AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 8


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Sabira mengerjakan tugas rumah, terlebih dahulu ia membersihkan rumah selanjutnya membantu Ua nya menyiapkan sarapan di dapur.


"Neng tolong cuciin ini sayurannya"


"okee wa, menu sarapan pagi ini apa wa??"


"Kata ibu,katanya pagi ini mau sarapan sayur sop, ayam goreng sama sambel, ehh tambah goreng kerupuk juga"


"Orang kaya mah sarapannya juga beda ya, di kampung mah cuman sama bala-bala gehu aja tambah leupeut aja udah weh (bakwan goreng dan lontong)"


"Ya iya atuh neng, cuman singkong bakar sama teh anget juga nikmat luar biasa"


"Neng mah suka singkong bakar di campur gula merah buatan emak, Neng jadi kangen emak pasti jam segini teh lagi nyiapin sarapan buat abah"


"Udah di telpon belum emak sama abah nya?"


"Belum, Neng ga punya paket wa, ya ampun hampir aja Neng lupa" Sambil tepok jidat


"Kenapa Neng ?" Ua nampak bingung


"Mas Regan teh punya hutang sama Neng"


"Hutang apa masa iya, majikan punya hutang sama pegawai nya"


"Malem teh mas Regan minta di buatin kopi, satu gelas seratusribu katanya, tapi malem mas Regan teh ga bawa uang, jadi di bayarnya hari ini"


"Meni mahal,kopi apa satu gelas seratusribu"


"Kopi item dengan sedikit gula ,karna kalo gulanya kebanyakan nanti kemanisan, apalagi  yang buatnya orangnya manisnya kebangetan kaya Neng Bira bisa-bisa kena penyakit gula"


"Ada-ada saja kamu mah Neng"


"Nanti aja we di tanyainnya sama Neng sekarang mah fokus masak dulu" ucap Bira


"Iya sok cepetan nanti keburu turun semuanya sarapan belum siap lagi"

__ADS_1


"siaaapp ua ku sayaanngg"


Mereka pun segera menyelesaikan masakan untuk sarapan pagi.


***


"Menu lengkap hari ini mah sarapannya" Revan melihat masakan di atas meja


"Iya,request papa kalian"


"Wahh Regan suka kalo gini"


"Ayo kita sarapan dulu, pagi ini kita ada meeting kan" Timpal pak Anton


Mereka semua menikmati sarapan pagi mereka dan makan dengan tenang,hanya terdengar bunyi sendok beradu dengan piring.


"Revan, Regan kalian mau berangkat bareng papa" Ucap pak Anton selesai sarapan


"Revan bareng aja deh pah, mobil Revan masih di bengkel"


"Oke kalo gitu papa sama Revan berangkat duluan ya"


"Iya pah"


"Mamah anterin pah"


Semua orang sudah ke depan tinggal Regan sendiri di meja makan, melihat Regan sendirian Bira langsung saja menghampirinya,takut Regan keburu pergi.


"Mas Regan mana " sambil menengadahkan tangan


"Apa ??" Pura-pura lupa


"Mas Regan jangan pura-pura anemia ya, mas Regan udah janji mau bayar uang kopi"


"Ckkk,amnesia bukan anemia" ketus Regan

__ADS_1


"Iya, pokok na mah itu lah"


"Ini " menyodorkan uang seratusribu


"kok segini ???"


"Memangnya mau berapa ? aku bilang satu gelas seratusribu"


"Kan malem teh mas Regan ngutang, katanya pagi-pagi mau di bayar tiga kali lipat, kalo ga di bayar tiga kali lipat emangnya mas Regan mau bisulan"


"Enak saja,ku pikir gadis lemot sepertimu yang tidak akan ingat"


"Kalo masalah uang mah Bira  ga bakal lupa atuh,apalagi hari ini Bira mau beli paket mau  nelpon emak sama abah, Bira udah kangen terus Bira juga mau belanja di toko sape'i pasti lagi banyak promo sekarang"


"Ini " Regan memberikan uang merah lima lembar


"Banyak-banyak teuing marah ya di tagih sama Bira" Bira merasa tidak enak.


"Itu bonus untukmu anggap aja hari ini aku sedang baik"


"Aduh makasih ya mas Regan, Bira serasa di kasih nafkah sama suami " Senyum-senyum sambil menutup muka


"Apa ??"


"Ehh,ga papa makasih ya mas Regan yang ganteng nanti kalo mau bikin kopi minta sama Bira aja ya,lumayan kan satu gelas seratusribu juga"


"Tidak mau aku rugi" ucapnya ketus


"Ihh meni gitu ke Bira teh, ga papa nanti mah di diskon sama Bira ya hehe "


Regan langsung pergi membalikan badan sambil tersenyum, dia tidak mau kalo Bira sampai melihat senyumnya.


"Dadahh mas Regannn makasih ya "


"Dasar bocah" sambil tersenyum

__ADS_1


***


__ADS_2