
Saat ini ritual mandi sudah selesai namun kekesalan Bira ternyata masih belum usai. Itu membuat Regan tidak nyaman karna di diamkan istrinya yang cerewet luar biasa. Sabira hanya diam sambil memainkan ponselnya, dia lebih tertarik membaca novel kesayangannya di bandingkan melihat suaminya yang sudah terkena sentuhan plakton.
"Sayang ?"
"Hemm" Jawab Bira
"Menyebalkan dia meniru gaya bicaraku yang irit kalau sedang marah " Umpat Regan dalam hati
"Kamu masih marah ? " Tanya Regan
"Ngga " Ketus Bira
"Lalu kenapa kamu diam saja"
"Bira lagi kesel sama mas suami"
"Memangnya aku salah apa ?" Tanya Regan
"Mas Regan tadi bersentuhan dengan plankton , Bira kesel" Bicara tanpa melihat ke arah suaminya dan terys menatap ponselnya.
"Aku tidak melakukan apa-apa padanya, kenapa kamu marah" Jawab Regan tidak terima
"Bira bilang kan ga marah Bira cuma kesel" Regan mendengkus
"Wahai ubur-ubur bikin bottom asal kamu tau marah dan kesal itu adik kakak " jelas Regan
"Terus kalo ngambek itu siapanya, emaknya ?" Jawab Bira tidak mau kalah. Regan yang mendengarnya pun tidak bisa berkata lagi, "Ternyata ratu ubur-ubur kalau sedang marah sangat menyebalkan, sebaiknya aku mengalah aku takut nanti malam tidak dapat jatah " Regan berbicara dalam hati.
"Baiklah maafkan aku" Entah sudah maaf yang ke berapa kali yang Regan ucapkan, meskipun dia tidak tau kesalahannya ada di sebelah mana
" Apa yang harus aku lakukan untuk menaklukan hati sang ratu ubur-ubur " Gumam Regan dalam hati. Akhirnya Regan pergi meninggalkan Bira sendirian di ruang tamu dan dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Otakya berpikir sangat keras hingga ia membutuhkan air untuk membasahi tenggorokannya yang kering dan otaknya yang mulai memanas.
Saat sedang memainkan ponsel tiba-tiba Bira mendengar suaminya berteriak .
Arrrggghhhh
__ADS_1
Bira kaget melihat suaminya sedang terduduk di lantai sambil menunduk . " Mas Regan kamu kenapa" Bira langsung menghampiri suami nya , dia khawatir suaminya kenapa-kenapa, karna dia melihat suaminya sedang meringis kesakitan.
"Kepala aku sakit baget " Regan menunduk sambil memegang kepalanya.
"Emang kenapa kok bisa sakit" Bira cemas melihat suaminya kesakitan.
"Kepalaku selalu sakit kalau aku sedang pusing berlebihan, bahkan aku kadang pingsan" Ucap Regan.lemah
"Ehh mas Regan jangan pingsan atuh Bira ga kuat ngangkatnya " Bira mulai panik
"Ayo Bira bantu ke kamar ya, mas Regan tidurannya di kamar biar bisa istirahat" Regan hanya menganggukan kepalanya, Bira pun membantu Regan berdiri dan memapahnya ke kamar.
Setelah di kamar Bira membawa Regan ke tempat tidur, kemudian membantunya untuk merebahkan tubuh Regan Yang besar di kasur. Bira pun menyelimuti Regan dan membelai kepala Regan dengan sayang.
"Masih sakit ga mas" Tanya Bira khawatir
"Iya sayang" Ucap Regan lemah
"Bira panggil dokter ya"
"Ja-jangan sayang, peluk aku saja supaya sakitnya menghilang" Mendengar itu Bira langsung memeluk suaminya .
"Kamu khawatir padaku ?" Tanya Regan
"Iya atuh, Bira tuh sayang sama mas suami kalo mas suami kenapa- napa kan Bira jadi sedih"
"Makanya jangan marah padaku, kepalaku sakit karna terlalu stres memikirkanmu" Ucap Regan lemah
"Iya, maafin Bira udah marah sama mas suami sampe bikin mas suami sakit " Sambil terus memeluk suaminya dengan sayang.
" Berhasil" Ucap Regan dalam hati, dia hanya pura-pura sakit untuk mengerjai istrinya agar tidak marah lagi. Regan tersenyum puas karna telah berhasil menaklukan hati ratu ubur-ubur kesayangannya. Walau harus bertindak konyol, tidak apa-apa yang terpenting ratu ubur-ubur sudah tidak marah lagi padanya. " Syukurlah jatah malam nanti aman" Ucapnya dalam hati Regan tersenyum jahil.
"Mas Regan maafin Bira ya, udah bikin mas Regan sakit Bira khawatir banget tadi takut mas Regan kenapa-napa" Sambil terus membelai sayang suaminya
"Kamu sangat sayang padaku ?" Hati Regan sedang berbunga-bunga bagai ada ribuan kupu-kupu beterbangan di hatinya.
__ADS_1
"Iya atuh, Bira sayang banget sama mas Regan, Bira juga takut mas Regan kenapa-napa kalo Bira jadi janda gimana, Bira ga mau jadi janda muda" Sambil geleng-geleng kepala. Regan yang mendengarnya pun sangat kesal .
"Astaga ingin aku kuncir saja mulutnya itu, sangat menyebalkan " Gumam Regan dalam hati, bunga yang barusan bermekaran di hatinya langsung kuncup lagi begitupun dengan ribuan kupu-kupu yang berterbangan di hatinya pun kembali ke sarangnya.
Mereka berdua hanya menghabiskan waktu di kamar. Bira tidak mau di ajak bulan madu perempuan yang sangat aneh menurut Regan. Regan mengajaknya bulan madu ke luar negri Bira langsung menolaknya dengan alasan takut naik pesawat, dia takut pesawatnya meledak. Mendengar itu Regan pun berinisiatif mengajaknya berkeliling menggunakan kapal pesiar dan Bira pun bilang takut kalau nanti kapalnya akan menabrak gunung es dan terbelah menjadi dua seperti kapal titanic katanya.
"Sayang sebenarnya kamu ingin bulan madu kemana, kamu tinggal bilang aja sama aku?"
"Ga tau ahh, Bira bingung ?"
"Naik pesawat tidak mau naik kapal laut juga tidak mau ? Ungkap Regan
"Abisnya Bira bingung, Bira mau panjang umur makanya diem aja di rumah ya ?"
"Tidak mau, tidak asyik " Keluh Regan
"Mas suami ngebet banget pengen bulan madu" Bira.memandang suaminya aneh.
"Hey ubur-ubur aku ini pengantin baru tentu saja ingin bulan madu" kesal Regan
"Kan mas suaminya juga lagi sakit atuh"
"Kalau bulan madu aku sembuh " Regan merajuk dan Sabira hanya mencebikan bibir. Tiba-tiba Regan punya ide. " Bagaimana kalau kita bula madunya ke habitatmu saja" Ucap Regan
"Ke kampung gitu ???" Regan berdecak
"Bukan, tapi kita bulan madu ke pantai di sana pasti banyak teman-temanmu?"
Arrrgghh
Regan berteriak " Kenapa kamu malah menggigitku dasar ubur-ubur " sambil mengelus tangan nya yang di gigit Bira.
"Teman-temanku itu rakyatmu wahai raja neptunus" kesal Bira
"Dasar " Gumam Regan
__ADS_1
****
Assalamualaikum semuanya ,makasih buat semua yang udah dukung Bira dan Regan 😊🙏🙏 jangan lupa terus dukung ya, minta like dan vote nya 😁 apalagi hadiah sama koinnya nanti kaloNeng Bira abis kuota ga bisa update atuh, yang mau nyumbang koin di novel Bira ya jangan di novel Revan soalnya belum kontrak sayang koinnya 😊🙏