AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 73


__ADS_3

Pagi ini Regan tengah memangku Reby sebelum berangkat bekerja , karena Bira sedang sibuk membantu menyiapkan sarapan di dapur. Bira juga sibuk membuat makanan untuk Reby. Bira lebh suka membuat makanannya sendiri untuk di berikan Reby, meskipun terkadang merepotkan namun Bira sangat senang. Apalagi jika bayi tampan nan lucu itu tersenyum saat memakan makanan yang Bira buat sendiri. Kini Reby sudah memasuki usia 10 bulan, dia sedang aktif-aktifnya tidak mau diam dan selalu memasukan apa pun ke dalam mulutnya.


Regan pun membawa Reby ke bawah dan mendudukannya di kursi khusus bayi di samping Regan. Semua tertawa melihat bayi kecil yang lucu itu, dia pun ikut sarapan sambil memakan kuenya di sana. Regan tersenyum melihat anaknya memakan kue dengan belepotan. Saat Regan memanggilnya dia langsung tersenyum sambil memperlihtkan giginya yang baru tumbuh.


Yura dan Revan pun kini bergabung bersama mereka , setelah sebelumnya dia menangis karena ingin bertemu dengan papanya. Setelah tenang maka Revan pun baru mengajak Yura untuk sarapan bersama, Yura harus sarapan setiap pagi dan Revan pastikan itu.


Kini semua tengah bergabung di sana, sarapan yang ceria karena ada Reby di sana.


"Rumah ini pasti akan tambah ramai jika Yura sudah melahirkan " ucap papa Anton


"Iya papa benar, mamah senang kita semua berkumpuul seperti ini " sambung mamah Rita


"Tentu saja aku sudah tidak sabar menanti kelahiran anakku " jawab Revan


"Nanti Reby bakal ada temen main " ucap Bira tersenyum dan di sambut leh tawa Reby di sana. Semakin membuat ramai saja keadaan rumah itu.


"Regan, bolehkah nanti Bira menemani Yura untuk bertemu papanya ? tanya Revan pada Regan untuk meminta ijinnya. Regan terlihat ragu karena dia tidak pernah melepaskan pengawasannya kepada Bira. Namun melihat waja Yura yang terlihat sembab Regan menjadi tidak tega. Regan tau pasti Yura habis menangis, dan juga Regan tau bagaimana Revan menjaga Yura seperti dirinya uang menjaga Bira. Jika tidak sangat terpaksa Revan tidak akan mengijinkan Yura pergi.


Dengan berat hati Regan pun meng iyakan nya, walau sebenarnya hati kecilnya tidak mengijinkan istrinya pergi tanpa di awasi.


"Setelah selesai sarapan para pria pergi bekerja dan tinggalah para istri di rumah, kecuali mamah Rita hari ini dia akan mengecek restorannya. Tinggalah Bira dan Yura di rumah dengan beberapa pelayan dan juga Ua nya Bira.


"Kak Bira emangnya ga apa-apa nganterin Yura ?" tanya Yura merasa tidak enak karena merepotkannya.


"Ya engga atuh, kamu itu kaya ke siapa aja dasar Tayo " jawab Bira


"Tapi Reby nanti gimana ? " tanya Yura

__ADS_1


"Nanti aku titip sama ua aja, lagian tadi mas Regan juga udah bilang kalau Reby ga usah di bawa takut rewel katanya, stok susu juga masih banyak jadi tenang aja " jawab Bira membuat Yura tersenyum dan merasa lega.


Mereka berdua kini tengah bersiap untuk berangkat Yura merasa senang karena akan bertemu dengan papanya. Karena tadi Yura sudah menelepon papa nya untuk bertemu di sebuah cafe yang dekat dengan kediaman Yura agar tidak terlalu jauh. Sengaja mereka bertemu di luar karena Hendra masih enggan untuk berkunjung ke kediaman Maheswara sejak kejadian waktu itu. Dia merasa masih merasa malu .


Bira menyiapkan persiapan untuk Reby ,takut jika nanti dia rewel jika tidak ada Bira.


"Ua Bira nitip Reby sebentar ya, susunya ada di kotak ini sama cemilannya juga " ucap Bira


"Iya neng tenang aja, Reby di jagain sama ua , lagian Reby mah anteng" jawab Ua Bira


"Iya Wa, itu Reby nya masih tidur di ciumin sama Bira juga diem aja, pasti ngantuk banget soalnya udah bangun dari subuh " ucap Bira


"Kak Bira udah siap ?" tanya Yura


"Udah ayo...." jawab Bira, kini kedua perempuan cantik itu pergi dengan di antar supir.


Jalanan lumayan lancar hari ini meskipun kendaraan ramai tapi tidak menyebabkan macet parah, namun jalanan hari ini sangat lah lancar . "Yura seneng banget mau ketemu papa kak Bira " ucap Yura di dalam mobil.


Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba Bira dan Yura merasa kaget karena ada sebuah kendaraan dari arah berlawanan yang melaju kencang dan menabrak mobil yang mereka tumpangi. Supir hanya bisa menghindar sedikit karena mobil itu datang dengan tiba-tiba hingga mobil yang Yura dan Bira tumpangi pun terseret beberapa meter dan menabrak pembatas jalan sebelum terguling beberapa kali. Kecelakaan itu tidak dapat di hindari.


Mereka semua menjerit karena ketakutan, bayangan suami dan keluarga mereka terbayang oleh mereka saat ini, bayangan Reby dan Regan sedang tersenyum melintas di pikiran Bira hingga ia menangis dan tidak mengingat apa-apa lagi karena merasa tubuhnya sangat sakit sebelum Bira tidak sadarkan diri dia melihat genangan darah di sekitarnya.


*


*


*

__ADS_1


Di jalan itu pun kini tengah ramai dengan polisi dan ambulance. Para korban kecelakaan langsung di bawa ke rumah sakit.


Saat ini Hendra tengah menunggu Yura di cafe itu. namun sudah sekitar satu jam Hendra menunggu Yura tidak datang juga. Hendra mencoba menelpon Yura namun ponselnya tidak aktif. Hendra gelisah apakah Revan melarang Yura untuk bertemu dengannya. Hendra akan menghubungi Revan, jika itu benar Hendra akan bicara pada Revan secara baik-baik agar ia tidak melarangnya untuk bertemu dengan putrinya. Walaupun dia dulu bersalah setidaknya berikanlah kesempatan untuknya agar bisa memperbaiki kesalahannya di masa lalu.


Saat ini Revan , Regan dan juga papa Anton baru selesai meeting. Selama meeting tadi perasaan Regan dan Revan merasa tidak enak, mungkin karena sebelumnya mereka tidak pernah membiarkan istrinya keluar tanppa mereka. Mungkin karena itulah mereka khawatir. Ya mereka berdua menepis pikiran buruk mereka.


Revan Regan dan papa Anton kini berada di ruangan papa Anton, guna membahas proyek baru mereka. Namun terdengar bunyi ponsel Revan, mereka pun sejenak menghentikan percakapan mereka. Revan melihat panggilan dari Hendra merasa bingung, kenapa tiba-tiba Hendra menelepon bukankah saat ini dia sedang bersama dengan Yura. Revan pun langsung mengangkat teleponnya takut jika ada hal penting yang akan mertuanya sampaikan.


"Hallo, ada apa ?" tanya Revan


"Nak Revan maaf tapi aku mau bilang ijinkan Yura bertemu denganku walau hanya sebentar aku sangat merindukannya tolonglah " ucap Hendra.


"Aku tidak pernah melarangnya untuk bertemu denganmu, bukankah dia sudah berangkat dari tadi untuk bertemu denganmu, harusnya Yura sudah sampai " jawab Revan, mendengar Yura belum sampai Regan menjadi ikut cemas, pasalnya istrinya juga sedang bersama dengan Yura, apa yang terjadi pikir Regan.


"Kau jangan bercanda " Revan semakin cemas istrinya belum sampai di sana, pasti karena macet ya karena macet Revan menghibur pikirannya sendiri.


Regan langsung menghubungi nomor Bira namun ponselnya tidak aktif. "Kenapa ?"


Regan sudah sangat cemas, saat akan menelepon Bira lagi, panggilan dari rumah masuk. Pasti Bira pikir Regan mungkin mereka tidak jadi berangkat.


"Hallo..." Regan langsung mengangkat telepon dari rumah, namun yang terdengar hanya suara orang menangis.


Deg


Pikiran Regan langsung kacau firasat buruk menerpanya.


"Mas Regan, neng Bira sama Yura tadi kecelakaan mas, mobilnya di tabrak mobil orang " ucap Uanya Bira masih dengan keadaan menangis.

__ADS_1


"Tidak......." dunia Regan hancur saat ini


"Jaga dan lindungi dia Tuhan...." Regan merasa lemas seluruh tubuhnya saat ini, istri tercintanya sedang tidak baik-baik saja sekarang bagaimana keadaannya.


__ADS_2