
Keesokan harinya seluruh keluarga Sabira berpamitan pulang untuk pulang ke desa begitupun dengan kedua orang tuanya. Mereka semua mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga Regan yang sudah menyambut mereka dengan sangat baik.
Kini Sabira sudah berada di kediaman Maheswara sedang berkumpul dengan semua keluarganya. "Mah Regan besok akan pindah ke apartement, Regan udah beli apartement ga jauh dari sini " Regan memulai pembicaraan.
"Lohh kok, kenapa ga tinggal di sini aja Regan mamah pengen kita semua kumpul" Ucap Bu Rita
"Regan pengen mandiri mah, membangun rumah tangga Regan sendiri" Jawab Regan
Regan sadar betul kalau istrinya itu bar-bar makanya dia memutuskan untuk membeli apartement, dia takut kalau malam tiba-tiba dia berteriak karna ulah Sabira seperti kejadian malam pertama di rumah Sabira kemarin. Regan harus menahan malu akibat ulah sang istri semalam, dia tidak mau itu terjadi lagi.
"Kalau papa terserah kalian saja, kalau kalian merasa nyaman seperti itu, papa tidak masalah" Ucap pak Anton. Ibu Rita pun menganggukan kepala
" Baiklah tapi kalian harus sering main kesini ya, apalagi kamu Bira kalau jenuh di apartement sendirian kamu kesini ya temenin mamah, pasti rumah ini bakalan sepi kalau ga ada kamu"
"Iya bu ehh mah" Bira tersenyum
"Sekarang tinggal kamu Revan, kapan kamu akan menikah ?" Tanya pak Anton
"Entahlah, Revan belum kepikiran " Revan mengangkat bahu acuh
"A Revan nanti nyari istrinya yang kaya Bira ya, biar satu server sama ipar pasti seru" Ucapnya polos sedang Revan hanya tersenyum.
"Aku tidak bisa bayangkan kalau Revan menikah dengan gadis seperti mu, pasti rumah ini akan berisik seperti taman kanak-kanak" Sambung Regan
"A Revan mah kalem ga kaya mas Regan galak, jutek sama istrinya kalo ngomong irit banget, penghematan pita suara."
"Mana ada penghematan pita suara, hey ubur-ubur kapan kamu akan pintar" Balas regan Yang lain pun hanya tertawa mendengarkan ucapan mereka.
"Kalian sudah menikah tapi tetap saja seperti ini" Ibu Rita tertawa
"Benar aku membayangkan kalian kalian itu seperti squidward yang menikah dengan spongebob, yang satu jutek yang satu banyak bicara bisa kalian bayangkan seperti apa " Ucap Revan tersenyum
Huffftt
****
__ADS_1
Hari ini Regan dan Sabira sudah berkemas untuk pindah ke apartement, mereka menyiapkan barang yang akan mereka bawa. Hanya sedikit barang yang mereka bawa karna apartement itu sudah Regan beli beserta isinya, sengaja Regan melakukannya agar nanti tidak repot saat pindah pikir Regan.
"Wahh apartment nya bagus banget Bira suka". Apartementnya berada di lantai paling atas .Saat Bira melihat keluar tampak pemandangan ibu kota yang indah .
"Syukurlah kalau kamu suka" Ucap Regan
"Kenapa mas Regan ga beli rumah malah beli apartement" Tanya Bira
"Aku ingin mendesain rumahku sendiri seperti yang aku inginkan dan itu butuh waktu" Jawab Regan
"Ohh gitu ya"
"Besok aku akan mencari pekerja untuk membantumu membersihkan apartement ini" Regan memeluk Sabira dari belakang.
"Ga usah Bira sendiri aja bisa kok"
"Aku tidak mau kamu kelelahan, karna setiap malam kamu harus melayaniku" Bisik Regan kepada Sabira membuat Sabira bergidik.
"Ya engga atuh , Bira ga bakalan cape kalo cuma bersihin apartement mah. Lagian Bira jenuh kalo cuma diem di rumah"
"Ihhh dasar " Sabira mencebikan bibir " Nanti Bira pikirin masalah itu mah"
"Baiklah" Regan mengecup bibir istrinya dengan gemas yang kini sudah menjadi candu baginya.
"Masih siang atuh mas Regan" Ucap Bira karna kini tangan suaminya sudah tidak bisa di kendalikan.
"Kita sudah menikah, kita bebas melakukannya kapan saja" Regan tidak mau berhenti mencium dan menyentuh istrinya.
"I yaa tapi" Sabira tidak bisa melanjutkan perkataanya karna kini bibirnya yang kecil sudah di bungkam oleh Regan dengan bibirnya. Tanpa berkata apa- apa Regan langsung menggendong istrinya ke tempat tidur.
"Katanya bar-bar tapi minta terus iiihhh " Protes Bira
Sedangkan Regan tidak memperdulikan istrinya yang terus mengoceh Regan terus melakukan hal yang dia inginkan kepada istrinya.
"Dasaaarrr gunung es mesuummm" Teriak Bira.
__ADS_1
***
Sabira pun ketiduran setelah kelelahan melakukan kegiatan siangnya bersama Regan. Sedangkan Regan melakukan pekerjaanya di rumah karna banyak pekerjaan yang bertumpuk, hingga dia tidak bisa berleha-leha walaupun di rumah.
Sabira pun bangun mengerjapkan matanya, tapi dia melihat suaminya tidak ada di sisinya ketika bangun. Dia langsung meninggalkan tempat tidur dan mencari suaminya, ternyata suaminya ada di ruang depan sedang memangku laptop di pangkuannya. Dengan muka bantal dia menghampiri suaminya.
"Kali-kali Bira atuh yang di pangku teh , jangan laptopnya terus, Bira jadi cembokur sama laptopnya mas suami" Bira bicara sambil menghampiri Regan yang sedang bekerja. Regan yang mendengar ocehan istrinya sejenak menghentikan pekerjaannya.
"Kemarilah " Mengulurkan tangan kepada sang istri
"Ga ahh, Bira pengen di pangku " Regan hanya tertawa sambil menyimpan laptonya di atas meja.
"Baiklah sini anak manis" Ucap Regan sambil menepuk-nepuk pahanya agar Sabira duduk di pangkuannya, tanpa menunggu lama Bira pun kini duduk di pangkuan suaminya sambil bersandar di dada bidang suaminya yang membuatnya sangat nyaman
"Ada apa ? mau minta lagi?"
"Aaarrgggh " Teriak Regan karna di gigit oleh Bira
"Terus saja gigit kamu senang sekali menyiksa suamimu ini, lama-lama tubuhku habis kamu gigit" Ucap Regan.
"Makanya jangan minta terus Bira cape tau, mas suami ga ada cape-cape nya aneh Bira mah" Sambil masih bersandar di suaminya sedang Regan hanya tersenyum.
"Masss suammiii" Rengek Bira yang terdengar menggoda di telinga Regan.
"Bira lapeeeer, mau makan"
Regan sampai lupa kalau mereka tidak makan seharian ini karna sibuk dengan kegiatannya. Dia pun membelai sayang kepala Bira. "Maaf aku lupa memberimu makan, mandi lah dulu aku akan memesan makanan untukmu" Mencium kening Bira dengan sayang.
"Bira pengen di mandiin mas suami" Ucap Bira manja,perkataan Bira membuat otak Regan yang mendengarnya menjadi traveling lagi, Regan jadi membayangkan memandikan tubuh istrinya yang putih mulus seperti susu. Bira yang sadar dengan perkataannya pun karna telah membangunkan sesuatu yang lain dari suaminya langsung bangun .
"Tapi boong !!! " Bira pun langsung berlari menuju kamar mandi karna takut Regan akan melakukannya lagi. Bira tidak mau melakukannya lagi tubuhnya sudah lemas karna kelelahan.
"Dasar gadis nakal " Ucap Regan melihat kepergian Sabira sambil tersenyum.
****
__ADS_1
Assalamualaikum readers, mimin mau minta dukungannya buat novel ini 😊🙏 doain ya semoga novel ini lulus kontrak biar makin semangat upadte nya 😍😍, yang takut pelakor sama pebinor tenang aja ya, ini novel ringan ga bakal ada konflik berat, ada gangguan sedikit itu biar ada rasanya di cerita 😁, terus dukung Neng Bira ya 😇