
Ayam berkokok tanda pagi sudah datang, matahari pun mulai malu-malu menampakan diri di ufuk timur embun pagi terlihat membasahi pohon - pohon dan rerumputan . Suasana yang indah di pagi hari di desa itu di tambah udara yang sangat sejuk sangat menenangkan hati.
Pagi ini tampak kesibukan di rumah Sabira, semua orang mulai mempersiapkan acara lamaran yang akan diselenggarakan nanti malam. Mereka mulai merapikan rumah, halaman dan juga sebagian orang memasak.
Tidak banyak pihak yang datang dari pihak laki-laki karna kakek dan nenek Regan sudah meninggal dan sebagian kerabatnya tinggal di luar negri dan mulai hilang kontak. Mereka sibuk dengan urusan perusahaan dan keluarga mereka masing-masing.Hingga yang datang hanya pak Anton Ibu Rita juga Revan di tambah para asisten mereka di kantor termasuk Bagas asisten Regan.
Berbanding terbalik dengan keluarga Sabira yang semuanya akan berkumpul. Semua keluarganya di hubungi mulai dari yang satu desa sampai yang ada di desa tetangga. Karna tradisi di sana masih lekat jika ada salah satu di keluarga mereka ada yang akan merayakan lamaran ataupun pernikahan, maka semuanya akan berkumpul.
"Duh Neng Bira kamu teh mimpi apa bisa dapetin calon suami yang ganteng kaya artis, kaya juga keren lagi kerjanya orang kantoran." Ucap salah seorang kerabat Sabira.
"Alhamdulillah itu karna Bira gadis solehah nan cantik jelita, makanya Alloh sayang banget sama Bira " Ucapnya datar tanpa dosa.
"Aa ganteng ga salah pilih cari jodoh, si Bira somplak kaya gitu ? Timpal kerabat Bira dan Regan pun hanya tersenyum.
"Laki-lakinya meni kalem perempuannya cengengesan gitu, harus banyak sabar ya sama si Bira mah"
"Iya bu"
"Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menyukai gadis sepertinya, yang jelas aku selalu merasa bahagia berada di dekatnya, dan ingin selalu bersamanya " Ungkap Regan dalam hati sambil melihat Bira tertawa dan bercanda bersama keluarganya.
__ADS_1
Tak terasa waktu menjelang sore, orang tua Regan pun beserta yang lainnya sudah sampai.
"Waaah orang kaya mah datengnya juga pake mobil bagus, yang naiknya juga ganteng- ganteng dan cantik" Ucap seorang wanita paruh baya salah satu tetangga Bira.
"Iya, biasanya juga kalo ada lamaran orang jauh mobilnya ga jauh dari iringan angkot atau mobil buntung ( mobil bak terbuka)." Jawab rekan perempuan barusan.
Keluarga Regan merasa sedikit aneh, karna banyak.orang yang memerhatikan mereka. Tapi ibu Rita dan yang lainnya tersenyum ke arah mereka.
"Mah pah sudah sampai " Regan dan Bira datang menghampiri mereka.
"Iya Regan, di sini ramai sekali" Ucap Revan
"Neng ajak masuk atuh jangan ngobrol di luar" Tiba-tiba abah datang dari belakang.
"Iya bah, ayo masuk dulu ke rumah Bira " Mereka pun masuk ke rumah mengikuti Bira.
***
Akhirnya acara lamaran pun di mulai, Bira terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih yang ia pakai dengan rambut di sanggul sederhana di tambah polesan riasan tipis membuatnya terlihat sangat cantik dan menawan, Regan pun tak berhenti memandanginya.
__ADS_1
Pak Anton pun memulai pwmbicaraan kepada keluarga Sabira.
"Selamat malam semuanya Saya Anton Maheswara ayah dari Regan Maheswara datang kesini untuk menyampaikan maksud baik kami untuk meminang putri bapak dan ibu yaitu Sabira, apakah ibu ,bapa dan Sabira bersedia menerima lamaaran putra kami."
Abah menjawab lamaran dari ayah Regan " Saya selaku ayah dari Bira menyerahkan semua keputusan kepada putri kami Bira, tetapi melihat kedekatan mereka berdua saya selaku ayah setuju dengan lamaran putra bapak Anton yaitu nak Regan, saya selaku ayah hanya ingin berpesan kepada nak Regan sayangi dan cintai Bira seperti kami menyayanginya. Lindungi dia bagaimana seperti kami melindunginya selama ini."
"Itu pasti pak, saya akan mencintai, menyayangi dan melindungi Bira"
"Bira kamu mau menikah dengan Regan?" Tanya pak Anton
"Iya Bira mau pak" Jawab Bira
Regan pun memasukan cin-cin ke jari manis Sabira, cin-cin bertahtakan berlian yang sangat indah, sangat cantik terpasang di jari mungil Sabira.
"Alhamdulillah saaahhhh " Ucap Bira girang
"Beellluuuummmm Neng Nong !!!" Ucap keluarga Sabira serempak. Sabira hanya tertawa dan yang lain hanya geleng kepala.
****
__ADS_1
Sebentar lagi Neng Bira menuju halal 😊😍😍 ayo terus dukung ya Biar Neng Bira nya semangat update