AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 23


__ADS_3

Malam ini setelah mereka berdua sampai di rumah, kedua insan yang sedang jatuh cinta itu tidak bisa memejamkan matanya. Mereka terus saja mengingat hal yang mereka lakukan tadi malam di taman. Sabira gadis polos yang tidak pernah pacaran karna dulu waktu di desa orang tuanya tidak mengijinkan putri semata wayangnya pacaran, karna terlalu banyak hal yang membuat mereka takut. Mereka takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan, untuk itu orang tuanya sangat menjaganya dengan ketat.


Tak sedikit pria yang datang ke rumahnya untuk melamar Sabira menjadikannya sebagai istri. Tapi Sabira selalu menolaknya, dengan alasan tidak menyukainya dan belum siap menikah. Dan kedua orang tua nya pun tidak pernah memaksanya baginya yang penting adalah kebahagiaan putrinya.


Hingga hampir pagi menjelang kedua mata Regan belum juga merasakan kantuk. Dia terus saja berguling kesana kemari, sambil sesekali tersenyum. Regan pria dingin yang sangat kaku dan menyebalkan itu kini terlihat seperti orang gila. Dia tidak bisa memejamkan matanya dan terus mengingat Sabira sambil tersenyum. "Ahh aku pasti sudah gila, kenapa aku terus mengingatnya" kemudian menutup wajahnya dengan bantal berharap bisa memejamkan matanya.


Hingga pagi menjelang, Regan belum lama tertidur hanya beberapa saat ia bisa memejamkan matanya dan sekarang terlihat jelas lingkaran hitam di sekitar matanya. "Aku terlihat menyeramkan" gumam Regan.


Saat turun ke bawah untuk sarapan dia menjadi perhatian semua orang. "Ada apa dengan wajah mu Regan ? " Tanya pak Anton


"Kau terlihat seperti jombi " Timpal Regan


"Kau tidak melakukan apa-apa pada Sabira kan ?" tanya Ibu Rita, semua mata menelisik melihatnya.


"Aku tidak melakukan apa-apa padanya, memangnya aku melakukan apa? Jawab Regan "Hanya sedikit saja" Tentu saja dia bicara dalam hatinya. Tidak mungkin dia mengatakan kepada mereka kalau semalam dia mencium Sabira.


"Mamah hanya takut kamu tidak bisa menahan diri, apalagi kalian tinggal satu atap tidak ada yang tau saat kami semua tidur tiba- tiba kamu masuk ke kamarnya dan melakukan hal yang tidak-tidak".


"Mah, Regan ga mungkin ngelakuin hal itu, Regan menyayangi Bira tidak mungkin Regan melakukan hal seperti itu" meskipun aku ingin sekali melakukannya, ucapnya dalam hati.


"Apa tidak sebaiknya kita melamar Sabira saja" Ucap pak Anton


"Kalau aku menikah duluan memangnya Revan tidak apa-apa? " Regan merasa tidak enak, tetapi Revan malah tertawa.


"Aku tidak apa-apa dasar bodoh, justru kalau kau tidak menikah dengannya aku khawatir pada Sabira"


"Kenapa kau khawatir padanya, apa yang kau khawatirkan ?" Tanya Regan


"Hey aku ini laki-laki, tinggal satu atap dengan perempuan yang kau suka aku bisa merasakannya, makanya lebih baik cepat menikah saja dengannya"


"Ckk dasar"


"Lalu apa rencanamu Regan" Tanya pak Anton


"Mungkin aku akan menemui orang tuanya dulu di desa dan membicarakannya dengan mereka."


"Mamah setuju, kalau kamu sudah bicara dengan keluarganya kamu hubungi mamah jadi mamah akan mempersiapkan semuanya di sini, dan kami akan menyusul kesana, gimana pah?"


"Papa ikut saja mah"


"Oke kalau gitu"


"Tapi pekerjaanku sedang banyak" keluh Regan


"Tenang saja serahkan padaku" Ucap Revan

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, Regan akan bicara pada Bira"


Mereka menyudahi obrolan paginya dan melanjutkan sarapan. Setelah itu mereka semua berangkat untuk bekerja.


***


"Neng, kamu sakit ? Tanya ua


"Ngga, wa cuman kurang tidur jadi kepala Neng agak pusing ini teh."


"Ya udah kamu istirahat aja dulu atuh, biar kerjaan mah sama ua ya."


"Ga pa pa wa, Neng bisa da"


"Udah sana tidur aja dulu, daripada nanti sakit"


"Ya udah atuh, makasih ya wa" Sabira akhirnya melanjutkan istirahatnya karna merasa sangat pusing.


***


Siang ini Regan sudah pulang, karna dia juga merasa lelah. Dia juga ingin mengabarkan pada Sabira tentang niatnya untuk mengunjungi orang tuanya. Jadi dia juga ingin menyiapkan tenaga nya untuk perjalanan jauh nanti. Tumben sekali siang ini dia tidak melihat Bira di rumah, biasanya Sabira selalu terlihat di belakang ataupun terlihat sedang mengerjakan sesuatu. Tapi siang ini Sabira tidak terlihat batang hidungnya. Regan pun mencari ke kamarnya. Kebetulan saat itu akan mengetuk pintu, keadaan pintu terbuka sedikit jadi Regan bisa melihat kalau Bira sedang tidur. " Ternyata dia sedang tidur" gumamya.


Saat membalikan badan dia berpapasan dengan ua nya Bira. " Masa Regan mau ketemu Neng Bira"


"Nanti saja bi, Bira nya juga sedang tidur" Ua kulsum hanya menganggukan kepalanya. Regan kemudian pergi ke kamarnya dan segera beristirahat karna dia juga merasa lelah.


tok tok tok


Baru saja membuka mata ada yang mengetuk pintu, dengan langkah malas Regan membuka pintu. Ternyata Sabira yang mengetuk pintu. Regan kaget dan membulatkan mata, muka bantalnya masih terlihat jelas dia agak malu Sabira melihatnya. Karna menurut Regan di mata Bira Regan harus selalu terlihat tampan.


Rambut acak-acakan dengan kemeja yang kancingnya terbuka atasnya karna tadi Regan tidak sempat ganti baju karna merasa lelah dia langsung tertidur,sekarang dia pasti terlihat sangat jelek di mata Bira. Tapi sepertinya dugaanya salah.


" Mas Regan baru bangun ? Ya ampun orang ganteng mah baru bangun juga tetep keliatan ganteng ya, beruntung banget Bira ini dapet calon suami yang gantengnya kebangetan" Sabira cekikikan


"Ada apa?" Berusaha menetralkan wajahnya


"Matanya belum kebuka semua ya, Bira teh mau nyimpen bajunya mas Regan ini liat" Memperlihatkan keranjang yang penuh baju.


"Oh, masuklah" Mempersilahkan Sabira masuk


"Ini bajunya mau langsung d rapihin atau nanti aja mas ?" Tanya Bira


" Langsung saja aku tidak suka berantakan" perintah Regan


" Oke calon imam" Sabira pun langsung mulai menata pakaian Regan ke dalam lemarinya, sedang Regan hanya memerhatikannya.

__ADS_1


"Mas Regan ?"


"Hemm apa?"


"Jangan liatin Bira terus atuh Bira jadi nervous, grogi jadinya Bira teh" Regan tersenyum


"Bira kemarilah, aku ingin bicara ?"


"Bicara apa mas ? tanya Bira heran melihat wajah Regan yang serius


"Ada hal penting yang mau aku omongin sama kamu" Sabira pun menghampiri Regan yg sedang duduk di kasur.


" Jangan Bilang mau putusin Bira ya, baru aja jadian Bira ga terima" mimik muka sedih, melihat wajah Bira Regan jadi ingin tertawa.


"Dasar ubur-ubur kapan kamu pintar?" Bira mengerucutkan bibirnya


"Terus mas Regan mau ngomong apa?"


"Aku mau ketemu sama orang tua kamu" Ucapnya serius


" Benerannn??" Ucap Bira tak percaya


"Heemmm"


"Ya ampun , Bira jadi deg-degan"


"Kenapa?"


"Bira deg-degan mau di halalin mas Regan" Regan hanya tersenyum mendengarnya.


"kapan?" tanya Bira


"Besok"


"Hahhh, Besok mas Regan mau nikahin Bira"


Pletak


Regan menyentil kening Bira


" Ke rumah orang tua kamu dulu Neng Bira" Ucap Regan gemas, mencubit pipi Bira.


" Siap akaaanngg" Sabira tertawa


***

__ADS_1


Neng Bira menuju halal 😁 jangan lupa terus dukung ya 😊🙏


__ADS_2