AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 54


__ADS_3

Pagi mulai menjelang sinar mentari mulai malu-malu menampakan cahayanya . Setelah beberapa hari menginap, orang tua Bira hari ini memutuskan untuk pulang .Mereka tidak bisa meninggalkan rumah mereka terlalu lama .Meskipun terasa berat meninggalkan putri kesayangan mereka namun apa boleh buat, putri mereka kini sudah punya kehidupan sendiri .


Bira pun merasakan kesedihan yang sama, terasa sangat berat di tinggalkan lagi oleh orang tuanya. Jika bisa, Bira ingin berkumpul dengan orang tuanya namun orang tua Bira menolak. Mereka tidak ingin merepotkan anak dan menantunya . Tinggal di kampung halaman akan jauh lebih menyenang


kan untuk mereka. Karna tidak mungkin orang tuanya meninggalkan kampung halamannya, tempat dimana sejuta kenangan terhamapar di sana. Kebahagiaan mereka berada di sana, Bira juga tidak memaksakan hal itu, dimana pun orang tuanya merasa bahagia maka Bira pun akan ikut bahagia. Begitupun sebaliknya.


Kini Bira sedang di kamar dia merasa sangat sedih dengan kepulangan orang tuanya. Di sana Regan berada, sebagai suami siaga dia haus berada di sisi istrinya dan selalu menghiburnya . Kesedihan tidak baik untuk ibu hamil itu yang Regan tau sebagai calon ayah yang baik.


Bira sedang berada di atas kasur king sizenya sedang menangis dan dengan setia Regan berada di sisinya sambil memeluk dan mengusap rambut istrinya . "Sudah sayang jangan menangis, nanti bayi kita ikut menangis, kasian dia " Ucap Regan membujuk Bira . Sejak hamil Bira memang jadi agak cengeng mungkin itu efek kehamilannya yang membuatnya menjadi agak sensitif dan Regan mengerti itu.


"Bira ga nangis kok, Bira cuman sedih aja " Ucapnya sambil mengusap air matanya.


"Kalau kau tidak menangis, lalu air apa yang keluar dari matamu itu, air keran ?" Ucap Regan . Memang dasarnya kanebo kering tidak pandai membujuk istrinya . Kata-kata yang keluar sama sekali tidak enak di dengar.


"Mau pergi jalan-jalan ?" Bujuk Regan


"Kemana ?" tanya Bira


"Terserah kamu, asal jangan minta naik roolercoster dan kora-kora saja kamu sedang hamil, kamu tidak boleh naik itu "Jawab Regan datar


Sabira mencebikan bibir " Lagian siapa yang mau naik yang kaya gituan atuh, suka aneh aja Bira punya suami "


"Aku takut kamu ngidam yang aneh saja " jawab Regan


Sebenarnya dari jauh-jauh hari Regan sangat takut kalau istrinya itu akan mengidam sesuatu yang aneh. TApi syukurlah sampai saat ini semuanya masih baik-baik saja . Bira tidak banyak minta sesuatu yang aneh hanya bawaanya saja yang suka sensitif , agak sedikit merepotkan sebenarnya karna Regan bukan tipe orang yang bisa membujuk seseorang.


"Anter Bira beli susu aja, susu Bira udah habis " ucap Bira . Tiba-tiba Regan menyentuh dada Bira


"Habis bagaimana,ini dua-duanya masih utuh" Jawab si kanebo kering dengan tangan masih menempel di dada Bira .


"Susu buat ibu hamil ihhhh, bukan susu itu " Sambil memukul dada Regan .

__ADS_1


"Ohh...." Regan manggut-manggut dengan ekspresi datarnya, sungguh sangat menyebalkan di mata Bira.


"Dasar kanebo mesum " Kesal Bira


"Ngomong-ngomong ukurannya sekarang bertambah seingatku dulu hanya sebesar buah lemon " Regan tersenyum meledek


Kanebo mesum itu sangat menyebalkan pikir Bira


"Emangnya berubah gini gara-gara siapa coba " Ucap Bira dengan kesal


"Tentu saja karna aku, aku hebat dalam memprosesnya sekarang bahkan ukurannya sangat pas untuku dan aku sangat suka " Ucapnya sambil memeluk dan mencium bibir manis istrinya yang seperti buah cerry . Bira langsung melepas pagutannya, kalau di lanjutkan itu pasti akan sangat lama.


"Katanya ngajak keluar " Ucapnya merajuk


"Iya baiklah, makanya jangan menggodaku "


"Siapa yang ngegoda, Bira aja ga tau caranya ngegoda mas suami kaya gimana "


"Semua yang kamu lakukan terlihat menggoda " jelas Regan sambil terus menatap istrinya.


Tanpa aba-aba Regan langsung menyambar lagi bibir bira dan mengungkungnya .Regan melakukannya dengan sangat lembut . Regan melepaskan bibir Bira sambil tersenyum.


"Sebentar saja...."


"Tadi ngajak jalan-jalan sekarang malah jadi bobo-boboan " tanpa memperdulikan ucapan istrinya Regan melakukan apa yang dia inginkan. Bira hanya pasrah saja dengan kemauan sang suami . Tidak ada gunanya menolak karna suaminya yang mesum itu akan terus memaksanya


****


Selesai mandi untuk yang kedua kali di siang itu, Regan pun mengantar Bira yang katanya ingin membeli susu.


"Kita akan beli susu dimana " tanya Regan

__ADS_1


"Di tempat biasa aja " mereka pun langsung menuju tempat biasa mereka berbelanja


Sebelum membeli susu Regan mengajak Bira makan siang dulu, Bira tidak bole telat makan . Regan sangat menjaga kesehatan istrinya. Terkadang Bira merasa kalau yang di lakukan semuanya terlalu berlebihan. Namun Bira hanya menurut saja apa yang di perintahkan suaminya.


Kini mereka sudah berada di restoran untuk makan siang .Bira dan Regan memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela . Tanpa mereka sadari ada yang tersenyum melihat kedatangan mereka .


"Sudah lama aku tidak melihat mu Bira, aku sangat merindukanmu " Gumamnya


Ya dia adalah Rama, sejak kejadian bulan madu Bira dan Regan Rama tidak pernah lagi melihat Sabira.Aksesnya benar-benar di tutup oleh Regan, Rama merasa kesal akan hal itu .Jika tidak bisa memilikinya setidaknya Rama hanya ingin melihatnya saja .


Namun Regan sangat menjaga istrinya itu, di restoran itu Rama tak berhenti menatap Bira .Regan dan Bira pun tidak mengetahui keberadaan Rama di sana . Rama sangat cemburu melihat gadis pujaannya bersama pria lain . Melihat Bira tersenyum dan bermanja Pada Regan membuat hati Rama terasa ngilu.Membuatnya ingin berada di posisi Regan "Seharusnya kau bersamaku Bira" lirihnya.


Setelah selesai makan Bira dan Regan pun melanjutkan tujuannya.Hari ini terserah Bira ingi pergi kemana Regan hanya menurut saja. Yang tadinya hanya akan pergi ke super market saja .Sekarang berganti tujuan menjadi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu . Bira ingin membeli baju hamil katanya.


"Hey nona ubur-ubur,kau ingin belanja atau hanya melihat-lihat saja, setidaknya beli lah seseuatu agar aku terlihat berguna sebagai suami, belilah yang kamu mau tidak usah melihat harganya" Regan kesal dengan istrinya itu yang dari tadi hanya mencari barang diskon. Ternyata meskipun sudah menikah dengan orang kaya tidak membuat jiwa iritnya Bira menghilang.


"Jangan suka boros, cari uang itu cape "


"Uangku sangat banyak, kau tidak akan mampu menghitungnya, jadi cepat beli "


"Bentar ihhh, Bira lagi pilih-pilih dulu"


Regan hanya berdecak, sekarang mereka sedang ada di toko baju . Terlalu banyak pilihan di sana hingga Bira merasa bingung.


Karna kesal Regan mencari tempat duduk,


"Aku menunggu di sini, kalau sudah selesai panggil aku " Bira pun menganggukan kepala


Bira menyusuri seluruh isi toko itu dan memilih baju mana saja yabg akn dia beli. Saat sedang sibuk Bira di kagetkan oleh seseorang yang memanggilnya.


"Bira......."

__ADS_1


Bira yang melihatnya langsung kaget, saat akan memanggil Regan dengan cepat Rama menutup mulut Bira dan membawanya ke tempat yang terlihat sepi.


AKu merindukanmu Bira.....


__ADS_2