
Sabira langsung lari menjauh dari Regan takut Regan marah, tapi dia tidak sengaja menabrak seseorang di depannya.
Bruukkk
"Aaawww, aduh sakiiit"
"Bira kenapa kau lari-lari" sambil menolong membangunkan Bira"
Ternyata Bira menabrak Revan yang baru pulang dari kantor.
"Takut sama mas Regan Bira teh A "
"Memangnya Regan kenapa"
"Mas Regan marah sama Bira, di bilangin jomblo sama Bira teh, gimana ga jomblo coba udah mah galak judes mana ada perempuan yang mau atuh sama mas Regan" ucap Bira sambil tertawa.
"Aww...aww..." Seseorang menarik telinga Sabira
"Kau bilang apa barusan heemm... dasar bocah nakal"
"Lepasin Bira ihhh... sakit tahu"
"Regan sudah lepaskan Bira" pinta Revan yang melihat Regan menarik telinga Bira.
"Tidak mau"
"Bira bilangin sama ibu geura, biar di marahin sama ibu" ancam Bira
Akhirnya Regan pun melepaskan jeweran di telinga Bira, karena jika Bira melapor pada nyonya Rita makan akan panjang urusannya.
"Kalau telinga Neng Bira copot memangnya mas Regan mau ganti"
"Aku akan menggantinya dengan telinga kambing"
"Ihh, ga mau nanti Bira jadi ga cantik lagi" Bira bergidik membayangkan telinganya berubah menjadi telinga kambing"
"Sudah-sudah kenapa kalian bertengkar terus setiap hari"
"Bocah ini selalu mencari masalah denganku"
"Bira mah ga pernah cari masalah, mas Regan nya aja yang baperan"
"Kamu !!!"
"Regan sudah lah, Bira sebaiknya kau lakukan tugas mu ya" Ucap Revan sambil tersenyum
"Aduhhh jangan senyum-senyum gitu A Revan, Neng Bira jadi meleleh" sambil menutup wajahnya dengan tangan.
__ADS_1
"Kau ini ada-ada saja" ucap Revan tertawa
"Dasarrr bocah ingusan" Ucap Regan sedangkan Sabira menjulurkan lidah nya kepada Regan mendengar omongan Regan barusan.
"Ehhh, A Revan tadi teh ada yang pacarnya A Revan kesini"
"Siapa" Revan terlihat bingung
"Namanya Sintia katanya"
"Sintia, mau apa dia kemari ?" tanya Revan
"Jadi bener itu teh pacarnya A Revan ?"
"Ohh, bukan dia hanya...."
"Alhamdulillah ya Alloh masih ada harapan buat Neng Bira"
"Harapan apa" Revan bingung
"Harapan buat jadi calon istri A Revan" Ucapnya cekikikan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Revan hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Sabira.Sedangkan Regan pergi meninggalkan mereka tidak lupa sebelum pergi Regan menarik hidung sabira.
"Aaawwww"
"Regaan...." Revan menegur Regan
***
"Mamah dengar Sintia datang kemari Revan"
"Mau apa dia kemari" Ucap Pak Anton papanya Revan
"Revan tidak tau pah"
"Mungkin kekasihnya sudah meninggalkannya makanya dia ingin kembali padamu" Ucap Regan sinis seakan tak suka dengan Sintia
"Aku tidak akan pernah kembali padanya"
"Baguslah mamah juga tidak suka pada gadis itu,seenaknya saja datang dan pergi"
"Papa harap kamu bisa tegas dengannya Revan, dia sudah membuat malu kita sekeluarga, membatalkan pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi dan memilih pergi dengan lelaki lain, itu sudah membuktikan kalau dia bukan perempuan baik-baik".
"Revan tidak akan pernah kembali padanya mah, pah jadi kalian tenang saja"
"Itu sebabnya aku tidak suka menjalin hubungan dengan perempuan sungguh membuat pusing" Ucap Regan menimpali
__ADS_1
"Jangan bilang kau suka laki-laki Regan" Revan menertawakan adiknya
"Enak saja" sambil melempar bantal ke arah Regan
***
Malam sudah larut tapi Sabira masih mengerjakan pekerjaan rumah, matanya masih belum ngantuk untuk itu dia masih melakukan tugasnya agar pagi-pagi tidak terlalu repot.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini"
"Astagfirulloh, aduh kaget Neng teh lagi nyuci piring atuh mass, memangnya mas nya ga liat"
"Tapi ini sudah malam kau bisa mengerjakannya besok"
"Bira teh ga bisa tidur mas makanya Bira teh nyuci juga, daripada ngelamun di kamar takut kesambet, mau baca novel juga paketnya udah abis mau beli juga kan belum gajian."
"Kasihaann " Tertawa mengejek
"Buatkan aku kopi hitam dengan sedikit gula"
"Nanti atuh nyuci piring dulu"
"satu gelas seratus ribu mau ???
"Benerann ???" matanya berbinar mendengar uang.
"Cepat buatkan sebelum aku berubah pikiran"
"Okee siapp " Bira pun dengan segera membuatkan kopi hitam untuk Regan, dan tak lama kopi hitam pun sudah tersedia. Bira pun langsung membawa kopi itu kepada Regan yang sedang duduk di meja makan menunggunya. Bira pun menyimpan kopi itu di meja di hadapan Regan.
"Mana atuh " Sambil menengadahkan tangan
"Apaa ??" Regan pura-pura tak mengerti
"Ihhh katanya kalo di bikinin kopi mau d kasih uang seratus ribu.
"Besok saja aku tidak bawa uang" ucap Regan sambil meminum kopinya.
"Yeaaay ganteng-ganteng ngehutang"
"Uhukk uhukk"
Regan tersedak mendengar ucapan Bira, harga dirinya runtuh di bilang berhutang.
"Besok aku bayar 3x lipat"
"Bener ya, kalo ngga Neng sumpahin pantatnya bisulan"
__ADS_1
"Amit-amit" Regan bergumam
***