AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 35


__ADS_3

Setelah beberapa kali di bujuk oleh Regan akhirnya Bira mau melakukan perjalanan bulan madu. Dan mereka memutuskan akan pergi ke pantai, tak apa bulan madu masih di negri sendiri yang penting Sabira setuju untuk bulan madu saja Regan sudah senang.


"Bira kamu sudah siap ? Tidak usah membawa barang banyak nanti kita beli saja di sana


"Iya " Ucapnya singkat


"Kenapa ? Jangan bilang kamu tidak mau berangkat " Regan mengangkat alis memandang Bira


"Jadi kok tenang aja, Bira udah persiapan fisik dan mental "


"Kamu mau bulan madu bukan mau perang kenapa harus persiapan fisik dan mental, ada - ada saja " Regan geleng- geleng kepala, istrinya itu memang termasuk spesies yang aneh menurut Regan.


"Iya, iya mas suami, Bira teh cuman takut kalo nanti ada tsunami gimana ??" Jawaban istrinya membuat Regan melongo .


"Ya ampun " Gumam Regan


Tanpa banyak berdebat lagi akhirnya mereka pun berangkat untuk berbulan madu ke pantai X.


****


Di sebuah perusahaan besar seseorang dengan jabatan tinggi sedang berada di ruangannya yang berada di lantai tertinggi, dia sedang memandang keluar melihat ke luar lewat kaca besar yang ada di ruangannya sambil bersedekap dengan pandangan lurus ke depan. Saat itu seseorang tiba-tiba masuk ke ruangannya, membuat dia berdecak kesal.


"Ada apa ?" Ucapnya malas


"Ada proyek baru di kota X kamu harus mengurusnya sekarang juga " Ucap orang yang baru saja masuk ke ruangannya.


"Suruh saja orang lain aku sedang malas" Melangkah dan pergi duduk ke sofa yang ada di ruangannya.


"Tapi ini proyek ini sangat penting untuk kemajuan perusahaan kita" Ucap Orang itu memaksa.


"Pah " Ucap Rama


Papanya Rama pun menghampiri Rama duduk di sofa. "Papa pikir kamu akan tertarik dengan proyek ini "


"Sama sekali tidak " Ucapnya dingin


" Papa dengar Regan dan istrinya sedang melakukan perjalanan ke kota X " Papanya Rama mulai memancing Rama . Dan benar saja Rama mulai memperhatikan ucapan papanya.


"Maksud papa ? "


"Bukankah sekalian kamu bisa pergi melihat gadis pujaanmu " Papanya Rama tertawa dan Rama memalingkan muka.


"Rama, Rama kamu itu tampan kaya dan punya segalanya, kenapa kamu malah menginginkan istri orang, papa tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu"


"Ini masalah hati pah, papa tidak akan mengerti "


"Jadi ???"


"Aku akan ke kota X sekarang juga" Papanya Rama pun menganggukan kepalanya.


"Baiklah , Papa akan menyiapkan dulu semua berkas yang harus di bawa "

__ADS_1


"Iya " Rama menganggukan kepala


Kemudian papanya Rama pun pergi meninggalkan ruangan Rama.


Sesaat setelah papanya pergi Rama terpaku tersenyum sendiri ,sambil membayangkan gadis pujaannya.


"Aku merindukanmu Sabira, aku akan datang menemuimu tunggulah aku " Ucap Rama dalam hati.


***


Setelah melakukan perjalanan beberapa jam akhirnya Bira dan Regan pun sampai di pantai X. Saat turun dari mobil Sabira dan Regan di manjakan dengan pemandangan yang sangat indah, kebetulan hari itu cuaca sedang sangat cerah menambah keindahan pantai itu. Regan pun menyewa hotel yang dekat dengan pantai itu. Setelah menyewa hotel Regan dan Bira pun pergi ke pantai untuk berjalan-jalan.


"Waahhhh bagus baget ya mas suami pantainya "


Ucap Bira senang. Melihat istrinya merasa senang Regan pun tersenyum. Rasa lelah akibat perjalanan pun hilang seketika.


"Aku kan sudah bilang kamu pasti suka " Jawab Regan


"Iya Bira suka " Mereka pun menuju pantai untuk menikmati pemandangan di sana.


"Ehh mass Bira lupa " Sambil menepuk keningnya


"Kenapa ??" Tanya Regan


"Bira lupa bawa ponsel, Bira mau selfie "


"Ckk, aku kira apa pakai ponselku saja "


Mereka pun menikmati pemandangan di pantai sambil berfoto ria , tentu saja Regan harus mau memotret istrinya itu dengan bebagai pose.


"Sudah, aku lelah " Keluh Regan


"Ya udah nanti aja di lanjut lagi "


"Hey aku sudah mengambil fotomu banyak sekali sudah puluhan, masih saja minta foto " Ucap Regan kesal tapi Bira cuek saja sambil sesekali tersenyum memandang fotonya.


"Bira cantik banget ya, cocok jadi foto model ini mah , mas suami juga berbakat jadi fotographer " Cengir Bira tanpa dosa.


"Selalu saja memuji diri sendiri dasar orang aneh, kamu bilang apa tadi jadi fotographer ? Enak saja , aku tidak mau jadi fotographermu" Regan memalingkan muka kesal


"Mulai dehhh kambuh manyunnya, jelek tau "


"Aku kesal padamu" Ketus Regan


"Ya udah, sini Bira foto mas suaminya gantian"


"Aku tidak mau di foto " Masih ketus


"Terus ??"


"Aku haus " Ucap Regan Sabira tertawa melihat suaminya

__ADS_1


"Kenapa tertawa ada yang lucu ??" Regan mengernyit heran.


"Iya lucu atuh, mas suami teh mau minum ? "


"Heemm"


"Ya udah Bira beliin minuman ya , sambil Bira mau nyari toilet ?"


"Jangan lama-lama"


"Iya, senyum dulu atuh " Menusuk-nusuk pipi suaminya.


"Tidak mau "


"Ga di beliin geura " Regan pun tersenyum paksa pada Sabira


"Aduhh gantengnya suami Bira kalau senyum " Mereka berdua pun tertawa.


Setelah Sabira pergi Regan pun pergi mencari tempat duduk untuk istirahat. Kebetulan suasana pantai tidak terlalu ramai, karna memang bukan hari libur.


Sabira pun berkeliling mencari toilet, " Tau gini tadi minta di anter da pusing toiletnya sebelah mana " Sabira terus mengoceh sendiri, dia tidak tau jika ada orang yang sedang mengikutinya.


Tak lama setelah itu Bira melihat ada toilet dan dia pun segera masuk. Setelah selesai dia keluar dari toilet dan hendak berjalan keluar, Bira kaget tiba-tiba ada orang yang menarik tangannya.


Saat hendak berteriak orang itu membekap mulut Sabira, Sabira kaget saat dia melihat siapa yang membekapnya. Tanpa aba- aba Bira langsung menggigit tangan orang itu.


Argghhh


"Kenapa kamu mengigitku" Ucap Rama kesakitan


"Ngapain kamu bekap-bekap mulut Bira, sesak tau " Ucap Bira marah


"Aku kaget, takut kamu berteriak dan orang salah paham" Jawab Rama


"Apalagi Bira yang di bekap kaget tau, kirain ada yang mau nyulik Bira "Mengerucutkan bibirnya


"Ya Tuhan jangan menggodaku Bira kamu sangat menggemaskan " Ucap Rama dalam hati


"Seandainya aku bisa, aku akan menculikmu Bira " Tiba-Tiba Rama berucap. Sabira pun kaget mendengarnya.


"Kamu mau nyulik Bira ??" Bira mulai takut


"Tidak, apa kamu mau ikut denganku ?" Tanya Rama


"Ga mau Bira kesini sama mas suami, Bira duluan ya " Bira mulai takut dengan tatapan Rama yang terlihat menelisik dirinya . Bira pun melangkahkan kakinya untuk pergi, tapi lagi-lagi Rama mencekal tangannya membuat Bira ketakutan.


"Lepasin, Bira mau pergi" Bira mencoba melepaskan cekalan tangan Rama yang terasa kuat di tangannya.


"Tidak, aku tidak mau melepasmu" Ucap Rama


"Kamu teh kenapa sihh, jangan bikin Bira takut ya " Bira mulai gemetar dan mencoba untuk lari dan melepaskan tangan Rama. Namun tiba-tiba Rama mendorongnya ke tembok dan.......

__ADS_1


Assalamualaikum minal aidzin walfaidzin buat semua para readers. Makasih banyak buat semua yang suka.novelnya Bira 🙏😊 terus dukung ya Biar semangat upadatenya, jangan lupa sumbangin like vote dan juga hadiahnya 😁 biar neng Bira bisa beli kuota buat upadate 😆


__ADS_2