AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 67


__ADS_3

Tangis bayi memecah di ruang bersalin itu, Bira meneteskan air matanya. Bira menangis bahagia karena putra pertamanya kini telah lahir , begitu pun dengan Regan rasa haru di hatinya mnyeruak, kini dia sudah menjadi seorang ayah.


"Selamat tuan dan nona, Putra anda lahir dengan selamat dan sehat serta tidak kurang sesuatu apa pun " ucap dokter itu sambil tersenyum dan menaruh bayi Bira di dadanya guna mencari sumber kehidupannya kelak. Bira dan Regan merasa bahagia melihat putra nya yang begitu lucu sedang mencari-cari sesuatu dan akhirnya setelah susah payah ia mencarinya bayi itu langsung mendapatkan apa yang ia inginkan. Regan menhujani Bira dengan ciuman sayang dan penuh syukur.


"Terima kasih sayang, kamu sudah berjuang untuk anak kita " ucap Regan tulus.


"Sama-sama mas " ucap Bira yang masih lemah.


Dokter pun meminta Regan untuk keluar karena akan mengurusi Bira dan juga putranya. Regan pun setuju karena hatinya sudah tenang melihat istri dan anaknya selamat. Saat keluar ruangan seluruh keluarganya sudah menunggu. Mereka langsung terbangun saat melihat Regan keluar


"Bagaimana Regan ?' tanya mamah Rita tidak sabar


Regan langsung memeluk mamah Rita " Anak kami sudah lahir mah, laki-laki " ucap Regan


Mendengar kabar itu mamah Rita langsung tersenyum bahagia, begitu pun papa Anton dan juga Revan mereka bahagia mendengar kabar baik itu. Sedangkan Yura ada di kamar lain sedang istirahat karena dia juga sedang mengandung Revan tidak ingin Yura kelelahan.


"Dasar kau anak nakal mamah Rita memukul punggung Regan, kenapa kau tidak mengijinkan mamah masuk untuk melihat Bira " Proses melahirkan Bira memang terhitung lama hingga semua orang sangat cemas menunggu .


"Regan tidak mau terlihat habis menangis mah " ledek Revan yang melihat penampilan adiknya yang berantakan. Dengan rambut yang acak-acakan dan juga mata yang merah.


"Aku hampir gila saat di dalam Revan, kau akan merasakannya nanti " jawab Regan


"Kau benar Regan, semoga nanti semuanya bisa berjalan dengan lancar, selamat kau sudah menjadi ayah " Revan memeluk Regan sebentar.


"Regan..." panggil papa Anton


"Iya pa"


"Selamat nak, kau sudah menjadi ayah " ucap papa Anton sambil memeluk Regan


"Selamat juga untuk papa, karena papa sekarang sudah menjadi kakek " Semua orang kini tertawa dengan bahagia.


Setelah selesai Bira kemudian di bawa ke ruang rawat untuk beristirahat, Regan ingin kamar istri dan bayinya di satukan agar lebih leluasa melihat keadaan keduanya.

__ADS_1


Semua orang sudah berkumpul untuk melihat bayi Regan.


Mamah Rita sedang menggendong cucunya dengan sangat bahagia.


"Dia mirip sekali denganmu Regan " ucap mamah Rita


"Tentu saja dia tampan sepertiku " jawabnya


"Tapi matanya sangat mirip dengan Bira " ucap mamah Rita lagi


"Kemarikan cucuku aku juga ingin menggendongnnya" ucap papa Anton


"Nanti dulu aku belum puas menggendongnya " ucap wanita yang masih terlihat cantik walau usianya sudah memasuki setengah abad itu.


"Kau nenek yang pelit " ucap papa Anton


Mereka semua tertawa mendengar papa Anton merajuk.


"Yura juga mau nyoba gendong boleh ya " ucapnya


"Dasar kanebo pelit " ucap Yura mengerucutkan bibir dan mendapatkan usapan sayang dari Revan di kepalanya.


"Nanti boleh di gendong kok sama tante tayo " ucap Bira sambil tersenyum


"Asiikk....." Yura merasa senang.


"Oh ya kau akan memberinya nama siapa Regan ?" tanya mamah Rita


"Namanya Rebi gabungan antara Regan dan Bira, bagus kan " ucap nya bangga


"Namanya lucu banget... " ucap Yura


"Tentu saja kau juga bisa membuat nama untuk anak kalian nanti dengan menggabungkan nama kalian, Revyur atau Yurev misalnya " ucap Regan sambil tertawa

__ADS_1


"Dasar menyebalkan ....." satu lemparan bantal sofa mendarat di kepala Regan.


Kini semua orang sudah pulang hanya tinggal Regan dan bayinya. Karena mereka tidak ingin mengganggu Bira yang pasti kelelahan sehabs melahirkan. Regan sedang bersiap untuk menjadi ayah dan suami siaga. Dia sudah menyiapkan botol susu, susu serta air panas karena air susu Bira belum keluar. Dia sudah mempersiapkan semuanya jika sewaktu-waktu anaknya terbangun dan merasa haus semua sudah tersedia.


Regan melihat Bira yag sedang tidur terlelap, merasa kasihan istrinya itu pasti sangat kelelahan. Regan merasa ngeri melihat banyak darah yang keluar dari jalan lahir Bira.Itu pasti sangat sakit pikir Regan, dia langsung membelai lembut rambut Bira dan mencium keningnya dengan sayang, Baby R pun sedang tidur terlelap. Regan juga merasa sangat lelah dan ia pun memutuskan untuk tidur di samping Bira.


Regan sengaja ingin tempat tidur yang besar agar dia biisa tidur bersama istrinya. Karena dia tidak bisa tidur tanpa memeluk istrinya.


Samar-samar Regan mendengar suara tangisan bayi. Semakin kesini semakin jelas saja suaranya, saat kesadaranya mulai terkumpul Regan menyadari kalau suara itu adalah suara bayinya yang menangis. Dia langsung terbangun dan membuat susu yang sesuai dengan takaran yang sudah ia pelajari dari tadi sebelum ia tidur. Dia juga mengetes suhu nya takut jika nanti terlalu panas


Regan menggendong bayinya kemudian memberikan susu pada anak nya. Setelah mendapat susu bayi itu langsung menyedotnya dengan kuat, Regan merasa senang melihatnya walau matanya terasa sangat mengantuk, setelah minum susu baby R tidak tertidur dia malah membuka matanya dan bergerak-gerak sambil memainkan mulutnya yang mungil. Dia pun menggerak-gerakan badannya yang seperti tidak terlihat nyaman dengan kain yang membungkus tubuhnya.


Melihatnya bergerak seperti itu Regan membantunya dengan melepasakan sedikit kain itu hingga tangannya kini bisa bergerak dengan bebas. Regan tersenyum melihatnya.


"Hey baby R kau tidak ingin kain ini menghalangimu rupanya ya " ucap Regan tersenyum dan membelai lembut kepala anaknya. Regan menguap karena merasa ngantuk, dia juga kurang istirahat sehabis menemani istrinya. Namun sepertinya baby R tidak ingin melihat papanya tertidur, dia masih terus membuka matanya walaupun tidak menangis . Dia terus menggerak gerakan badannya sambil membuka matanya.


"Sepertinya kau tidak ingin papamu tertidur yah hem...." Regan mengajak anaknya berbicara


"Tidurlah sayang papa mu ini sangat mengantuk " ucapnya lagi pada anaknya.


Mendengar ada suara Bira pun terbangun dan melihat suaminya tengah menggendong putra mereka. "Si dedenya kenapa mas ?" tanya Bira


"Tidak apa-apa, baby R ingin mengajak papanya begadang sepertinya " jawab Regan


"Coba bawa kesini Bira juga pengen ngobrol sama baby R " Regan pun membawa anaknya dan memberikannya kepada pangkuan Bira .


"Hey tampan....."


"Benarkan dia tampan sepertiku " ucap Regan bangga


"Ya pasti lah, dia mirip sama mas suami orang ngadonnya juga sama mas suami bukan sama kang siomay..." ucap Bira sambil tersenyum. Regan yang mendengarnya langsung menghela nafasnya kasar.


Huufft

__ADS_1


"Ahh dasar nyonya ubur-ubur......"


__ADS_2