AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 56


__ADS_3

Setelah mendengar kabar Bira di rumah sakit mamah Rita dan papa Anton langsung menuju kesana. Mamah Rita sangat khawatir dengan keadaan Bira dan juga keadaan calon anaknya sekaligus calon cucu nya itu.


"Bagaimana Regan bisa sangat ceroboh menjaga istrinya bagaimana Bira bisa terluka " Ucap mamah Rita di dalam mobil


"Kita tidak tau kejadiannya seperti apa mah, kita tanyakan dulu kepada Regan, Regan juga pasti shock melihat keadaan Bira, jadi kita tidak bisa menyalahkannya " Terang papa Anton menenangkan istrinya.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit papa Anton dan mamah Rita akhirnya sampai di rumah sakit dimana Bira di rawat. Mereka langsung menuju kamar Bira dirawat karna Regan sudah memberitahu mereka sebelumnya .


Dan di sinilah sekarang mereka semua tengah berkumpul di ruang vvip. Regan ingin yang terbaik untuk istrinya dan juga memberikan kenyamanan untuk orang yang akan melihat keadaan istrinya.


"Regan bagaimana ini bisa terjadi, apa kata dokter Bira tidak apa-apa kan dan juga kandungannya baik-baik saja kan ? " Cerocos mamah Rita


"Bira dan kandungannya tidak apa-apa mah, tadi memang sempat mengalami kontraksi tapi sekarang sudah tidak apa-apa "


"Dokter sebelumnya sudah memberi tau kalau kandungan Bira agak lemah, dia harus benar-benar istrihat dia tidak boleh kelelahan, itu akan berakibat untuk bayinya " Terang mamah Rita menjelaskan Regan pun hanya mengangguk menanggapinya.


"Kamu belum menjawab pertanyaan kami, bagaimana Bira bisa seperti ini " Tanya papa Anton


"Rama....."


"Rama siapa ?" Tanya mamah Rita


" Rama Wijaya"


"Putra tunggal Wira Wijaya maksudmu " Jawab papa Anton


"Iya pa "


"Apa yang dia lakukan pada Bira ? " Tanya mamah Rita penasaran. Regan pun menceritakan semuanya begitupun saat kejadian bulan madu Regan dan Bira dimana Rama ternyata mengikuti mereka.


"Apa tidak ada gadis yang mau dengannya hingga dia mengejar-ngejar Bira, sungguh lucu " tungkas mamah Rita


" Aku akan bicara dengan Wira ini sudah menyangkut keselamatan menantu dan cucu ku aku tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali " Ucap papa Anton. Regan mengangguk setuju.


Setelah melihat keadaan menantunya papa Anton dan mamah Rita pun pulang . Tinggal Regan sendiri di sana menjaga istrinya. Regan membelai sayang rambut Bira dan mencium keningnya. Rasa bersalah menyelimuti hati Regan . Dia merasa gagal menjaga istrinya, harusnya Regan mengikuti kemana pun Bira pergi.


Bira mulai mengerjapkan matanya, dia mulai sadar . Orang yang pertama dia lihat adalah suaminya. Bira mencoba mengingat kejadian sebelumnya bagaimana dia bisa berada di tempat ini.


Bira mulai ingat kejadian dimana Rama menarik dan membekapnya, Bira merasa takut waktu itu. Sebagai seorang perempuan jika ada pria yang berbuat seperti itu tentu saja akan merasa takut .


Merasa ada gerakan Regan langsung melihat ke arah Bira. Regan senang melihat Bira sudah sadar.


"Sayang kamu sudah bangun, apa ada yang sakit atau kamu ingin sesuatu ?" Tanya Regan


"Ngga mas, Bira cuman mau minum " Tertidur selama beberapa jam membuat tenggorokannya terasa kering . Mendengar istrinya ingin minum Regan langsung mengambilkannya .

__ADS_1


" Miring dulu Bira " Ucap Regan saat Bira hendak bangun .Regan pun membantu istrinya duduk dan memberikannya minum.


"Bagaimana keadaanmu sekarang, sudah lebih baik ?" Pandangan Regan saat ini sangat penuh cinta kepada Bira membuat hati Bira menghangat dan merasa sangat di cintai suaminya.


"Bira ga pa pa kok, udah ga sakit "


"Syukurlah "


" Ini beneran spongebob yang jutek bukan sihh " Goda Bira sambil tersenyum


"Bukan, aku adalah Regan suamimu yang sangat tampan " Ucapnya terdengar menyebalkan di telinga Bira


Sabira mencebikan bibirnya " Dasar narsis "


"Itu kenyataannya kan " Regan dan Bira pun tertawa.


"Maafkan aku sayang " Regan memegang dan menciumi tangan Bira .


"Mas suami ga salah kok, itu salah Bira nyari belanjaanya kelamaan jadinya ketemu sama si patrick" Bira tidak ingin suaminya merasa bersalah dengan keadaannya. Regan sama sekali tidak bersalah memang Rama lah yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang dia cinta sudah punya pasangan dan tidak mungkin bisa bersamanya.


"Aku mencintaimu sayang " Ucap Regan sambil mengecup bibir istrinya


"Bira juga cinta sama mas suami "


Karna Regan pun merasa lelah akhirnya dia juga teridur di samping Bira, karna Regan sengaja meminta tempat tidur yang luas agar ia bisa tidur sambil memeluk istrinya .


Dia ingin membangunkan suaminya tapi tidak tega, ingin mencari sendiri pun tidak bisa. Apalagi keluar rumah sakit malam-malam itu terasa menakutkan, bagaimana kalau nanti ada uka-uka Bira tidak mungkin bisa lari, ada bayi dalam perutnya tidak mungkin dia berlari.


Saat sedang berpikir Bira melihat buah-buahan di meja, Bira pun turun sambil memegang infusnya .Dia benar-benar sangat lapar saat ini.


Hanya ada buah-buahan di meja, Bira pun mulai memakan buah jeruk kemudian juga memakan buah apel. Tapi rasanya dia ingin makan yang lain makan mie ayam sepertinya sangat enak pikirnya. Tapi mana ada mie ayam jam segini. Dasar lidahnya memang lidah lokal,Bira hanya menyukai makanana lokal saja. Saat sedang hamil seperti sekarang dia tidak pernah merasa ingin sesuatu, tapi malam ini dia menginginkan hal itu. Membayangkannya membuat air liurnya menetes.


"Gimana ini, Bira mau makan mie ayam tapi kalau ke bawah sendiri Bira atuuttt ihhhh " Bira bergidik, akhirnya dia hanya melamun saja.


Regan meraba-raba tempat tidur namun dia tidak merasakan ada istrinya, Regan pun membuka mata dan melihat Bira tidak ada di sampingnya. Regan merasa kaget dan langsung terbangun. Namun kepanikannya hilang saat Regan melihat istrinya sedang duduk di sofa .


"Bira kenapa kamu melamun sendirian di sini ? tanya Regan sambil menghampiri istrinya.


"Bira laper mas " Jawab Bira


"Kenapa tidak bilang kalau kamu lapar " Ucap Regan


Regan langsung mengambil ponselnya dan hendak menghubungi seseorang.


"Mas mau pesen makanan ?" Tanya Bira

__ADS_1


"Iya, kamu mau makan apa ?"


"Bira mau mie ayam "


"Mie ayam ?" Regan membeo


"Iya, kayanya enak dehh Bira sampe ngeces ini "


"Kamu ngidam mie ayam tengah malam " Tanya Regan memastikan


"Iya...."


"Baiklah tunggu " Ucap Regan. Bira pikir Regan akan menelpon restoran atau tempat yang menjual mie ayam yang ia inginkan namun ia malah menelpon Bagas .


"Hallo Bagas...."


 


"Istriku ingin makan mie ayam antarkan ke rumah sakit sekarang " Perintah Regan


"Kok malah nyuruh mas Bagas sihh, kenapa bukan mas suami yang beliin " Keluh Bira


"Aku ini atasannya dan tugas atasan itu meminta bantuan asistennya " Jawab Regan


"Tapi ini yang mau anak mas suami lohh, kenapa mas Bagas yang beliin "


"Memang kenapa ? bukankah sama saja " Jelas Regan


"Ya beda lah, Bira kan lagi ngidam anaknya mas suami . Kalo yang beliinnya mas Bagas nanti anaknya mirip mas Bagas gimana " Ucap Bira


"Tentu saja tidak boleh, anakku harus mirip denganku .Hey Bagas kamu tidak usah jadi kesini aku tidak mau nanti anakku mirip denganmu, dia harus tampan sepertiku bukan jelek sepertimu " Tanpa menunggu jawaban Bagas Regan langsung menutup telponnya.


"Ayo kemarilah " Ajak Regan sambil menuntun Bira . Bira pikir Regan akan mengajaknya mencari makan tapi Regan malah menidurkan Bira.


"Mas mau beli sendiri ?" Tanya Bira


"Beli apa ? " Regan malah ikut merebahkan dirinya di samping Bira kemudian menutup matanya.


"kok tidur sihh, Bira mau makan mie ayam "


"Jam segini ayamnya masih tidur besok saja belinya " Ucap Regan


"Masss Regaaaannnn " Kesal Bira


****

__ADS_1


Yang penasaran sama jodoh Rama, mampir yuk di cerita baru aku "Tambatan Hati Timmy " Bisa di cek di profil aku 😊


__ADS_2