
Mendengar Bira sudah sadar Regan langsung menghentikan pukulannya kepada Ramon. Dia langsung berlari ke ruangan Bira. Di sana Regan melihat Bira telah membuka matanya. Betapa bahagianya hati Regan saat ini, istri yang sangat dia cintai telah sadar dari komanya. Doanya setiap hari terjawab sudah, hari-hari yang terasa hampa dan juga terasa gelap kini terasa indah karena Bira sudah sadar Bira adalah cahaya di kehidupan Regan.
"Bira..." panggil Regan
Mendengar suaminya memanggil, Bira tersenyum senang. Sebelumnya dokter memberitahu Regan kalau kondisi Bira masih lemah,dokter menyarankan sebisa mungkin jangan dulu menanyakan kejadian kecelakaan waktu itu, karena takut masih menyisakan trauma pada Bira, seperti yang di alami Yura. Regan pun mengerti, saat ini melihat istrinya sudah sadar itu yang terpenting.
"Mas suami...." panggilnya lemah , Regan menghampiri Bira dan langsung duduk di samping Bira menciumi tangannya dan tak henti mengucap syukur pada yang maha kuasa, karena sudah membuat istrinya sadar dari koma.
"Bira sayang, bagaimana keadaanmu ?" tanya Regan
"Bira sakit " ucapnya lemah
"Kamu akan segera sembuh sayang, kamu harus kuat ada aku dan Reby yang membutuhkanmu " ucap Regan
"Reby mana ?" tanya Bira
"Ada di rumah, Reby aman ada mamah yang menjaganya dan juga orang tua mu ada di rumah, mereka semua menjaga Reby " jawab Regan, mendengar orang tuanya datang Bira merasa senang tapi juga sedih, karena mereka pasti akan bersedih jika melihat keadaannya seperti ini.
"Bira kangen Reby "ucapnya, Regan mengerti Bira pasti sangat merindukan anaknya.Namun dokter masih melarang banyak orang yang datang, karena Bira butuh waktu istirahat yang banyak. Juga rumah sakit bukan tempat yang bagus untuk Reby.
"Apa kamu tidak merindukanku Bira ?" tanya Regan, mendengar suaminya bicara seperti itu Bira tersenyum. Si kanebo sepertinya sangat mengkhawatirkan keadaannya.
"Maaf, udah bikin mas suami khawatir " ucapnya sedih
"Kamu bukan saja membuatku khawatir namun kamu sudah membuat jiwaku seakan hilang, aku hidup tapi terasa mati ,aku harus benar-benar menjaga kewarasanku Bira. Hidupku seakan hancur duniaku terasa musnah melihatmu seperti ini, aku sudah gagal menjagamu sayang, maafkan aku " Regan tertunduk sedih. Bira benar-benar terharu mendengar ucapan suaminya. Dimana suaminya dulu seperti orang yang tidak punya, tapi kini Bira melihat Regan sebagai sosok suami yang penuh cinta. Cinta Regan begitu besar untuknya.
"Mas suami ga salah apa-apa, emang udah gini kejadiannya kita bisa apa " Bira terkejut dan baru mengingat sesuatu jika dalam kecelakaan itu ia bersama Yura. "Mas Regan, Yura gimana ?" tanyanya khawatir.
"Yura tidak apa-apa, dia selamat " jawab Regan
"Terus bayinya ?"
"Bayinya juga selamat, hanya dokter terpaksa mengeluarkan bayi Yura demi menyelamatkan ibu dan bayinya, bayinya terlahir prematur dan sekarang masih ada di dalam inkubator "
"Alhamdulillah, Bira seneng dengernya, mas kata dokter kaki sama tangan Bira patah ya, ini sakit banget Bira ga bisa gerak " ucapnya sambil meringis
"Iya sayang, tapi kamu tenang saja, dokter sudah mengoperasimu dan kamu pasti akan sembuh " ucap Regan menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Nanti kalo Bira ga bisa jalan gimana ?" ucapnya sedih.
"Aku akan menggendongmu kemana pun kamu mau " jawab Regan
"So sweet banget sihh suami Bira " ucanya tersenyum
"Aku suami paling romantis di dunia " ucapnya bangga. Bira pun tersenyum , setelah sedikit mengobrol dengan Regan, Bira tertidur kembali. Mungkin karena pengaruh obat yang di berikan dokter melalui infusnya hingga Bira merasa sangat mengantuk. Setelah Bira tertidur Regan pun menelepon orang rumah untuk memberi tahu jika Bira sudah sadar. Namun ternyata Revan sudah memberitahunya lebih dulu.
Regan tidak mau jauh dari Bira dia tetap setia di sampingnya. Jika tidak takut Bira akan merasa sakit, saat ini Regan ingin memeluknya dan tidak mau melepaskannya. Regan berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menemani istrinya kemana pun dia pergi Regan juga merindukan Reby putranya, untuk itu dia melakukan panggilan video kepada kepada mamah Rita agar bisa melihat anak tampannya.
Panggilan pun tersambung, bayi tampan itu kini ada di depan layar ponsel Regan. Reby tersenyum melihat papanya, sepertinya dia sudah sangat merindukan papanya karena sudah beberapa hari tidak bertemu.
"Hallo jagoan, apa kabarmu, apa kamu merindukan papa ?" tanya Regan tersenyum
Reby membalas ucapan papanya dengan dengan bahasa bayinya membuat Regan gemas dan ingin mencium anaknya sekarang.
"Papa sangat merindukanmu, mamah mu sudah sadar kita akan segera berkumpul " ucap Regan
"Regan, bagaimana keadaan Bira sekarang ?"tanya mamah Rita yang kebetulan sedang bersama Reby
"Syukurlah, yang terpenting sekarang Bira sudah sadar, kapan kami bisa bertemu dengannya Regan ?"
"Nanti Regan akan kabari mamah, Regan juga masih menunggu instruksi dari dokter. Mungkin kalian nanti bisa bergantian kemari ?
Reby masih tersenyum melihat papanya, tangannya terus melambai-lambai. Regan yang melihatnya tertawa senang.
"Sudah dulu ya mah, Regan ingin menemani Bira dulu, sampai nanti jagoan, papa merindukanmu " pamit Regan, panggilan itu pun di akhiri oleh senyum Reby dan doa dari mamah Rita untuk kesembuhan kedua menantunya.
****
Di ruang rawat yang lain
"Ramon, bagaimana keadaanmu sayang" tanya nyonya Sekar. Keadaan Ramon kini sangat memprihatinkan ,wajahnya penuh dengan luka lebam akibat pukulan dari Regan. Pukulan Regan sangat kuat, sepertinya Regan memukulnya dengan seluruh tenaganya.
Mendengar mamahnya bicara Ramon hanya menggelengkan kepala sambil meringis. "Luka ini tidak seberapa dengan yang mereka rasakan mah " ucapnya lemah. Nyonya Sekar hanya menangis melihat keadaan anaknya. Dia pun tidak bisa berbuat banyak, karena memang kesalahan putranya sangatlah fatal.
*
__ADS_1
*
Setelah beberapa hari, keluarga pun di ijinkan untuk menjenguk Yura dan juga Bira. Malahan kamar Yura dan Bira kini di satukan agar jika ada yang menjenguk Bira, Yura tidak merasa kesepian begitu pun sebaliknya.
Dan tentu saja para suami siaga tidak pernah jauh dari mereka. Hingga Bagas harus bolak-balik ke kantor dan rumah sakit untuk mengantarkan pekerjaan Revan dan Regan.
Seperti hari ini Bagas sedang ke rumah sakit untuk mengantarkan berkas yang harus di kerjakan oleh Revan dan juga Regan.
"Mas Bagas sibuk banget ya ?" tanya Yura
"Tentu saja nona, saya pekerja teladan " jawab Bagas merasa bangga
"Tapi sayang jomblo " timpal Bira
"Saya tidak ada waktu nona untuk mencari pacar" jawab Bagas
"Iya, pasti ga ada waktu orang kerjaannya sibuk gitu, mana ada waktu" ucap Bira
"Mau aku cariin ga ?" ucap Yura dan Bira bersamaan, Bagas langsung terkejut mendengarnya.
"Tidak....." jawab Bagas reflek
"kenapa ?" tanya Bira
"Saya takut anda menjodohkan saya dengan makhluk aneh dari dunia animasi, cukup bos saya yang menikah dengan makhluk unik seperti kalian nona, keimanan saya belum kuat seperti mereka " ucap Bagas sambil tertawa , sepertinya dia lupa kalau di ruangan itu ada suami dari kedua makhluk unik yang dia bicarakan barusan.Hingga tawanya berhenti saat atasannya memanggilnya.
"Bagas.....!!!!" panggil Revan dan Regan
Kalo aku promo cerita Revan mau gak 😁
"I-iya pak " jawab Bagas
Bagas sudah tau arti tatapan Duo aneh itu......
Hufftt
"Dasar mulut lucknut" batin Bagas
__ADS_1