AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 44


__ADS_3

Supir suruhan Regan sudah menunggu Bira di bawah apartement untuk mengantarkan Bira ke kantornya Regan. Bira berjalan gontai menuuju mobil, sepanjang jalan dia hanya menggerutu saja. " Dasar spongebob manja, makan aja minta di temenin tau Bira lagi ga enak badan ini teh "


Supir Regan yang mendengarnya hanya tersenyum sambil geleng -geleng kepala melihatnya. Karna hanya istrinya saja yang berani bicara seperti itu tentang suaminya, apalagi mendengar julukan untuk atasannya itu adalah makhluk kuning penghuni bikini bottom sungguh dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak mendengarnya dan menceitakan kepada semua orang.


Bagaimana makhluk menyebalkan, dingin dan jarang bicara mendapat julukan seperti itu dari sang istri. Tapi tentu saja dia tahan itu semua jika dia ingin selamat daan masih betah dengan pekerjaannya. Dia akan memendam semua rahasia itu sendiri demi keselamatannya. Setelah tiga puluh menit perjalanan karna tadi ada sedikit kemacetan kini Bira sudah sampai di kantornya Regan.


Semua pegawai kantor Regan sudah tau kalau gadis cantik nan imut itu adalah istri atasan mereka. Itu karna Regan selalu megajak Bira ke kantornya dan menemaninya bekerja. Ya Regan memang sebucin itu terhadap ubur-uburnya karna dia takut kalau si patrick datang menganggu ratu ubur-ubur kesayangannya. Karna spongebob tidak rela ubur-uburnya bermain bersama patrick. Itu tidak boleh terjadi.


Setelah naik lift ke lantai paling atas kini Bira sudah sampai di depan ruangan Regan. Bira melihat ada Bagas di sana, entah perasaan bira atau bagaimana jika Bagas melihat Bira datang ke kantornya Regan Bagas selalu terlihat takut. seperti saat ini dia terlihat sangat gugup. Bira pun menyapa Bagas yang ada di situ.


"Siang mas " Sapa Bira


" S-iang Nona "Ucapnya gugup


"Kenapa sihh, kalo di tanya sama orang cantik teh suka nervous gitu?? "


"Astaga bagaimana Pak Regan bisa menikkah dengan makhluk ajaib ini " Ucap Bagas dalam hati.


"Saya tidak gugup nona hanya menghormati nona sebagai istri atasan saya " Jawab Bagas, Bira yang tidak puas dengan jawabannya Bagas langsung menghampirinya dan menatapnya.


"Mas Bagas takut di tendang lagi ya?? " Ucapnya sambil agak berbisik


" Itu anda tau nona, apa anda tidak sadar kalau anda itu sangat bar-bar, untung saja senjataku masih berfungsi " Dan tentu saja Bagas mengucapkannya dalam hati kalau tidak, dia mungkin akan habis oleh atasannya dan akan di jadikan menu makan siangnya sekarang.


"TIdak nona " Hanya kata itu yang keluar dari mulut Bagas .Bira pun hanya mengangguk saja. Pintu ruangan Regan terbuka dan kini dia melihat istri dan asistennya sedang berdiri. Melihat atasannya datang langsung ketakutan, takut gajinya di potong karna ketauan bicara dengan istri bosnya.


" Apa yang sedang kalian berdua lakukan ??" Tanya Regan dengan wajah yang tidak enak di pandang. Melihat ekspresi suaminya seperti itu dan juga melihat ekspresi Bagas membuat bira geleng-geleng kepala. Mengerti dengan ketakutan Bagas akhirnya Bira berinisiatif untuk mengajak suaminya masuk ke ruangannya.


"Eh ada mas suami, udah lama nungguin Bira ya "


"Sudah tau suamimu yang tampan ini sedang


menunggumu, kamu malah mengobrol dengan asistenku yang kurang tampan itu, menyebalkan " Ketus Regan .

__ADS_1


"Sebel dehh kalo udah ngelaurin mukanya yang asem itu "Ucap Bira dalam hati


"Ya Tuhan lindungilah gajiku " Bagas berdoa dalam hati


"Ya udah yuk masuk kepala Bira pusing " Melihat wajah istrinya yang pucat Regan pun merasa khawatir dan langsung membawa istrinya ke dalam .


"Tenang aja bos kamu udah jinak, pawangnya ada di sini " Ucapnya kepada Bagas saat hendak masuk ke ruangan Regan membuat Bagas bernafas dengan lega


"Bira, kamu sakit ? " Tanya Regan khawatir melihat wajah istrinya yang sangat pucat .Regan kemudian meletakan tangannya di kening Bira tapi suhu badan bira normal saja.


"Tapi badanmu tidak panas " Ucap Regan


"BIra juga ga tau kenapa cuman kepala Bira pusing banget terus badan Bira juga lemes ini " Bira bicara dengan lemas


"Kamu sudah makan ?" Tanya Regan


"Belum, kan Bira kesini teh di ajak makan sama mas suami giman sihh "


"Ah ya aku sampai lupa , aku sudah menyiapkannya " Regan mengambil makanan yang sudah dia pesan sebelumnya untuk Makan siang bersama dengan istrinya. Regan melihat Bira hanya make sedikit saja.


"Makanannya ga enak, hambar Bira jadi mual"


Menurut Regan makanan yang Dia Makan rasanya biasa saja bahkan terasa sangat enak sepertinya memang ada yang salah dengan istrinya.


"Sebentar lagi kita ke dokter, kita periksa aku takut kamu kenapa-napa " ajak Regan


"Bira ga mau ke dokter Bira takut di suntik, beli obat aja ya" Rengek Bira namun Regan tidak setuju. Akhirnya Bira hanya pasrah saja dia karna sudah tidak ada tenaga untuk berdebat dengan suaminya.


"Terserah mas Regan aja dehh " Ucapnya lesu


Regan pun dengan cepat menyelesaikan makan siangnya agar bisa cepat-cepat mengantar istrinya ke dokter.


Setelah selesai makan siang Regan menelpon dokter pribadi keluarga Maheswara. Namun ternyata dokternya sedang ada dalam perjalanan dari seminar dan sore baru bisa pulang.

__ADS_1


Bira minta di antar pulang saja ke apartement namun Regan mengajaknya ke rumah utama saja, karna Bira bersikeras tidak mau di ajak ke dokter . Aroma tempat itu akan membuat nya tambah mual saja. Regan setuju saja karna melihat Bira wajahnya semakin pucat. Kini Regan dan Bira sudah ada di depan lift untuk menuju pulang ke rumah utama .


"Bira aku gendong ya, kaya nya kamu lemes banget "


"Ga mau Bira malu, nanti banyak orang yang ngeliatin "


Huufftt


Karna Bira tidak ingin di gendong akhirnya Regan memapahnya saja .Melihat sikap romantis dan sangat perhatiannya atasan mereka membuat para pegawainya sangat iri dan ingin sekali mereka berada di posisi Bira.


Bertahun - tahun mereka bekerja di sana namun tak pernah sedikit pun Regan melihat mereka. Tatapannya selalu lurus ke depan tanpa mau melihat para pegawainya sekali pun banyak yang terang-terangan selalu mencari perhatian Regan, namun Regan sama sekali tidak peduli.


Yang di ucapkan Sabira benar, memang hanya pesona nya lah yang mampu mencairkan hatinya . Meskipun berawal dari keisengan Bira yang senang menggodanya, namun siapa sangka tingkah absurdnya selalu menarik perhatian Regan yang terkenal sebagai manusia dingin di mata siapa pun.


Hanya Bira lah yang mampu menarik hatinya dan mampu memberikan warna dalam hidupnya . Hanya Bira yang mampu membuatnya jatuh cinta sampai berkali-kali.


*****


Kini Sabira dan Regan sudah sampai di halaman depan rumah utama .Mamah Rita khawatir mendengar Bira sakit . Dan langsung menyuruhnya ke rumah dan kini teman dokternya juga sedang menuju ke rumahnya, karna dokter pribadinya tidak bisa datang saat itu.


Kini Regan dan Bira sudah keluar dari mobil, saat keluar dari mobil Bira merasakan kepalanya sangat berat dan pusing yang amat sangat matanya pun mulai berkunang-kunang suara-suara mulai terdengar sangat jauh dan samar-samar, hingga dia merasa sudah tidak bisa menahan lagi berat tubuhnya dan kini ia terjatuh pingsan. Kini hanya terdengar samar-samar suara suaminya memanggil namanya, namun ia tidak mampu menjawabnya.


Regan sangat panik melihat istrinya pingsan dia terus memanggil-manggil namanya dengan panik sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Bira sayang ayo bangun, kamu kenapa jangan bikin aku panik " Regan langsung menggendong istrinya kedalam rumah membawanya ke kamar dan menidurkannya di tempat tidurnya bersamaan itu mamah Rita dan dokter pun datang dan langsung memeriksa Bira.


Setelah memeriksa Bira dia pun tersenyum "Kalian tidak usah khawatir nona Sabira tidak apa-apa"


"Lalu kenapa istriku bisa pingsan dokter " Regan tetap berucap dengan nada panik


" Itu karna istri anda sedang hamil tuan "


"Apaaa...... " Ucap Regan dan mamah Rita bersamaan

__ADS_1


*****


Alhamdulillah hari ini sudah up nanti di sambung lagi ya😊🙏 terus dukung Sabira dan Regan dengan like, vote dan juga hadiah ya, biar bisa naik peringkatnya 😍😍


__ADS_2