
Setelah selesai mandi , Bira kemudian bersiap-siap untuk pergi ke dokter kandungan . Dia sangat bersemangat untuk memeriksa keadaan sekaligus melihat calon bayi nya . Saat dia sudah siap, dia melihat suaminya malah tertidur .
Huufftt
"Mas suami pasti cape banget pulang kerja , tapi dede nya kan juga mau di periksa " Gumam Bira , akhirnya Bira memutuskan untuk membangunnkannya . Karna tidak mungkin dia menunda jadwal pemekriksaan hanya karna suaminya tertidur .
" Mas...." Bira sedikit mengguncang bahu Regan dan berhasil , sedikit guncangan saja Regan sudah bangun .Benar-benar suami siaga . Regan langsung terbangun dengan wajah khawatir .
" Ada apa sayang ? ada yang sakit ? " Tanya Regan cemas
"Bira ga pa pa , ayo tuh bangun katanya sekarang mau periksa " Ajak Bira
"Ah iya, ayo kamu sudah siap?" Tanya Regan , Bira menganggukan kepala . Bira dan Regan pun pergi ke dokter kandungan sore itu setelah berpamitan kepada mamah Rita .
Saat perjalanan ternyata mereka terjebak macet , meskipun padat merayap tapi itu membuat Regan sangat kesal .
"Ckk ,sebenarnya orang-orang ini mau kemana malah berkeliaran di jalan, membuat jalan menjadi macet saja " Ucap Regan kesal . Pertanyaan konyol apa itu pikir Bira, tentu saja orang-orang di jalan ini mempunyai tujuan mereka masing-masing . Bira memilih untuk diam saja , karna jika mood suaminya sedang buruk, cerewetnya akan melebihi ibu-ibu tukang gosip.
"Apa mereka tidak tau kalau aku akan memeriksa istri dan anaku " Ucanya lagi .Bira memutar bola matanya malas
"Emangnya mas Regan teh artis kalo mau periksa mesti semua orang harus tau " kesal Bira mendengar omelan suaminya dari tadi . Regan hanya melirik saja pada Bira .
"Lagian tunggu aja atuh, nanti juga maju walau dikit-dikit juga , kan dokternya juga udah bilang g apa-apa, dia bakalan nungguin kita " Bira mencoba menenangkan .
"Harusnya kita tadi naik ambulan biar cepat sampai ke rumah sakit " Bira hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan suaminya . Memangnya istrinya itu pasien gawat darurat yang harus segera di tangani . Benar-benar menyebalkan makhluk titisan spongebob ini , apa sekarang otaknya juga sudah berubah menjadi berbentuk kotak ,hingga tidak bisa berpikir dengan benar .
"Kenapa ga naik mobil pemadam kebakaran aja sekalian biar seru jalan-jalan ke rumah sakitnya ."Ucap Bira asal .
"Akan aku pikirakan usulmu "
Gubraaakkkkk......
Benar-benar manusia konyol , terbayang sudah jika Bira pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran . Dia akan di anggap makhluk dari dunia lain jika sampai itu terjadi . Bira bergidik membayangkannya .
Setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam akhirnya mereka sampai di rumah sakit .Setelah turun dari mobil Regan sama sekali tidak ingin melepas tangan istrinya itu .Regan terus menggenggamnya dengan erat , seakan takut Bira hilang karna lepas dari pengawasannya . Regan pun langsung di antar ke ruangan dokter oleh petugas di sana .
setelah sampai di ruangan dokter kandungan .Bira di sambut hangat oleh sang dokter serta mempersilahkan mereka untuk duduk .
Selamat sore nona Bira dan Tuan Regan .
"Nyonya bukan nona " dia sudah punya suami , dokter yang mendengarnya pun langsung tersenyum mendengar ucapan Regan , tapi Bira merasa malu dengan ucapan suaminya yang menurutnya itu hanya hal sepele .
__ADS_1
"Ga pa -pa kok dok, kalo di panggil nyonya serasa udah tua " Bira tersenyum kepada sang dokter
"Baiklah, tidak masalah e-emm nyonya Regan " Regan langsung tersenyum mendengarnya . Karna itu menunjukan kepemilikannya atas Sabira istrinya . Benar-benar posesif yang manis pikir dokter itu .
"Apa ada keluhan nyonya ?" Tanya dokter
"Bira selalu ngerasa pusing, mual juga dan bawaannya selalu lemas " jawab Bira
"Itu normal nyonya, itu karna di sebabkan oleh hormon HCG , sebentar saya periksa tekanan darahnya dulu "
Dokter pun mulai memeriksa tekanan darah Bira
"Tekanan darah anda rendah nyonya ,nanti saya akan memberi resep untuk penambah darahnya dan juga obat anti mual untuk anda , mari sekarang ikut saya kita akan lihat bayinya " Ucap dokter itu .
Sabira pun mengikuti dokter itu dan kemudian berbaring di tempat yang sudah di sediakan . dokter pun menaikan pakaian Bira ke atas sedikit dan memoleskan cairan berbentuk gel yang terasa dingin di kulitnya .
Kemudian terlihat di monitor gumpalan kecil sebesar kacang polong nampak di sana . Bira dan Regan merasa takjub dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang . Itu adalah buah dari cinta mereka yang sedang tumbuh .
"Bayinya sehat nyonya , tuan "Ucap dokter itu
Sedang Bira dan Regan masih menatap kesana ke layar monitor .
"Dia laki-laki atau perempuan dokter ?" Tanya Regan
"Baiklah " Jawab Regan
"Nanti hasil usg nya akan saya cetak agar bisa di bawa pulang "
"Baik, makasih dokter" ucap Bira sambil mencoba untuk terbangun , dokter yang melihat gerakan Bira langsung memberi tau cara bangun dan bergerak untuk ibu hamil .
" Maaf nyoya , jika anda mau bangun anda harus miring dulu ya " Ucapnya menasihati calon ibu muda yang masih harus banyak bimbingan itu .
"Oh maaf, bira ga tau "
"TIdak apa-apa , untuk ke depannya harus di perhatikan ya " Ucap dokter tersenyum
"Sebentar saya akan tulis resepnya dulu untuk nanti di tebus di apotik "
"Dokter....?" Tanya Regan
"Ya ..."
__ADS_1
"Ada yang ingin saya tanyakan "
"Silahkan tuan..."
"Apa boleh kami melakukan hubungan suami istri ?" Tanyanya datar .Bira yang mendengarnya merasa sangat malu dan langsung menunduk sambil melirik suaminya , namun yang di lirik hanya diam saja dan tidak meresponnya . Jawaban dari sang dokter sangat penting untuk tuan kanebo kering saat ini .
Dokter perempuan itu langsung berdehem...
"Eehhemm.....Tentu saja tuan asal di lakukan dengan pelan-pelan serta hati-hati " Ucapnya tersenyum
"Syukurlah...." Ucap Regan
"Ya.....?" Ucap dokter
"Aku tidak bisa membayangkannya jika aku harus puasa selama sembilan bulan , bagaimana nasibku nanti" Ucapnya tanpa malu .
Setelah selesai menuliskan resep , dokter pun memberikannya kepada Regan . Karna pemeriksaannya sudah selesai Regan dan Bira pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu .
Di dalam mobil
"Mas Regan kenapa tadi nanya gitu sama dokter malu tau " Sejak dari tadi dia ingin menannyakan hal itu kepada suaminya namun dia menunggu saa yang tepat, tepatnya saat tidak orang . Bira malu jika sampai ada yang mendengarnya .
" Memangnya kenapa kalau aku bertanya , dan kenapa harus malu, kamu istriku " Jawabnya biasa saja
"Ya jangan nanya sama dokternya Bira malu , masalah gitu juga di tanyain "
"Memangnya mau bertanya pada siapa ? pada Revan , bahkan sampai sekarang istirnya saja belum di apa-apa kan mana dia tau hal seperti itu dan juga itu masalah sangat penting untuku , aku tidak bisa membayangkannya jika aku harus menahannya selama sembilan bulan , dua hari saja tidak bisa menyentuhmu itu sangat menyiksa "
" Dasar kanebo mesum , heran deh padahal dulu dinginnya minta ampun "
"Itu karna sekarang aku baru tau surga dunia itu sangat indah " Ucapnya tersenyum senang
"Berarti kalo taunya dari dulu kalo meye-meye itu enak bakal sering celup gitu ?" Ucap Bira asal
"Enak saja ,kamu pikir suami mu ini teh celup, masuk sana-sini , aku hanya akan melakukannya dengan orang yang aku cinta "
"Awas aja kalo berani macam-macam , si jek bakalan Bira potong biar pendek sekalian " Ancam Bira
"Dasar ubur-ubur bikini bottom, jangan rusak barang berhargaku aku bisa mencetak banyak anak dengan itu" kesal Regan
Sabira hanya mencebik mendengarnya......
__ADS_1
****
Alhmamdulillah udah up 😊, jangan lupa terus dukung neng Bira 😗😗 Sumbangin like vote sama hadiahnya ya 🙏😍😘😘