AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 57


__ADS_3

Akibat drama mie ayam semalam kini Bira tidak mau dekat dengan Regan .Bira merasa kesal karna keinginannya yang tidak seberapa itu tidak di berikan oleh Regan. Berbagai rayuan Regan lakukan namun itu tidak mempan untuk membujuk sang ratu ubur-ubur.


Tentu saja rayuannya tidak mempan karna rayuan kanebo kering itu terdengar garing di telinga Bira. Pria kaku semacam Regan tidak berbakat dalam hal merayu perempuan.


"Sayang kamu ingin makan sesuatu, aku akan membelikannya untukmu sekarang, kamu mau apa kambing guling, sapi guling atau sate unta akan ku belikan untukmu " bujuk Regan


"Ga mau udah ga mood" ucap Bira ketus


"Tapi kamu harus makan, kasihan anak kita mungkin dia sedang menginginkan sesuatu " bujuk Regan


"Dedenya juga lagi marah ga mau apa-apa katanya"


Regan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Semalam mau beli mie ayam dimana, sudah malam semuanya sudah tutup " ucap Regan berharap istrinya berhenti marah. Karna jika istrinya marah itu sangat bahaya untuk s jeki karna nanti pelabuhan jeki akan di tutup. jika pelabuhannya di tutup maka bagaimana dia akan berlayar mengarungi lautan cintanya. Demi neptunus Regan tidak rela jika itu sampai terjadi.


"Kan bisa beli online cari di situ siapa tau masih ada yang buka dan mas suami bisa beli " jawab Bira


Astaga.....


"Celakalah kau Regan kenapa kau tidak berpikir kesana " gumam Regan dalam hati, semalam dia sangat mengantuk dia tidak berpikir kesana.


"kenapa kamu tidak bilang sayang " ucap regan lembut sambil membelai kepala Bira


"Mas suami ga nanya " ucapnya datar


"Aku bukan cenayang mana aku tau pikiranmu "


"Mas suami ga peka " ucap Bira masih merajuk


"Baiklah mengalah saja Regan,tapi bagaimana caraku membujuk ratu ubur-ubur ini " Regan masih berpikir, saat masih berpikir Bira yang asalnya membelakangi Regan di tempat tidur langsung berbalik dan melihat ke arah suaminya. Meskipun kesal tapi Bira tidak tega jika terlalu lama marah padanya. Suaminya semalam mungkin sangat lelah karna terus menungguinya . Bira tidak boleh egois dia ingat nasihat orang tuanya kalau dia tidak boleh menyulitkan suaminya.

__ADS_1


Regan yang masih melamun terkejut karna tangan kecil istrinya tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Bira memeluk Regan dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Regan yang hangat . Regan merasa senang karna istrinya sudah tidak marah lagi padanya. Regan membalas memeluk Bira dengan sayang.


"Maafkan aku sayang " Regan merasa menyesal tidak bisa memberikan apa yang istrinya minta padahal Regan bisa memberikan apapun yang Bira inginkan. Tapi hal sederhana yang Bira ia bahkan tidak bisa memberikannya.


"ga apa-apa maafin Bira juga selalu ngerepotin mas suami " Bira membelai lembut wajah Regan


Melihat wajah suaminya yang ada bekas pukulan Rama membuat Bira jug menjadi merasa bersalah, sudah dua kali suaminya itu harus baku hantam dengan pria lain karna dirinya.


"Ini wajahnya masih sakit ? ini pasti gara-gara si patrick yang mukul mas suami, maafin Bira ya gara-gara Bira mas suami kena pukul "


"Sudah seharusnya aku melindingumu, itu sudah menjadi tugasku, aku tidak rela jika si patrick itu menyentuhmu " Regan pun semakin memeluk istrinya dengan sayang lalu kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibir manis istrinya . Namun pintu tiba-tiba terbuka di sana dan menampakan wajah pucat Bagas sedang berdiri di depan pintu.


"Ma-af pak " Bagas langsung berbalik dan keluar lagi.


"Matiii lah kau Bagas....." Bagas sangat panik takut jika bos nya itu akan murka padanya. Bodohnya dia kenapa tidak mengetuk pintu dulu tadi . Bagas tidak berpikir kesana . Lagipula itu rumah sakit tidak terpikirkan jika atasannya akan melakukan ritual aye-aye di sana. Tapi itu bukan ritual aye-aye itu hanya pemanasan saja. Baru pemanasan saja sudah membuat Bagas yang melihatnya panas dingin.


Jiwa jomblonya langsung meronta minta di carikan istri. Ahh nasib jomblo memang selalu menyedihkan.


"Mau apa kau kemari ? tanya Regan ketus , ternyata si spongebob masih marah pikir Bagas


"Ini ada berkas penting yang harus anda tanda tangani pak " ucap Bagas, wajah Regan masih tidak enak di pandang itu artinya dia masih kesal.


"Maafkan saya pak, saya tidak melihat apapun" ucap Bagas masih menunduk, sepertinya meminta maaf adalah ide yang bagus pikir Bagas


"Memangnya kau mau melihat apa..." ucap Regan tambah ketus


"Ti-dak pak " Bagas tergagap sebaiknya Bagas diam , karna diam itu lebih baik untuk sekarang.


Setelah selesai Bagas pun pamit undur diri dan pergi lagi ke kantor untuk melanjutkan tugasnya . pekerjaan yang sangat menumpuk karna Regan tidak masuk ke kantor karna sedang merawat istrinya yang sedang sakit .


***

__ADS_1


Saat keluar dari ruangan depan Bagas berpapasan dengan Yura dan juga temannya yang cerewet itu. Bagas pun menyapa istri dari kakak bos nya itu bersama temannya yang hendak menjenguk istri atasannya Regan.


"Siang nona Yura , nona Timmy " sapa Bagas


"Siang " ucap dua gadis itu bersamaan.


"Mas ganteng calon imam, jangan panngil Timmy dong pangginya Anggi aja " ucap Anggi dengan mata genit kepada Bagas. Namun Anggi malah mendapat toyoran dari Yura.


"jangan genit-genit deh ilfeel gue liatnya, apalagi liat mata lo yang kaya orang cacingan "


"Abisnya calon imam bilang gue anak embe, masa Anggi yang cantik jelita keturunan bidadari di samain sama anak embe, ga rela gue " ucap Anggi tidak terima


"Maaf saya tidak bermaksud begitu nona, saya kira itu nama anda " Bagas merasa tidak enak


"Ga pa pa santai aja mas imam, Anggi orangnya ga tersinggungan kok ,jiaaaahhhhh, Tayo gue deg-degan ngobrol sama calon imam gue " Anggi menutup muka dan senyum-senyum menyebalkan membuat Yura kesal bercampur malu melihat kelakuan anak embe di depannya.


"Udah ah, ayo cepetan " Yura menyeret Anggi


"Jangan lupa mimipiin Anggi ya calon imam " Sambil melayangkan kiss bye pada Bagas


"Bagaimana nasibku jika aku mempunyai makmum seperti itu, aku bukan lah pak Regan dan pak Revan yang menyukai gadis remaja, aku pria penyuka gadis matang bukan gadis setengah matang seperti itu apalagi gadis yang otaknya hanya tinggal setengah ons, astaga aku tidak bisa membayangkannya " Bagas bergidik melihat kedua gadis remaja itu pergi.


Regan melanjutkan pekerjaannya walau dia sedang di rumah sakit. Bira belum di ijinkan pulang oleh dokter karna tadi pagi Bira sempat merasa kontraksi lagi dan merasa kesakitan untuk itu dokter melarangnya pulang. Agar bila terjadi kontraksi lagi dokter alan dengan cepat mengatasinya.


Agar tidak merasa bosan Regan pun meminta Yura untuk datang dan menemani Bira .


"Sianggg....." ucap Yura dan Anggi bersamaan Regan yang melihat Yura dan Anggi datang langsung bicara pada Bira yang sedang memejamkan mata.


"Bira lihatlah anak bis yang ramah datang dengan anak kambing untuk menjengukmu.... " ucap Regan datar


"Beuhhhhh......."

__ADS_1


__ADS_2