
"Neng....." Ucap kedua orang tua Sabira bersamaan
"Emak sama abah gimana kabarnya,Neng kangen banget " Sabira mencium tangan dan memeluk kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah emak sama abah baik, neng "Jawab abah
"Gimana kandungan kamu neng, sehat " tanya emaknya Bira
"Alhamdulillah sehat, cuman neng sekarang suka pusing sama mual"
"Ya biasa kalo lgi hamil muda mah emang suka gitu, emak juga dulu gitu waktu hamil kamu neng "
Mendengar ada suara orang mengobrol mamah Rita menghampiri ruang depan dan melihat kedua orang tua Sabira ternyata sudah sampai di rumah utama.
"Bira, kenapa ga di ajak masuk kasian pasti mereka cape " mamah Rita datang sambil tersenyum.
"Apa kabar bu ?" ucap abah sambil bersalaman
"Alhamidulillah baik pa, ayo silahkan masuk, mari"
Ua Sabira pun datang dengan membawa minuman dan juga berbagai macam makanan .Mereka pun saling berpelukan melepas rindu, tidak ada perbedaan di sana semua terlihat sama . Mamah Rita sama sekali tidak membedakan perlakuannya kepada orang tua Bira mauoun kepada Ua nya .Mereka asik mengobrol dan bercanda bersama. Kedatangan orang tua Sabira kesana menambah ramai suasana.
Setelah beberapa saat mengobrol Bira mengantarkan orang tuanya untuk beristirahat di kamar tamu .Ua nya Bira pun melanjutkan pekerjaannya setelah itu Bira juga kembali ke kamar karna mengantuk . Mamah Rita pun pergi beristirahat .
Saat sore hari, emaknya Bira keluar kamar karna bosan, sedangkan abah masih betah tidur katanya kasurnya bikin mata ngantuk terus.Makanya abah enggan beranjak .
Karna bingung akan melakukan apa, akhirnya emaknya Bira pun pergi ke dapur untuk sekedar membantu menyiapkan makan malam .
"Kulsum lagi apa kamu?" emaknya Bira bertanya karna melihatnya tengah sibuk.
"Biasa lagi mau nyiapin makan malam ?" jawabnya
"Saya bantuin ya, abisnya bosen diem terus" emaknya Bira menawarkan diri
"Jangan atuh, masa tamu bantuin masak, Lagian kamu teh di sini besan masa malah bantuin masak di dapur, ga enak atuh saya"
__ADS_1
"Ah kamu mah kaya sama siapa aja, mau masak apa itu ?" tanya emak Bira
"Mau masak seafood kalau kata si eneng mah penghuni bikni bottom katanya, ada-ada aja"
"Euuuh, si neng Bira suka makan si spongebob, emangnya si kotak kuning teh bisa di makan gitu?"
"Bukan atuh, ini mah masak bos nya si spongebob sama masak tetangganya yang jutek itu " jawab Ua Kulsum
"Kalo bosnya di masak nanti teh atuh si spongebob jadi pengangguran " emaknya Bira tertawa
Ua Kulsum langsung tergelak mendengar ucapan adiknya yang aneh bin ajaib dan kini sifatnya itu menurun kepada anak perempuan mereka satu-satunya.
"Kalo bos nya di masak spongebobnya jadi pengangguran, terus ini kalo tetangganya di masak nanti si spongebobnya syukuran ? lagian di dunia neng Bira mah spongebob teh jadi bos nya bukan pegawainya " jawab Ua kulsum terbawa suasana
"Maksudnya gimana, ga ngerti ??"
"Masa sama menantu aja ga tau ?" Ua Kulsum jadi tertawa kalau mengingat julukan majikannya yang super dingin itu di beri julukan spongebob oleh keponakannya .
"Nak Gagan maksudnya?"
"Iya siapa lagi punya menantu cuma satu juga " jawab Ua Kulsum masih tertawa
"Kalo ga percaya tanya aja sama si neng Bira ?"
"Ah,dasar si neng nong mah ke suami masa bilang gitu " Emaknya Bira geleng-geleng kepala.
Saat sore semua papa Anton dan Regan pulang, karna lelah dengan proyek barunya Regan pun langsuk masuk ke kamar. Saat membuka pintu Regan melihat Bira sudah mandi dan nampak segar tidak sperti biasanya, yang hanya tiduran di kamar.
Melihat istrinya sudah cantik Regan langsung memeluknya dan menciumnya, menempelkan bibirnya yang lembut ke leher Bira dan mengendus aroma istrinya yang membuatnya candu .
"Mandi dulu mas " Ucap Bira karna tangan Regan kini sudah tidak bisa di kondisikan, kalau di teruskan maka Bira harus mandi lagi dan Bira malas jika harus mandi lagi.
"Nanti saja " Sambil terus mengekspor wajah istrinya dengan bibirnya "
"Ini kanebo kering kalo mesumnya kumat susah berhenti" ucap Bira dalam hati
__ADS_1
"Mas, emangnya ga cape baru pulang kerja" Bira mencoba mengalihkan perhatian Regan
"Tidak, aku tidak pernah lelah untuk hal ini " Kini Bira sudah ada dalam gendongan Regan. Sabira memekik karna kaget.
"Mas, Bira udah mandi nih Bira ga mau mandi lagi " Ucap Bira mengerucutkan bibirnya kesal, namun Regan malah memberi kecupan lembut di bibir manis istrinya itu.
"Nanti aku mandi kan " Sambil terus mengeksplor tubuh istrinya. Karna sepertinya suaminya sudah tidak bisa di hentikan, akhirnya Bira pasrah dengan apa yang di lakukan oleh semuanya .Merasakan istrinya sudah tidak ada perlawanan lagi Regan tersenyum merasa menang.
Setelah satu jam akhirnya kegiatan sore antara Regan dan Bira pun selesai . Bira merasa lemas setelah itu berbeda dengan suaminya meskipun sudah lelah bekerja di tambah ritual aye-aye tidak membuat staminanya menurun, malah terlihat lebih segar dari sebelumnya . Sepertinya melakukan ritual bersama istrinya menjadi suntikan imun Regan agar menjadi lebih segar setiap waktunya.
"Mas..." panggil Bira
"Ya, ada apa " Ucap Regan sambil memakai bajunya karna Regan baru selesai mandi setelah sebelumnya memandikan istrinya. Meskipun Bira bisa melakukannya sendiri namun karna tingkat kemesuman kanebo kering kini telah mencapai level akut, dia memaksa untuk memandikan istrinya .Bira yang sudah lelah karna tidak ingin berdebat, akhirnya setuju dengan keinginan suaminya.
"Emak sama abah udah nyampe dari tadi " jawab Bira
"Benarkah, kenapa kamu tidak memberitauku kalau mereka sudah sampai, aku jadi terlihat seperti menantu tidak berbakti " Regan membalikan tubuhnya menatap kepada istrinya.
Sabira hanya mencebikan bibir. "Dari tadi mau bilang mas nya malah sibuk tengokin si dede "
"Seorang ayah yang ingin menjenguk anaknya itu sangat wajar, dan kamu sebagai ibunya tidak boleh melarangnya. Kamu harus mengijinkan kapan pun aku merindukan anakku.
"Ga gitu juga konsepnya spongebob" ucap BIra kesal
Namun Regan hanya tertawa menanggapinya. Regan pun heran kepada dirinya sendiri kenapa dia menjadi seperti ini .Setiap melihat istrinya dia selalu ingin melakukannya.
"Mungkin ini bawaan bayi "Regan berkata dengan santainya
"Bukan bawaan bayi, tapi bawaan pabrik bayi, sekali-sekali tutup pabriknya biar ga produksi terus " Bira masih manyun menanggapi suaminya.
"Oh tidak bisa ratu ubur-ubur, perusahaan pencetak anak tdak boleh libur. Aku selaku bos nya tidak mengijinkan itu. Kecuali nanti saat junior lahir aku akan memberimu cuti"
"Astagfiruloh....." Ucap Bira geleng-geleng kepala
"Ternyata benar kata A Revan kalo mas suami sekarang udah terkena virus ubur-ubur "
__ADS_1
"Dia bilang begitu karna iri padaku, karna dia selalu menutup pabriknya, sungguh meyedihkan pabriknya belum beroperasi" Regan tersenyum meledek.
Bira hanya memutar bola mata malas.....