
Setelah dari kantor Regan dan Sabira tidak langsung pulang ke rumah,mereka pergi dulu menonton katanya Regan ingin kencan dengan Sabira.
Kencan dengan pria kaku seperti Regan sangat jauh dari kata romantis, hanya diam dan mengikuti kemana Sabira pergi, kebetulan sore itu juga Sabira ingin jalan-jalan ke mall dulu, ingin cuci mata katanya.
Di sana Sabira hanya berkeliling saja melihat barang di berbagai toko tanpa membelinya. Membuat Regan jadi agak kesal ." Sudah berapa toko yang kamu kunjungi tapi tak ada satu pun barang yang kamu beli" Regan mulai buka suara.
"Mau beli tapi belum punya uang Bira teh, kan belum gajian lagian barangnya mahal-mahal kalau beli di pasar mah bisa dapet banyak" Ucapnya polos
"Kenapa tidak bilang kalau kamu tidak punya uang, ayo kamu mau beli apa aku yang akan membayarnya" Sabira senang mendengarnya, perempuan mana yang tidak suka di belikan sesuatu oleh seseorang dengan gratis pula.
" Beneran ??" Ucapnya senang
"Hemmm " Regan menganggukan kepala
Awalnya Regan pikir Sabira akan meminta pakaian dan tas yang mahal atau perhiasan biasanya kebanyakan perempuan menyukai hal itu, tapi yang di beli Sabira hanya asesoris rambut seperti jepit rambut bondu-bondu lucu, boneka dan kumpulan makanan ringan.
"Kau mengajaku berkeliling hanya untuk membeli ini semua" Regan merasa heran
"Iya,kenapa kebanyakan ya Bira jadi ga enak, tapi kalo di simpan lagi kan malu mas, nanti pas gajian Bira ganti dehh uangnya mas Regan." Merasa tidak enak dengan yang dia beli.
"Bukan itu maksudku kau boleh membeli apapun yang kau mau, hanya saja barang yang kau beli terlalu aneh untukku"
"Kok aneh, aneh nya sebelah mana"
"Ini semua barang yang suka di pake perempuan, kalo Bira minta di beliin pistol baru aneh"
"Terserah " Enggan menanggapi Sabira lalu pergi ke kasir
Setelah membayar semuanya,mereka mencari tempat makan karna mereka merasa lelah setelah berjalan-jalan dari tadi dan sekarang mereka mereka merasa lapar.
"Mas Regan Bira mau ke toilet dulu ya..."
"Jangan lama-lama" Sabira hanya menganggukan kepala
Karna terburu-buru ingin ke toilet Sabira tidak sengaja menabrak orang.
Brukkk
"Aawww"
__ADS_1
"Nona anda tidak apa-apa"
"Ngga papa kok, maaf ga liat soalnya lagi buru-buru" Ucap Sabira sambil bangun kemudian pergi ke toilet tanpa menghiraukan pria de depannya.
"Nona tunggu..." Tak lama kemudian
"Ahhhh !!!! Teriak Sabira lari keluar dari kamar mandi dan pria itu masih ada di sana menunggu Sabira sambil tersenyum.
"Hey, kamu kenapa ga ngasih tau kalo itu toilet laki-laki" Ucap Sabira marah pada pria di depannya.
"Saya akan memberi tau nona tapi sepertinya nona sedang buru-buru" Masih memasang wajah tersenyum
Sabira masih kesal dengan pria di depannya tak lama kemudian ada pria lain yang keluar dari kamar mandi bicara pada Sabira dan pria di sampingnya.
"Hey bro pacarnya tadi nyusulin sampe ke toilet apet banget kaya nya " Ucap pria barusan pergi sambil tertawa dan pria di hadapannya juga malah ikut tertawa makin membuat Bira sebal.
Karna kesal Sabira pun pergi meninggalkan pria itu dan mencari toilet khusus wanita.
"Hey nona siapa namamu?" Panggil pria itu mendengar dirinya di panggil Sabira langsung berbalik menghampiri pria itu.Si pria langsung tersenyum melihat Sabira menghampirinya, namun di detik berikutnya dia merasakan sakit di tulang kering kakinya karna di tendang Sabira.
"Aaawww, Hey nona kenapa kau menendangku apa salahku" Sambil meringis
"Gadis aneh" Tapi pria itu malah tersenyum
***
Setelah beberapa saat Regan menunggu akhirnya Bira datang. "Kemana saja lama sekali" kesal Regan
"Tadi Bira salah masuk jadinya lama" Regan merasa heran.
"Salah masuk bagaimana??"
"Tadi Bira salah masuk toilet, malah masuk toilet laki-laki jangan di bahas ahh Bira malu"
"Kenapa bisa ?? apa kamu ga bisa melihat tanda toilet laki-laki dan perempuan" Regan di buat kesal dengan kelakuan Sabira.
"Bira ga liat tadi soalnya buru-buru" Regan berdecak
"Kamu ga liat apa-apa kan ?? tanya Regan takut Sabira melihat sesuatu yang tidak seharusnya di lihat.
__ADS_1
"Bira cuman liat banyak laki-laki aja lagi pada berdiri" Ucapnya polos
"Apaa !!! Lalu ?? Regan penasaran
"Ya udah itu aja atuh, orang Bira nya juga keburu lari"
"Syukurlah" Regan merasa lega
"Apa dulu kamu lulus sekolah orang tuamu tidak menyogok guru-guru kan?"
"Ya engga atuh, Bira mah lulusnya murni karna nilai sendiri" Sambil memakan makanannya karna Bira sudah merasa sangat lapar."Emangnya kenapa..??"
"Aneh saja aku merasa otakmu itu di bawah rata-rata"
"Enak aja biarpun ga rangking juga Bira mah ga pernah sampe ga naik kelas"
"Kamu ga pernah dapat rangking" Tanya Regan heran
" Ga pernah, mas Regan tau ga kenapa dulu Bira ga dapet Ranking ?
"Itu pasti karna kamu bodoh dasar "
" Salah,bukan itu, lagian Bira mah ga bodoh cuman kurang pinter aja"
"Sama saja "
"Itu karna dulu pas sekolah muridnya banyak jadi Bira ga kebagian.Kata abah juga dulu ga pa pa abah mah ikhlas Bira ga kebagian rangking karna emang udah segitu keadaannya"
" Maksud abahmu itu otakmu yang kemampuannya cuma segitu" Sambil menjitak kepala Bira
"Mas Regaaannn"
Tanpa mereka ketahui di belakang mereka ada seorang pria yang sedang mendengarkan percakapan mereka sambil tersenyum.
"Sabira" gumamnya
***
Jangan lupa terus dukung neng Bira ya 😊🙏
__ADS_1