AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 74


__ADS_3

Mendengar Bira kecelakaan dunia Regan serasa runtuh, hatinya hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak sebagian hidupnya sedang tidak baik-baik saja, jiwa dan hatinya Regan ada pada Bira. Dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


Regan hanya diam saja karena merasa shock dengan kabar yang ia dapat barusan. Membuatnya jadi diam membisu tidak bisa berkata apa-apa. Papa Anton dan Revan pun penasaran siapa yang menelepon Regan hingga membuatnya shock seperti itu. "Regan ada apa ? jangan membuatku khawatir, siapa yang meneleponmu barusan ?" tanya Revan


Pertanyaan Revan menyadarkan Regan "Bira dan Yura mengalami kecelakaan keduanya kritis Revan "


ucap Regan dengan merasa sesak mengatakan hal itu.


Bagai di hantam palu godam kabar itu itu membuat hati Revan remuk seketika, istri dan anaknya kecelakaan bagaimana nasib mereka.


"Yura...." ucap Revan perlahan


"Ayo kita semua bergegas ke rumah sakit " ucap pak Anton. Mereka bertiga bergegas ke rumah sakit. Langkah yang di ambil secepat mungkin, Regan merasa hampa saat melangkah, hatinya tidak karuan pikiran buruk terus menerpanya bagaimana keadaan istrinya saat ini semoga baik-baik saja . Hanya doa yang ia panjatkan dalam setiap langkahnya.


Mereka pergi dengan satu mobil dan papa Anton yang menyetir. Kedua anaknya sedang tidak baik-baik saja. Saat perjalanan Regan melihat mobil yang Bira pakai bersama Yura dan juga sopir mereka, Regan mengenali mobil itu. Mobil itu menjadi sangat hancur dengan darah bercecer di mana-mana, membuat nyali Regan semakin menciut saja melihatnya.


Bagaimana tubuh mungil yang selalu ia jaga sepenuh hati setiap harinya berada dalam mobil itu hingga sangat hancur. Regan sudah tidak bisa menahan air matanya lagi begitu pun dengan Revan, memikirkan bagaimana keadaan istrinya saat ini.


Tak lama mereka pun sudah sampai di rumah sakit. Regan dan Revan segera masuk dan berlari menanyakan keberadaan istri mereka. Suster pun langsung memberi tau keberadaan istri mereka. Saat ini Yura dan Bira tengah berada di ruangan IGD .


Saat ada dokter yang keluar Regan langsung bertanya.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya " tanya Regan dokter itu terlihat sedang buru-buru.

__ADS_1


"Anda keluarga korban yang tadi mengalami kecelakaan ?" dokter balik bertanya.


"Iya dok saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya sekarang ?"


"Maaf pak, keadaan pasien keduanya mengalami kritis, korban kehilangan banyak darah dan juga mengalami benturan salah satu korban juga mengalami patah tulang, perbanyaklah berdoa kami akan melakukan operasi saat ini juga , permisi " ucap dokter sambil berlalu.


Regan benar-benar shock mendengarnya, istrinya kritis saat ini " Tuhan lindungi dan jaga istriku, selamatkan dia Tuhan " Regan menangis di sana. Melihat Bira melahirkan saja Regan sudah merasakan sesak di dadanya ,apalagi sekarang banyak luka di tubuhnya. Regan tidak sanggup membayangkannya.


Pak Anton berusaha menenangkan kedua putranya, tadi dia sempat memberikan kabar kepada mamah Rita dan juga orang tua Bira di desa. Orang tua Bira sangat terkejut mendengar anaknya kecelakaan dan mereka langsung berangkat hari itu juga untuk melihat keadaan putri mereka. Begitu pun dengan Hendra papa nya Yura, papa Anton langsung menelponnya untuk mengabari keadaan putrinya.


*


*


Sudah tiga jam lebih Regan menunggu kabar tentang keadaan istrinya, namun belum ada satu dokter pun yang keluar dari ruang operasi. Mereka semua di sana menunggu dengan keadaan panik dan tak berhenti berdoa.


"Dokter " panggil Regan


"Maaf pak, kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk pasien, saya akan menjelaskan dulu pasien perempuan yang sedang tidak hamil, lukanya cukup parah di sekujur tubuhnya, korban juga mengalami patah tulang dan kehilangan banyak darah, maaf pak saat ini istri anda mengalami koma " ucap dokter itu.


Semakin lemas saja tubuh Regan, dokter bilang istrinya koma. Tapi Regan harus kuat ada Reby yang membutuhkannya.


"Apa saya boleh melihat keadaan istri saya dok " pinta Regan memelas.

__ADS_1


"Baik, tapi hanya satu orang saja yang boleh melihatnya " ucap dokter dan Regan pun mengangguk. Setelah memakai pakaian khusus Regan di ijin kan masuk untuk melihat Bira.


Hatinya bagai teriris melihat keadaan istri kecilnya yang sangat memprihatinkan. Tubuh yang biasa dia peluk kini di penuhi dengan banyak luka.


Regan terduduk lemas di pinggir Bira ,cairan hangat itu kembali meleh di pipinya. Hingga Regan terisak melihat keadaan Bira.


Terlintas banyak kenangan menghampiri Regan saat ini, saat awal mula dia melihat Bira. Cantik, itulah kesan pertama Regan melihat Bira. Regan ingat saat pertama bercengkrama denganya yang membuat hatinya sangat kesal dan bagaimana Bira selalu mengganggunya dan juga gomblan receh yang selalu di ucapkannya setiap hari.


Tingkahnya yang absurd dan juga selalu penuh senyum, sedikit demi sedikit meluluhkan hati Regan . Guyonan Bira entah mengapa menyentuh hati Regan .Hingga keinginan untuk memiliki pun muncul pada dirinya. Hatinya selalu menghangat jika berada di dekatnya. Bira adalah satu-satunya gadis konyol yang sudah mencuri hatinya dan membawa seluruh jiwanya . Hidup Regan ada pada Bira, Regan serasa mati melihat keadaan Bira seperti sekarang.


"Sayang bangunlah, lihat aku di sini. Apa kamu tidak merindukan suami tampanmu " Regan menetralkan nafasnya yang terasa tersendat.


"Sayang bangunlah, Reby merindukanmu begitu pun denganku. Jangan membuatku khawatir Bira, bangunlah sayang dan lihat aku, bagian mana yang sakit aku akan membantumu menyembuhkannya, kamu suka sekali jika aku mengusap tubuhmu yang sakitkan, kamu bilang sakitmu akan hilang jika tangan ku sudah menyetuhnya, jadi katakan padaku mana tubuhmu yang sakit Bira, ayolah sayang bangun dan lihatlah aku " Regan menangis tergugu di sana.


Banyak yang Regan ucapkan di sana, semua tentang dirinya dan juga tentang Bira tak lupa Regan juga bercerita tentang Reby namun Bira belum mau bangun . Hingga suster datang dan memberi tau jika sudah saatnya Regan keluar. Dengan berat hati Regan pun pergi meninggalkan istrinya sendirian di sana.


Saat keluar orang tua nya Bira sudah ada di sana. Ibunya terlihat menangis dan ayahnya pun terlihat sangat sedih .


"Maaf, Aku tidak bisa menjaganya dengan baik, maaf" Regan menunduk mengucapakan maaf di hadapan orang tua Bira. Siap menerima kemarahan mereka karena dia sudah lalai dalam menjaga putri mereka satu-satunya.


Alih-alih marah abah malah memeluk Regan dan memberikan kekuatan pada menantunya. Dia tau bagaimana besarnya cinta Regan untuk Bira putrinya.


"Semua sudah kehendak dari yang maha kuasa nak Regan, berdoalah untuk keselamatan neng Bira " ucap Abah, Regan hanya mengangguk menanggapinya dia sudah tidak kuat untuk bicara saat ini.

__ADS_1


****


Yang panasaran sama keadaan Yura, liat di buku novel Cinta Yura ya....


__ADS_2