AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 81


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat di nantikan oleh Bira karena hari ini ia akan pulang ke rumah setelah dua bulan ia di rawat di rumah sakit, bahagia sekali rasanya.


Hari ini ia akan menghirup udara segar, tidak ada lagi aroma rumah sakit yang harus selalu ia cium setiap hari. Kalau saja dari kemarin Bira mengajak suaminya aye-aye mungkin saja dari dulu Regan akan mengajaknya pulang. Bira lupa kalau suami kanebonya itu sangat lah mesum.


Bira jadi teringat kejadian kemarin saat Regan cemburu dirinya di gendong oleh Ramon .Bira berpikir bagaimana Ramon bisa tau dan mendengar saat dia berteriak melihat Reby akan terjatuh .


Oh astaga bagaimana kalau manusia abon itu mengintip kegiatan Bira dan Regan semalam saat sedang melakukan ritual aye-aye. sontak saja Bira terkejut dan berteriak, bagaimana kalau manusia abon itu melihat mereka sedang berbagi peluh semalam.


"Aaakhhh.....mas Regan.....!!!!" teriak Bira


Regan yang sedang berkemas pun merasa terkejut mendengar istrinya berteriak. Regan panik dan langsung menghampiri istrinya. Wajah Bira terlihat shock dan sangat pucat sekarang. Apa yang sebenarnya terjadi pikir Regan, apa istrinya sakit lagi ?


"Sayang kamu kenapa, apa ada yang sakit ?" tanya Regan Cemas.


"Mas, semalem kita......"Bira bingung dari mana ia harus mengucapkannya. Bira merasa sangat malu jika itu memang benar terjadi.


"Iya sayang, ada apa semalam ?" tanya Regan


"Apa semalem manusia abon mengintip kita sedang...sedang itu....?"tanya Bira.


"Apa maksudmu manusia abon itu mengintip kita sedang...." bahkan Regan pun tidak melanjutkan ucapannya.


"I-iya mas " ucap Bira panik


"Bagaimana bisa ?aku akan mencekiknya sekarang juga jika dia melakukan hal itu, sejak kemarin tanganku gatal ingin sekali menghajarnya, dari mana kamu tahu sayang kalau dia mengintip kita ? Tanya Regan dengan geram


"Ya mungkin aja kan,soalnya mas suami bilang gimana dia bisa tahu keadaan Bira kalau dia aja ga di rawat di sini, terus dia bisa nyelametin Bira sama Reby " ucap Bira


Regan bernafas lega, Regan pikir Bira melihat manusia menyebalkan itu mengintip kegiatan aye-aye nya. "tidak sayang, aku sudah menyelidikinya, dia tidak memasang kamera atau apa pun. Dia hanya melihat kita dari kejauhan dari sana, tunjuk Regan ke arah pintu yang bersebrangan dengan kamarnya, dia diam di sana itu informasi yang aku dapat kemarin, lagi pula aku mengunci pintunya dan ini ruang vvip jika pintu tertutup maka suara dari dalam tidak akan terdengar sampai keluar, jadi kamu tenang saja " ucap Regan menenangkan.


Bira akhirnya bernafaa dengan lega kalau ternyata ritual semalamnya aman. Terdengar suara Reby menangis dia terbangun dari tidurnya mungkin karena barusan orang tuanya terdengar berisik. Regan pun segera mengambil Reby dan menggendongnya.


"Hey anak tampan kenapa kau menangis , pasti karena mamah mu berisik iya kan ?" ucap Regan

__ADS_1


"Siapa yang berisik enak aja, Bira cuman kaget "ucap Bira. Regan pun membuatkan susu untuk anaknya dan memberikannya susu serta mendudukannya di sebelah Bira, kini bayi tampan itu sedang minum susu sambil duduk di pinggir ibunya dan Regan pun melanjukan berkemasnya .


"Anak pintar " ucap Bira sambil mengelus kepala Reby dengan lembut. Tak berselang lama Revan pun datang untuk menjemput Regan dan Bira. Regan meminta bantuan Revan untuk menjemput anak dan istrinya karena dia kesusahan jika harus menyetir serta menjaga Bira dan Reby, masalahnya kondisi tangan dan kaki Bira belum stabil.


"Bagaimana, apa kalian sudah siap ?"tanya Revan


"Sudah..."jawab Regan.


"Hey Reby, kemarilah sayang kita pulang kita bermain dengan Aretha di rumah " ajak Revan kepada Reby.


"Sayang sekali anakmu sama sekali tidak mirip denganmu Revan, di malah sangat mirip dengan bis kecil itu " ucap Revan


"Tentu saja anakku mirip dengan Yura, anakku itu perempuan cantik seperti ibunya tidak mungkin kan anak perempuanku tampan sepertiku, dasar kanebo "kesal Revan


Regan hanya tergelak mendengar ucapan kakaknya, setelah selesai mereka pun langsung pulang menuju rumah utama. Untung saja perjalanan pulang lancar tanpa ada kemacetan, Revan membawa mobil di depan sedangkan Regan dan keluarga kecilnya duduk di belakang .


.


Saat menyetir Revan melihat melalui kaca spion mobilnya, kebahagian begitu terpancar di wajah pasangan itu, Bira yang bahagia karena bisa pulang juga si kanebo yang selalu tersenyum kepada istrinya, Revan tahu apa artinya itu. "Lihatlah kanebo mesum itu, dia terus tersenyum karena dia akan buka puasa " gumam Revan dalam hati hingga membuat dia tersenyum sendiri. Regan yang melihat kakaknya tersenyum langsung bertanya.


"Aku tidak tersenyum justru aku sedang kesal, kenapa aku jadi terlihat seperti supir sekarang " jawab Revan, Bira yang merasa tidak enak pun langsung meminta maaf pada Revan.


"A Revan maaf ya, Bira jadi ngerepotin A Revan " ucapnya sungkan, baru keluar dari rumah sakit saja dia sudah merepotkan orang lain, bagaimana nanti jika di rumah semua orang pasti akan di repotkannya, karena Bira yang belum bisa berjalan. Bira jadi berpikir apa keputusannya untuk pulang adalah hal yang tepat atau tidak. Melihat Bira yang merasa sungkan Revan pun meralat ucapannya.


"Tidak Bira aku hanya bercanda, aku sedang berpikir tadi si kanebo pasti sedang merencanakan sesuatu saat di rumah nanti, karena dari tadi aku melihatnya mukanya sangat berseri-seri ,terlihat sangat menggelikan. Sikap yang janggal untuk manusia sepertinya kan ?" ucap Revan, Bira pun langsung melihat ke arah suaminya. Dan si kanebo hanya berwajah datar saja.


"Berseri-seri kaya gimana, mukanya datar gitu kaya papan cucian " ucap Bira


"Hey nyonya, suamimu ini adalah makhluk yang tampan dan rupawan kenapa kau menyamakan wajahku dengan papan cucian " ucap Regan tiba-tiba.


"Itu kan cuman umpama aja mas " ucap Bira, Regan hanya berdecak.


"Kau pasti tahu kenapa aku sangat bahagia Revan" ucap Regan.

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu yang kau pikirkan, karena aku juga menginginkannya tapi sayangnya sampai sekarang masih belum bisa "keluh Revan


"Kenapa ?" tanya Regan penasaran


"Banyak sekali rintangannya, mulai dari rintangan empat puluh hari sampai rintangan sepuluh hari, apalagi kini Yura sangat sibuk dengan Aretha, karena dia tidak mau memakai jasa baby sitter " jawab Revan


"Kenapa, bukannya kemarin kau sudah mendapatkan baby sitter ?" tanya Regan, karena setahu Regan kemarin Revan meminta sebuah yayasan untuk meminta jasa baby sitter.


"Baby sitternya bermasalah, makanya Yura memintanya pergi " jawab Revan


"Masalah apa ?" tanya Regan penasaran, karena tadinya Regan juga niatnya akan memakai jasa baby sitter untuk membantu Bira. Mendengar baby sitter Yura bermasalah membuat Regan berpikir kalau dia harus teliti mencari seorang baby sitter.


"Masalahnya ada pada dada dan bok*ngnya " jawab Revan kesal.


"Apa....!!" Regan dan Bira terkejut, karena mereka baru mendengar kalau ada baby sitter yang bermasalah dengan dada dan bok*ngnya.


"Iya karena bagian itu terlihat besar, Yura takut aku berselingkuh dengannya seperti berita yang pernah viral "


"Iya Bira setuju, Bira juga takut mas suami selingkuh, Bira juga ga mau pake baby sitter" ucap Bira


"Yura juga memintaku mencari baby sitter yang sudah nenek-nenek " ucap Revan bingung.


Hufffttt


Regan pun mulai berpikir dimana dia akan mencari baby sitter yang kriterianya sesuai keinginan istrinya.


****


Assalamualaikum, maaf baru up ya 😊🙏 karena kesibukan di dunia nyata juga ga bisa di tinggalin apalagi menulis itu butuh inspirasi, agar alurnya jelas dan juga menarik, jangan lupa mampir juga ya...


I LOVE YOU OM


CINTA YURA

__ADS_1


TAMBATAN HATI TIMMY


Cerita ini semua masih ada kaitannya sama Regan dan Bira ya 😘😍


__ADS_2