Regan
"E-ngga, tapi hampir soalnya Bira keburu kabur "
"Bibir ini miliku" menyentuh bibir Bira dan kemudian menciumnya seperti sedang membersihkan bibir Sabira dari sentuhan Rama .
" Bira ga di cium tapi hampir " Kesal dengan suaminya yang menciumnya hampir kehabisan nafas . Regan membersihkan bibirnya Sabira yang basah akibat ciumannya barusan .
"Kalau dia sampai berani menciumu, aku akan merontokan giginya " Sabira hanya tertawa mendengar ucapan suaminya .
" Kenapa tertawa ada yang lucu dengan ucapanku " Regan mengernyit heran .
"Bira cuman bayangin aja si Rama kupu-kupu merana gigi nya ompong " Bira tertawa terpingkal - pingkal
Regan pun jadi membayangkan Rama dengan wajah tanpa gigi, sangat menggelikan dan Regan pun ikut tertawa .
"Sudah lah ini sudah malam sebaiknya kita tidur "
"Iya, Bira juga udah ngantuk "
Saat Bira akan menutup matanya, tiba-tiba Regan berpindah ke atas tubuh Bira .
"Eh mas suami mau apa ?" Tanya Bira heran bukankah suaminya tadi mengajaknya untuk tidur.
"Aku ingin menyentuh istriku " Regan memandang Bira dengan pandangan menelisik tersenyum nakal .
"Ga mau ahh Bira cape, ngantuk mau tidur "
"Kamu cukup diam saja biar aku yang bekerja "Regan berucap sambil mencium lembut bibir istrinya yang sangat menggoda, ciumannya pun semakin dalam dan dalam hingga keduanya terhanyut dalam suasana malam yang menggelora .Mereka berdua pun menghabiskan malam bulan madu mereka .
Di sisi lain Rama tidak terima dengan perlakuan Regan dan penolakan Bira . Dia membanting gelas yang sedang di pegangnya, setelah dia menghabiskan minuman yang ada di dalamnya, minuman yang cukup membuatnya mabuk.
"Brengsek !!!!! " Teriak Rama
"Bira kamu harus jadi miliku" Lirih Rama
__ADS_1
***
Alhamdulillah hari ini bisa up dua kali 😇, mudah-mudahan para readers tetap suka sama cerita neng Bira ya 😊🙏, buat yang takut konflik berat tenang aja di cerita neng Bira ga bakal ada konflik berat . Mimin cuman kasih micin sedikit biar rasanya tambah gurih 😁, jangan lupa terus dukung ya cerita neng Bira ya 😊🙏