
Setelah bertemu dengan Salsa, Bagas pun mengajak Salsa untuk pulang ke rumah utama.
Di dalam mobil
"Maaf Aa ganteng, Aa ganteng namanya siapa? " tanya Salsa
"Nama saya Bagas nona " jawab Bagas
"Namanya bagus ya keren, kaya orangnya keren banget ganteng lagi " puji Salsa
Mendapat pujian seperti itu Bagas langsung menegapkan tubuhnya, dan merapikan bajunya . Si asisten pelit merasa tersanjung sepertinya.
"Kalo nama aku Salsa Aa ganteng, tapi biasa di panggil Sasa, biar gampang manggilnya ga kesandung huruf L lidahnya " ucap Salsa tersenyum ramah.
"Ah ternyata aku salah, dia bukan gadis animasi namun dia adalah gadis micin rupanya" gumam Bagas dalam hati.
"Apa nama panjang mu itu Sasako ?" tanya Bagas
"Bukan atuh, nama Sasa bukan Sasako, nama aku Salsa Purnama, soalnya kata umi Sasa lahirnya pas bulan purnama , makanya Sasa teh jadi gadis yang cantik seindah bulan purnama" ucapnya percaya diri
"Satu lagi manusia titisan ratu ubur-ubur hadir" gumam Bagas dalam hati
"Aku pikir namamu Sasako, karena nama panggilanmu mirip dengan bumbu penyedap "ucapnya tertawa
Sasa pun ikut tertawa mendengar ucapan Bagas, Bagas pikir gadis micin ini akan tersinggung dengan ucapannya, namun ternyata tidak sama sekali.
"Namanya jadi mirip sama orang jepang ya A Bagas,lucu, tapi nanti Sasa bakal bikin hidup A Bagas yang ganteng dan kerwn adi ada gurih-gurihnya gitu biar enak " timpalnya sambil tertawa
"Oh tidak, jangan menggombaliku Sasako,aku takut keimananku nanti akan lemah" gumam Bagas namun cukup terdengar jelas di telinga Sasa.
"Emangnya A Bagas udah punya pacar ?" tanya Sasa
"Belum, aku belum punya pacar, aku terlalu sibuk bekerja hingga tidak punya waktu untuk mencari pacar " jawab Bagas menutupi rasa malunya akibat menjadi jomblo karatan.
"Alhamdulillah...." ucap Sasa, tadinya Sasa berpikir kalau Bagas sudah punya pacar dan takut tergoda olehnya.
"Kenapa kamu malah bersyukur kalau aku tidak punya pacar ?" tanya Bagas
"Kali aja Sasa bisa daftar jadi calon pacarnya Aa Bagas, baru kali ini Sasa ketemu sama cowok ganteng dan keren" ucapnya sambil tersenyum sangat manis
Bagas yang mendengar ucapan Sasa langsung merasa terkejut " Oh tidak jantungku...." gumam Bagas dalam hati, saat dulu anak kam-bing selalu menggodanya, Bagas selalu merasa biasa saja. Tapi kenapa di goda makhluk micin bernama Sasako jantungnya terasa berdebar.
Setelah melakukan perjalanan kira-kira tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah utama. Sasa pun di sambut oleh Bira dengan senang, karena sepupunya yang akan membantunya di sini.
"Aduh maaf ya Sasa Bira jadi ngerepotin " ucap Bira
__ADS_1
"Ga apa-apa Bira, justru Sasa seneng dapet kerjaan di sepupu sendiri ada ua Kulsum juga, jadi Sasa ga ngerasa sendiri jauh dari keluarga teh" jawab Sasa
"Ya udah, kamu istrihat aja dulu kamu pasti cape kan"ucap Bira
"Iya, ayo Sasa Ua anterin kamu ke kamar " ajak Ua Kulsum
"Ya udah atuh, Sasa ke kamar dulu ya" ucap Sasa sambil membawa kopernya.
"Hey, Bagas calon istrimu sedang kesusahan membawa koper kenapa kau tidak membantunya" Bisik Regan.
"Tidak apa-apa tuan, Sasako bisa membawanya sendiri " jawab Bagas
"Nama yang sangat aneh, kenapa namanya Sasako? tanya Regan, karena yang ia dengar dari istrinya kalau sepupunya itu bernama Salsa, kenapa asisten jomblonya malah memanggilnya Sasako, apa telinga Regan yang salah dengar, pikir Regan.
"Iya pak, dia adalah makhluk micin titisan ratu ubur-ubur" ucap Bagas tanpa sadar
"Apa maksudmu ?" pandangan Regan sudah berubah pada si jomblo karatan.
"Ti-tidak ada pak, maksud saya bukankah Sasako masih saudara dengan nona Bira " ucap Bagas merutuki mulutnya yang lucknut yang hampir saja menyapu gajinya.
"Pulang sana, aku mau tidur sambil memeluk istriku" ucap Regan
Hufft....
🍁🍁🍁🍁
"Mas Regan..."panggil Bira
"Iya sayang, ayo kita tidur " ajak Regan sambil menggendong Bira
"Mas suami emang ga keberatan gendong-gendong Bira " tanya nya pada Regan
"Tidak ada kata keberatan untukmu sayang" ucap Regan sambil mengecup bibir istrinya
"Oh ya, apa Reby sudah tidur ?" tanya Regan
"Udah, Reby tidur di kamar mamah soalnya tadi main sama papa sampe Reby ketiduran " ucap Bira sambil tertawa.
"Orang tuaku sangat pengertian" ucap Regan tersenyum smirk.
"Mama dan papa sangat pengertian, karena malam ini akan jadi malam pertama kita lagi sayang " ucap si kanebo
"Ihhh...dasar kanebo mesum " ucap Bira
Regan semakin semangat menggendong Bira menuju kamarnya. Dan malam ini si kanebo melancarkan aksinya.
__ADS_1
Pagi harinya saat semua semua para suami sudah pergi bekerja.
Di kantor
Regan dan Regan baru sampai di kantornya dan di sambut oleh Bagas.
"Pagi pak Regan dan pak Revan " sapa Bagas
"Pagi..." ucap Revan dan Regan berbarengan
"Kenapa kau terlihat sangat bersinar hari ini Bagas" ucap Revan. Karena Revan melihat Bagas yang terlihat lebih fresh dari biasanya. Bahkan rambutnya terlihat memakai gel dan di sisir sangat rapi
"Benarkah itu pak ? tapi saya merasa biasa saja dengan penampilan saya " ucap Bagas
"Apa ibumu yang membantumu menyisir rambut Bagas ?" tanya Regan
"Ti-tidak pak saya menyisirnya sendiri " jawab Bagas
"Gaya rambutmu seperti seorang bocah laki-laki yang baru masuk sekolah dasar" ledek Regan
Bagas langsung memegang rambutnya, dan melihatnya ke cermin. Tidak ada yang salah dengan rambutnya, justru dia merasa terlihat lebih tampan dan lebih rapi dari biasanya.
"Kau terlihat sangat tampan nak...." ledek Revan sambil tertawa.
"Sepertinya si jomblo karatan akan segera melepas status jomblonya" ucap Regan
"Benarkah ? dengan siapa ? apa dengan model yang dulu meminjam uang padanya ?" tanya Revan penasaran.
"Bukan pak, gadis sepertinya bukan tipeku, aku tidak suka gadis sepertinya " bantah Bagas
"Lalu dengan siapa " bukan kah si Timmy juga sudah menikah dengan mantan pebinor Regan " ucap Revan
"Aku tidak melepas status jombloku pak, statusku masih sama dengan kemarin aku masih menjadi Bagas Asistent dari pak Regan yang tampan " jawabnya.
"Dasar Duo aneh, hanya karena gaya rambutku yang berubah sedikit mereka berpikiran yang tidak-tidak" Bagas geleng-geleng kepala dan langsung duduk di meja kerjanya, tanpa mempedulikan kedua kakak beradik itu.
Revan pun masuk ke ruang kerjanya dan Regan pun duduk di meja kerjanya.
"Benar kau tidak mau mengatakan kepadaku, siapa kekasihmu ?" ucap Bagas
"Tidak pak, karena saya memang tidak punya pacar dan saya belum tertarik dengan gadis manapun " ucap Bagas merasa kesal dengan bos nya yang tiba-ttiba kepo.
🍁🍁🍁🍁
Maafkan hari ini mimin telat up ya, karena hari ini mimin benar-benar sibuk 😊🙏
__ADS_1