AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 86


__ADS_3

Melihat calon makmumnya di dekati manusia abon Bagas menjadi tidak rela, dengan cepat dia menghampiri Salsa dan Ramon.


"Hey manusia abon, apa yang sedang kau lakukan " kesal Bagas sambil menyimpan makanan yang ia bawa.


"Haaahhh, asistent menyebalkan ini juga ikut-ikutan memberiku julukan manusia abon " kesal Ramon


"Cepat pergi sana jangan mengganggu calon makmumku " ucap Bagas, Salsa dan Siena terkejut saat mendengar Bagas mengatakan itu. Salsa merasa senang di sebut calon makmum oleh Bagas namun Siena ada sedikit rasa tidak suka saat Bagas mengatakan hal itu pada Salsa. Kenapa bukan pada dirinya dia mengungkapkan hal itu.


"Calon makmum ? gadis pendek ini ?" ucap Ramon


"Eh ini jerapah enak aja bilang Sasa pendek, Sasa ini cuman kurang tinggi aja bukan pendek " kesal Salsa


"Astaga, aku bisa mengalami darah tinggi jika terus dekat dengan gadis pendek ini"


"A Bagas kita cari tempat duduk aja yuk, di sini ada jerapah Sasa takut di seruduk " ucap Salsa Ramon melebarkan matanya bisa-bisanya dia di samakan dengan jerapah.


"Ayo, kita pindah calon makmum " ucap Bags tersenyum


"Udah dong A Bagas kalau jantung Sasa lompat gimana nanti " ucap Salsa merasa


malu


"Kalau jantungmu melompat aku akan memakannya di hadapanmu sekarang juga " jawab Ramon


"Ihhh, dasar jerapah teh nyambungin terus bikin kesel aja , ayo A kita pergi " ajak Salsa kepada Bagas, Bagas pun langsung pergi meninggalkan mereka di sana.


Melihat Bagas yang pergi Siena duduk di situ dan.meyimpan makanannya, kebetulan kursi itu jadi kosong jadi dia tidak perlu mencari tempat duduk lagi.


Baru saja duduk si sana, Siena di buat kesal oleh Ramon yang memgambil minumannya dan langsung menghabiskannya.


"Hey kau, kalau kau haus kenapa tidak pesan sendiri minumanmu kenapa kau malah meminum minumanku, dasar laki-laki menyebalkan " kesal Siena


"Akan aku ganti, tenggorokanku kering perdebebatan barusan membuatku haus " jawab Ramon santai.


"Cepat ganti minumanku " perintah Siena


"Astaga kenapa kalian para gadis tidak bisa berkata dengan lembut padaku " kesal Ramon sambil pergi memesan minuman untuk Siena. Karena antriannya panjang, Ramon membeli minuman kemasan saja dan di berikan kepada Siena.


"Ini, aku ganti minumanmu dua botol sekaligus " ucap Ramon, mellihat hanya minuman kemasan yang di gantinya membuat Siena menjadi kesal.


"Kenapa kau menggantinya dengan minuman ini, aku ingin minumanku yang seperti tadi, ayo cepat ganti " pinta Siena kesal

__ADS_1


"Antriannya penuh, aku malas minum air putih saja itu lebih sehat " jawabnya santai


"Hahhh, ternyata masih ada laki-laki yang lebih pelit dari asistant menyebalkan itu " kesal Siena


"Maksudmu asistant yang tadi ?" tanya Ramon tidak percaya.


"Iya, bahkan kau jauh lebih pelit dan menyebalkan dan juga tidak sopan " kesal Siena


"Oh astaga, hari ini aku benar-benar sial " geram Ramon


"Dan hariku jauh lebih sial di banding denganmu " balas Siena.


Karena kesal Siena pun pergi meninggalkan Ramon, "kenapa hari ini aku bertemu dengan dua gadis aneh"


Saat sedang asyik makan bersama Bagas Regan dan Bira datang menghampirinya " Kalian di sini rupanya" ucap Bira .Mendengar suara Bira Salsa pun melihat ke arah suara Bira memanggil dan tersenyum.


"Sasa laper, makanya tadi A Bagas ngajakin makan " jawab Sasa


"Iya ga apa-apa, sini Reby nya biar sama Bira " Bira pun langsung mengambil alih Reby dari pangkuan Sasa.


"Ga apa-apa, biar sama Sasa aja " ucap Sasa merasa tidak enak.


"Anda tidak makan pak ?" tanya Bagas


"Tidak, aku sedang duduk " jawab Regan


"Ck, mas suami mas Bagas itu nawari makan lohh maksudnya " ucap Bira yang kesal mendengar ucapan suaminya.


"Bira sama mas Regan pulang duluan ya, Bira cape " ucap Bira


"Ya udah Sasa juga mau pulang aja "ucap Salsa


"Kamu puas-puasin aja dulu kan ada mas Bagas yang nemenin, iya kan mas Bagas "


"I-iya nona " Bagas tertunduk malu


"Wajahmu merah sekali kenapa ? " tanya Regan kepada Bagas


"Ah, i-ini mungkin karena saya kepedasan pak " jawab Bagas sekenanya, padahal saat ini jantungnya sedang melompat-lompat karena terlalu bahagia akan berkencan dengan Salsa.


"Aku akan menyuruh supir untuk menjemput kalian nanti " ucap Regan

__ADS_1


"Terus Reby " Sasa merasa tidak enak, dia bekerja mengasuh Reby tapi malah Reby di bawa Bira dan dia bersama Bagas.


"Ga apa-apa, anggap aja kamu lagi liburan. Ayo mas" ajak Bira. Tak lama setelah itu Regan dan Bira pun pulang tinggal Bagas dan Salsa di sana, mereka agak kikuk karena sekarang tidak ada Reby.


"Abis ini kita mau kemana A ?" tanya Salsa


"Kemana saja bebas " ucap Bagas


"Tapi kan Sasa ga tahu daerah sini A, harusnya A Bagas yang ngajakin "


"Kita ke taman kota kamu mau ?" ajak Bagas


"Iya , Sasa mau " ucap Sasa merasa senang. Seleaai makan mereka pun pergi ke taman kota, karena hafi sudah sore tempatnya menjadi ramai serta banyak orang di sana, terutama banyak anak muda yang nongkrong atau pun sekedar ngobrol di sana.


"Tempatnya rame ya Sasa suka " ucap Salsa


"Syukurlah kalau kau suka, aku juga suka " jawab Bagas, Bagas adalah manusia yang sangat kaku tidak pernah bertanya duluan dan menjawab dengan singkat saat di tanya.


Bagas dan Salsa tidak tahu jika ada yang sedang menguntit mereka, gadis cantik itu benar-benar tidak suka melihat Bagas dengan Salsa. Siena sepertinya sudah terpana oleh pesona Bagas saat Bagas menghajar mantannya. Menurut Siena Bagas adalah pria keren dan juga tampan, tapi sayangnya Bagas sangat cuek pada Siena. Membuat Siena menjadi sedih. Padahal dulu saat Regan menikah dengan Bira Siena merasakan hatinya tak sesakit saat melihat Bagas dan juga Salsa.


"Kenapa dia tidak tertarik padaku, padahal aku sangat cantik " gumam Siena


"Itu karena kau gadis yang menyebalkan " ucap seseorang tiba-tiba.


Siena yang terkejut pun langsung melihat ke arah belakang, dan ternyata di situ sudah ada Ramon yang berdiri tepat di belakan Siena.


"Sedang apa kau di sini, apa kau seorang penguntit?"


kesal Siena.


"Seharusnya pertanyaan itu untukmu bukan untukku, gadis penguntit " balas Ramon


"Apa maksudmu ?" tanya Siena tidak mengerti


"Aku melihatmu dari mall tadi sampai mereka belanja dan juga mereka berkencan di sini kau selalu mengikuti mengikuti mereka, dasar tidak ada pekerjaan " ledek Ramon


"Lalu bagaimana denganmu , berarti kau juga mengikutiku sampai kau tahu apa yang aku lakukan?" Siena bertanya dengan marah, dirinya malu ketahuan menguntit Bagas dan Salsa


"Aku takut kau kriminal makanya aku mengikutimu, siapa yang tahu kau akan berbuat jahat pada mereka dan aku di sini berjaga untuk mencegah hal itu terjadi " jawab Ramon


"Apa....!!"

__ADS_1


__ADS_2