
Setelah meninggalkan Sintia, Regan dan Sabira pergi ke ruang makan.Karna tidak ingin mendengar ocehan Sintia yang sepertinya sangat marah kepada Sabira.Dan sekarang mereka berdua sedang duduk berdua di ruang makan.
"Mas Regan perempuan tadi siapa"
"Mantan calon istri Revan" Sabira hanya ber oh saja sambil mengangguk"
"Kenapa kau ingin tahu" Tanya Regan menelisik
"Cuman nanya aja , aneh Bira mah A Revan itu ganteng, baik, banyak uang keren lagi masa di tinggalin gitu aja"
"Ehemmm " Regan berdehem mendengar Sabira memuji Revan.Sabira yang mengerti langsung tersenyum jahil.
"Tapi menurut Bira mah tetep gantengan calon suami Bira" mendengar itu Regan mengangkat kepala seolah orang yang di sebut Bira calon suami adalah dirinya.Karna setiap hari Bira selalu mengatakan kalau dirinya lah calon suami Bira.
"Memangnya siapa calon suamimu" Pura-pura tidak tahu
"Hyun bin" sambil nyengir
"Hahhh " Ucap Regan kaget
"Siapa dia ??? tanya nya penasaran sekaligus kesal
"Artis korea yang keren dan super guannteeengg pokoknya" Regan berdecak
"Carilah orang lokal kenapa harus orang luar" Kesal Regan tapi Sabira hanya tertawa melihat Regan kesal
"Ya udah ahh, Bira mau nyuci piring dulu ya"
"Tunggu "
"Kenapa ?"
"Buatkan aku kopi dulu"
"Seratusribu lagi ga ??" Ucapnya senang
"lima puluh ribu saja bukannya kau akan memberi diskon?"
"Oke tunggu ya mas ganteng Bira buatin dulu kopinya" Setelah itu dia membuatkam kopi untuk Regan, Sabira merasa senang karna setiap dia akan membuatkan kopi untuk Regan dia akan mendapatkan uang.
"Ini mas ganteng kopinya " tersenyum sambil memberikan kopi untuk Regan.
__ADS_1
"Kalo kurang manis tinggal liat muka Bira aja ya...."ucap Bira sambil tersenyum
"Kopiku akan berubah jadi asam kalau aku minum sambil melihat wajahmu"
"Masa sihhh,manis gini di bilang asem besok-besok mas Regan periksa matanya takut ada kelainan" mengerucutkan bibirnya
"Ini uangnya" memberikan uang pecahan lima puluh ribu pada Sabira
"Tumben ga ngehutang"
"Heyy, aku tidak pernah berhutang ya, enak saja" Regan tidak terima
"Iya iya calon suami jangan marah nanti gantengnya luntur, nafkah nya Neng terima ya" sambil tertawa melihat Regan kesal
Mendengar Sabira menyebutnya calon suami Regan menahan senyum.Untuk menyembunyikan senyumnya Regan meminum kopinya.
"Lumayanlah lima puluh ribu juga cukup buat beli kond*m" Ucapnya polos Regan yang mendengar hal itu langsung terbatuk-batuk
uhuk
uhuk
uhukkk
"Pelan-pelan atuh mas Regan minum kopinya" Sambil menepuk-nepuk punggung Regan.Setelah agak reda Regan langsung marah.
"Untuk apa kau membeli kond*m hehhh... " geram Regan
"Buat hp" jawabnya polos mendengar itu Regan jadi bingung
"Hp???"
"Iya hp.... hp nya Bira kond*mnya udah rusak makanya Bira mau beli juga" Regan bernafas lega karna Regan pikir Sabira akan membeli kond*m untuk itu.
"Softcase Bira bukan kond*m" kesal Regan
"Hp Bira kond*mnya rusak udah jelek, makanya Bira mau beli juga,Bira mau pesen yang ada fotonya ahh...biar hp nya tambah keliatan cantik... "
"Softcase Bira ya ampun " Regan memegang kepalanya pusing
"Mas Regan sakit kepala???"
__ADS_1
"Tidak,kepalaku sakit jika mendengar kamu bicara"
"Ya udah kalo gitu Bira pergi aja"
"Duduklah"
"Katanya tadi pusing dengerin Bira ngomong"
"Aku menyuruhmu duduk bukan menyuruhmu bicara"
"Ohhh " Kemudian Sabira duduk di sebelah Regan
Regan duduk sambil menikmati kopinya sekaligus menikmati kebersamaanya dengan Bira
Bira menatap Regan yang sedang meminum kopinya, melihat Regan dari dekat Bira semakin kagum melihat wajah Regan yang sangat tampan.Bawaannya yang dingin dan tenang membuatnya semakin terlihat menawan di matanya, hingga Bira tidak bisa lagi menahan untuk tidak bicara.
"Udah ahh, mas Regan Bira masuk aja ke kamar Bira daripada liatin mas Regan terus"
"Kenapa ??" tanya Regan heran
"Bira takut kena serangan jantung liat muka mas Regan yang gantengnya kebangetan"
"Benarkah ??" Tersenyum smirk kepada Sabira
"Iya asli Bira ga tahan takut kelepasan nyium mas Regan karna gregetan" Ucapan Sabira ternyata memancing Regan. Regan lalu mendekatkan wajahnya kepada Sabira. "Kamu ingin menciumku " tanyanya
"I-iyaa ehh enggaa" Sabira gugup karna jarak wajahnya dengan Regan sangat dekat.Regan tersenyum dan semakin ingin menggoda Sabira.
"Kamu boleh menciumku kalau kau mau,mau di bagian mana kau boleh memilihnya" goda Regan
"Haahhh " Sabira kaget, gugup sekaligus malu entah seperti apa wajahnya sekarang, pasti sudah mirip udang rebus.Sedangkan Regan terus menatap Sabira sambil terus memajukan wajahnya semakin dekat dengan Sabira hingga tinggal beberapa senti saja.
Sedikit lagi maka bibir mereka akan bertemu tapi Sabira yang kaget langsung lari menjauhi Regan.Melihat Sabira lari Regan hanya tersenyum.
"Ahhhh....hampir saja aku tidak bisa menahannya" gumam Regan
Sedangkan Bira yang kini sudah ada di kamarnya merasa kaget luar biasa. Jantungnya berdetak sangat kencang karna tindakan Regan barusan. " mas Regan beneran mau nyium Bira ga ya tadi, gumamnya
"Aaahhh, coba tadi teh jangan lari pasti udah di cium mas Regan. Nyesel nyesel nyesel Huaaaa !!! Merasa menyesal dengan kebodohannya barusan. Sedangkan Regan tersenyum mendengar yang di ucapkan Bira barusan,karna sekarang Regan sedang berada di depan kamar Bira,tadi Regan menyusul Bira ke kamarnya.
****
__ADS_1
Buat readers Neng Bira minta dukungannya nya ya...minta vote,hati atau bunga seikhlasnya😁 🙏 biar Neng Bira semangat updatenya 😁 apalagi kalo di kasih kopi makin semangat ngetiknya 😅