
Melihat sikap Bira yang agak ketus Ramon jadi serba salah, dia jadi merasa malu. Bira yang menyadari sikapnya pun langsung meminta maaf pada Ramon.
"Emm, tuan aku minta maaf " ucap Bira
"Ya, oh i-iya tidak apa-apa nona harusnya aku tidak begitu tadi ,harusnya aku yang minta maaf karena sudah menggendongmu tanpa ijin aku hanya refleks saja tadi " ucap Ramon
"Engga, harusnya tadi Bira ngucapin makasih udah nolongin Reby dan juga Bira "ucap Bira tersenyum
"Ya Tuhan senyumnya manis sekali, pantas saja Regan sangat mencintai wanita ini, dia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah " gumamnya dalam hati
Reby pun menangis lagi mungkin karena dia haus "Ya ampun mas suami kok belum balik lagi sihh, bikin khawatir aja " sejak mengalami kecelakaan hati Bira mudah sekali khawatir, dia selalu merasa takut kejadian yang menimpanya juga menimpa orang dekatnya. Perasaannya tidak tenang saat ini .
"Sayang jangan menangis ya, ada mamah di sini " Ramon berniat membantu namun dia bingung harus melakukan apa, karena dia juga tidak berpengalaman mengurus anak kecil.
"Tuan....." panggil Bira
"Iya nona"
"Maaf apa anda bisa membuatkan susu untuk anakku?" tanya Bira sungkan
"Oh i-itu, aku mau tapi aku tidak bisa membuat susu bayi " jawab Ramon
"Tolong kemarikan susu nya biar aku yang memasukan susunya " pinta Bira, Ramon pun langsung memberikan susu itu kepada Bira. Bira pun langsung menuangkan susunya ke dalam dot dan memberikannya kepada Ramon.
"Tolong masukan air hangatnya tepat di ukuran ini ya" pinta Bira
"Baiklah..."ucap Ramon mengambil botol susu yang di berikan Bira.
Seorang Ramon Adyatama ceo dari perusahaan besar Adyatama Group kini sedang membuat susu bayi. Sungguh lucu pikirnya, tapi kenapa terasa menyenangkan.
"Ini nona susunya" Ramon memberikan susu untuk Reby, Bira langsung memberikan susu itu untuk Reby dan kemudian Reby pun mulai tenang.
"Anak pintar, kamu tidak boleh menagis lagi ya kalau tidak ada papa, kamu membuat mamah panik " ucap Bira sambil membelai sayang Reby. Bira agak meringis saat tangannya di pakai untuk menahan Reby. Tangannya belum sembuh, jahitannya saja masih terlihat di sana.
Ramon yang menyadari Bira yang kesakitan, akhirnya dia pun berinisiatif untuk membantu Bira.
"Nona biar saya bantu "tawar Ramon, namun saat hendak akan menyentuh Bira ,Regan datang dengan sangat marah.
"Apa yang kau lakukan pada istri dan anakku....!!!!" teriak Regan
__ADS_1
Ramon pun sangat terkejut mendengarnya begitu pun dengan Bira. Regan langsung menarik Ramon dengan kasar dan menarik kerah bajunya.
"Apa yang kau lakukan ? apa kau belum puas membuat istriku menderita ?" ucap Regan dengan sangat marah.
"Kau salah paham tuan " ucap Ramon bersikap tenang
"Mas Regan, tadi dia udah nolongin Bira sama Reby tadi Reby hampir aja jatoh dari box , untung aja dia datang tepat waktu kalau engga Reby pasti udah jatoh dan terbentur kepalanya.
"Lalu untuk apa dia mendekatimu ?" tanya Regan dengan tangan masih menarik kerah baju Ramon.
"Dia mau nolongin Bira, liatin ini tangan Bira sakit kegencet sama Reby " ucap Bira, Regan pun langsung melepaskan Ramon dan menghampiri Bira untuk mengambil Reby.
"Apa tanganmu sakit ?" tanya Regan khawatir
"Iya sakit banget " ucap Bira meringis
"Maafkan aku tadi jalanan sangat macet, padahal aku sudah buru-buru " ucap Regan menyesal karena terlalu lama meninggalkan anak istrinya.
"Benar-benar pasangan harmonis " ucap Ramon dalam hati. Melihat kemesraan mereka Ramon menjadi tidak enak dan ingin pamit pergi keluar.
"Kalau begitu saya permisi pak Regan " ucap Ramon sambil membungkukan badannya. Regan pun menganggukan kepalanya.
"Iya, terima kasih sudah menolong istri dan anakku. Maaf sudah salah paham " ucap Regan
Kini di ruangan itu tinggal Regan Bira, Regan terus menatap istrinya.
"Kenapa mas suami liatin Bira kaya gitu ?" tanya Bira
"Kenapa kau cantik sekali, aku jadi tidak rela ada orang lain melihatmu " ucap Regan, Bira malah tertawa mendengarnga.
"Tuan kanebo jadi pinter ngegombal ya sekarang"ucap Bira
"Aku tidak berbohong nyonya ubur-ubur " kesal Regan.
"Iyalah orang Bira istrinya mas suami yang paling cantik "
"Jangan menggodaku, hampir dua bulan ini aku tersiksa karena mu " ucap Regan, namun Bira malah tersenyum. Karena Reby sudah tenang Regan pun mendudukan Reby di ranjang dengan memberinya beberapa mainan agar dia diam dan tidak merangkak kemana-mana.
Regan pun membelai rambut Bira dengan sayang " Jangan dekat-dekat dengan pria lain" ucap Regan
__ADS_1
"Siapa juga yang deket sama pria lain, orang jalan aja belum bisa lagian siapa juga yang mau, Bira ini udah nikah udah punya anak, punya suami galak pula siapa yang mau deketin coba " ucap Bira tertawa
"Kau itu sangat cantik, banyak pria yang akan mengejarmu nanti, aku tidak mau itu terjadi, ratu ubur-ubur hanya miliku " ucap Regan sambil mencium lembut bibir Bira
"Mas suami juga cuman milik Bira, awas jangan macem-macem ya, jangan mentang-mentang Bira ga tau "
"Cukup satu macam saja, yaitu denganmu sayang kau adalah hidupku jiwa ragaku ada dalam dirimu, tidak ada tempat untuk orang lain hanya dirimu " ucap Regan
"Uhhhh co cwiiiiitttttt.....boleh cium ga " ucapnya manja, membuat Regan gemas saja.
"Tentu saja sayang " ucap Regan yang langsung mencium istrinya dengan sangat lembut, ciuman yang penuh cinta dan kerinduan dari mereka berdua.
*****
Karena Bira merasakan sakit di tangannya, Regan pun memanggil dokter dan Bira pun langsung di periksa.
"Nona apa anda mengalami benturan tadi ?" tanya dokter
Kenapa dokter bertanya Bira terkena benturan, bukan kah tadi Bira hanya tergencet tubuh Reby, pikir Regan
"Oh, iya mungkin ini karena tadi Bira jatoh dari ranjang " ucap Bira
"Kamu jatuh ? kenapa tidak bilang padaku ?" tanya Regan terkejut pasalnya dia tidak tahu kalau istrinya terjatuh karena Bira pun tidak mengatakan apa-apa.
"Iya, tadi Bira panik liat Reby ampir aja jatoh makanya Bira tadi jatoh, pas mau coba ambil Reby " ucap Bira.
Dokter pun mengangguk mengerti.
Setelah memberikan obat pada Bira, dokter pun pergi dari ruangan itu.
"Sayang kenapa kamu tidak bilang kamu jatuh tadi?" tanya Regan khawatir.
"Kan mas suami ga nanya "ucapnya polos
"Astaga istriku ini memang makhluk luar biasa"gemas Regan
"Iya maaf, Bira juga lupa tadi ga cerita sama mas suami " ucap Bira menyesal
"Tidak apa-apa sayang aku hanya khawatir padamu, lalu bagaimana kamu bisa naik ke ranjang soalnya tadi pas aku datang aku melihatmu sudah di atas ranjang" tanya Regan sambil memeluk Bira
__ADS_1
"Oh tadi Bira di gendong sama orang yang tadi" jawabnya polos
"Apaaa.....!!!!"