
Siang hari saatnya semua orang beraktifitas,begitu pun di perusahaan besar ternama semua karyawan sedang sibuk bekerja,tapi ada satu orang yang terlihat sedang melamun sendiri sambil tersenyum di meja kerjanya.
Ya, Regan sedang melamun sambil tersenyum sendiri.Mood nya hari ini sangat bagus dia terus tersenyum hingga membuat orang di sekitarnya merasa heran karna Regan di kenal sebagai orang yang dingin dan jarang bahkan hampir tidak pernah terlihat tersenyum.
tok tok tok
Terdengar beberapa kali ketukan pintu dari luar tapi Regan hanya diam saja.Tidak lama setelah itu terdengar ada keributan di luar.Regan masih enggan melihat,tapi tiba-tiba saja seorang gadis cantik dengan pakaian kurang bahan masuk dengan paksa.
Brugggh
Regan menatap tidak suka kepada gadis yang memaksa masuk ke ruangannya.
"Maaf pa saya udah bilang bapak tidak bisa di ganggu,tapi nona ini memaksa masuk" Ucap Bagas asisten Regan
"Ada apa kau kemari ??"Regan bertanya dengan mimik tidak suka kepada gadis di hadapannya
"Regan, dimana Revan aku ingin bertemu dengannya" Sintia bertanya dengan wajah sendu seperti ingin menangis tapi sayangnya Regan tidak sedikit pun merasa iba.
"Aku tidak tahu meskipun aku tahu aku tidak akan pernah memberitahukannya padamu" Sinis Regan
"Aku hanya ingin minta maaf padanya aku ingin kembali pada Revan, aku yakin Revan pasti masih sangat mencintaiku"
"Hehh, percaya diri sekali kau, berpikir Revan masih mencintaimu"
"Dia pria berhati lembut, aku yakin dia pasti akan memaafkanku dan kita akan menjalin hubungan kita yang dulu sempat tertunda"
"Ha ha ha haha "Regan tertawa tapi terdengar menakutkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Gadis tidak tahu malu seistimewa apa dirimu hingga berpikir Revan akan kembali padamu"
Nyali Sintia menciut "Tentu saja karna kami saling mencintai, orang sepertimu tau apa tentang cinta" Ucapnya gugup Sintia mencoba memberanikan diri bicara pada Regan.
"Aku bahkan jiji* mendengar perempuan sepertimu bicara tentang cinta"
"Regannnn " Ucap Sintia sedih
"Ckkk, sudah lah jangan bersandiwara aku muak melihatnya,,Bagas !!!!"
"Iya pak"
"Usir gadis itu jangan sampai gadis itu menginjakan kakinya lagi di perusahaan ini lagi"
"Baik pak, ayo nona" memegang lengan Sintia
"Lepaskan aku"
"Seret dia, jangan biarkan ada lagi orang masuk atau kau ku pecat !!!" Berucap dengan marah
__ADS_1
"Baik pak. Ayo nona kau jangan menyulitkanku"
" Baiklah aku pergi, lihat saja aku akan mengadukan semua ini pada Revan" Sedangkan Regan hanya tersenyum miring mendengar ocehan Sintia
Regan memijat kepalanya merasa pusing karna kedatangan Sintia,mood nya seketika menjadi rusak.Padahal dari tadi Regan sedang merasa bahagia "Dasar gadis gila, membuat moodku berantakan saja".
Tiba-tiba dia teringat Sabira kemudian dia tersenyum."Apa aku suruh dia kesini ya" Regan mulai berpikir, "Tapi apa alasannya,,,??" Regan nampak berpikir kemudian dia mengangkat telepon dan menghubungi rumah.
***
"Neng Bira tadi ada telepon dari mas Regan katanya minta tolong anterin map hijau yang ada di kamarnya mas Regan" Ucap pa Agus security di rumah
"Tapi kan saya ga tau tempat kerja mas Regan dimana pak" Sabira bingung tiba-tiba di suruh ke kantor Regan
"Nanti di anter sama pak Iwan, pak Iwan lagi di jalan kesini sekarang Neng Bira siap-siap aja"
"Ohh, ya udah kalo gitu"
Sabira segera bersiap-siap untuk berangkat, tidak lupa dia mengambil map di kamar Regan.
Sabira menggunakan jeans warna putih di padu padakan dengan baju lengan pendek,rambut di panjangnya dia gerai dengan sedikit curly di bagian ujungnya,dia hanya mengaplikasikan make up tipis dengan sentuhan lipbalm di bibir tipisnya agar tidak terlalu pucat.Tas slempang dan sepatu kets putih ia gunakan,membuatnya terlihat sangat cantik
Dengan postur tubuh yang mungil di tambah wajah imutnya membuat dia terlihat seperti gadis SMU.Makanya Regan selalu memanggilnya bocah.
Tak lama setelah itu pak Iwan pun datang.
"Iya pak ayo"
Siang itu akhirnya Sabira pergi ke kantornya Regan.Sabira senang bisa keluar di jam kerja hitung-hitung dia cuci mata,karna biasanya dia keluar hanya untuk berbelanja kebutuhan rumah saja.
"Kantornya masih jauh pak?"
"Ngga Neng bentar lagi nyampe"
Setelah sekitar limabelas menit Sabira pun sampai.Sabira takjub dengan bangunan besar nan tinggi di hadapannya."Beneran mas Regan teh kerja di sini,,meni gede pisan tempat kerjanya"
"Iya Neng masuk aja, bilang aja ke resepsionis mau ketemu sama mas Regan,bapak mau parkir dulu"
"Oh iya sok pa"
Sabira sempat bingung harus kemana,ini pertama kalinya dia masuk ke kantor dan tidak tahu harus kemana,untung saja dia melihat tulisan recepcionist Sabira pun langsung bertanya.
"Maaf saya mau ketemu sama mas Regan bisa??"
"Sudah buat janji?"
"Tadi saya di suruh kesini bawain map ini, sok aja tanyain sama mas Regan"
__ADS_1
"Baik nona tunggu sebentar ya" Sabira hanya mengangguk
"Silahkan nona ruangan pak Regan ada di lantai paling atas"
"Makasih" Sabira pun langsung pergi menuju ruangan Regan.
Sabira sudah sampai di lantai teratas,dia bingung lagi harus kemana.Kemudian dia melihat seorang pria dan bertanya.
"Maaf A saya mau tanya ruangan mas Regan dimana ya"
"Ada keperluan apa nona kemari"
"Saya di suruh mas Regan nganterin map ini" Bagas langsung melihat map yang di tunjukan Sabira dan dia merasa aneh karna map yang di bawa Sabira hanya ada berkas kosong dan berpikir bahwa Sabira tengah berbohong.
"Maaf nona tapi berkas ini kosong anda jangan coba membohongi saya,silahkan nona pergi" Sambil menarik lengan Sabira
"Ehh, Bira ga bohong ya ini beneran di suruh mas Regan kesini"
"Jangan coba menipu saya nona"
"Bira ga bohong kok, seriusan di suruh mas Regan kesini"
"Banyak gadis sepertimu yang hanya modus ingin bertemu dengan pak Regan" sambil menyeret tangan Sabira
"Mass Regannnn !!!!" teriak Sabira
"Nona anda jangan coba membuat keributan di sini" menyeret Sabira keluar. Sabira yang tidak terima langsung saja menendang pusaka Bagas.
"Aaarrggghh " Di saat yang sama tiba-tiba Regan keluar
"Ada apa ini ??" bingung melihat keadaan di depannya,Bagas yang kesakitan terus merintih dan Bira langsung menghampiri Regan.
"Mas Regan tadi Bira mau di usir sama orang itu,Bira di seret-seret kaya anak ayam ya udah Bira tendang aja" Ungkapnya
"Kau bilang apa tadi, menendangnya??? di bagian itu??"
"Iya" Ucap Bira polos
"Kalau kenapa-kenapa bagaimana" Regan khawatir
"Kalo sampe kenapa-kenapa mah tenang aja nanti Bira tanggung jawab"
"Tanggung jawab seperti apa maksudmu"
"Ya nanti Bira nikahin aja c Aa ini nya" Ucapnya polos
"Apaaa !!!" Ucap Regan dan Bagas serentak
__ADS_1