
"Saya pacarnya Revan" ucap gadis itu
"Hahhh.... " Bira merasa terkejut karena setahu Bira Revan tidak punya pacar
"A Revan si ganteng kalem ?" tanyanya lagi memastikan
"Iya siapa lagi" jawabnya dengan ketus
"Tapi A Revannya ga ada lagi kerja teh "
"Ckkk, aku mau masuk mau nunggu di dalam"
" Eittt tunggu dulu" Sabira menghalangi Sintia
" Tapi asli teteh ini teh pacarnya A Revan ?"
"Kenapa, kamu ga percaya"
"Kalo boleh jujur mah sihh iya, soalnya kata A Revan A Revan mah ga punya pacar"
"Aku ini baru pulang dari luar negri, kami LDR kau ini cuma pembantu tapi cerewet sekali, nanti ku adukan kau sama Revan"
"Isshhh... issh... isshhh... galaknya, Bira mah cuma tanya atuh teh "
"Dan jangan panggil saya teteh panggil saya nona Sintia"
"Ohhh " sambil manggut-manggut
"Bagus ya namanya kaya merk produk terkenal"
"Kaya merk produk ambasador maksud kamu" ucapnya sombong sambil membetulkan rambut pirangnya"
"Iya, kaya merk bumbu pec*l, Sint* (kalo yang suka beli pasti tau 😁)
"APAAAAAA......!!!!!"
__ADS_1
"Astagfirulloh jangan teriak atuh kuping saya sakit"
"Kamu jangan kurang aj*r ya"
"Kurang aj*rnya sebelah mana, Bira mah cuman ngasih tau" jawabnya polos
"Awass ya kau akan ku adukan sama Revan, berani-beraninya pelayan seperti menghinaku" Sintia marah dan pergi sambil menghentakan kaki.
"Kenapa jadi marah sama Bira, Dasar tidak menerima kenyataan jadi orang teh, padahal bagus kan namanya mirip sama merk bumbu pec*l" Ucapnya datar sambil mengangkat bahu.
***
Sore telah tiba waktu benar-benar tidak terasa,Sabira mengerjakan semua tugasnya dengan baik dan dia senang mengerjakan semuanya.Saat mau turun ke bawah dia melihat Regan pulang.
"Mas Regan udah pulang"
"Apa kalo sore hari matamu tidak bisa melihat, tentu saja aku sudah pulang"
"Ya ampun galak banget, itu teh cuma basa basi atuh masa ga tau"
"Siapa ???" Tanya Regan
"Namanya Sintia katanya"
"Sintia ???"
"Iya, orangnya cantik, tinggi, kulitnya putih rambutnya pirang, dan body nya uwwowww, seksoy pokok na mah.
"Heemm, Neng Bira jadi patah hati ternyata A Revan yang ganteng kalem teh udah punya pacar"
"Ha ha haha "
"Kenapa mas Regan malah ketawa" Sabira terlihat bingung melihat tuannya yang jutek tertawa
"Mana mungkin Revan suka padamu,kau ini masih bocah"
__ADS_1
"Kenapa engga, Bira mah orangnya cantik"
Regan mengangkat alis, selalu bingung dengan jalan pikiran gadis aneh di depannya.
"Tapi kau pendek, dada mu rata tidak ada bodynya bentuk tubuhmu seperti papan cucian dan...."
"Stoooppp !!!"
"Jangan di terusin hati Neng terluka dengernya"
Sambil memegang dada dengan wajah pura-pura menyedihkan"
Melihat itu tangan Regan gatal ingin menjewer telinga gadis yang dia anggap bocah itu.
"Hentikan menunjukan wajah seperti itu, menyebalkan"
"Ihhh, udah judes galak pantes jomblo" Sabira bergumam"
"Aku ini pria pemilih bukan tipe pria yang sembarangan memilih gadis"
"Iya iya tau, mas Regan mah ganteng, kaya, kereeen pokok nya mah perpect"
"Itu kau tau" Sambil pura-pura memasang wajah dingin
"Iya tapi sayang ga ada yang mau hahahahaha"
"Kabuuuurrrr"
Cepat-cepat Sabira melarikan diri takut kena marah Regan
"Hei dasar kau bocah awas ya "
***
Assalamualaikum readers
__ADS_1
Makasih buat semuanya yang udah ngasih respon positif buat tulisan saya😊🙏,,maaf bila tulisannya masih berantakan 😁