
"Apa.....!!!!" teriak Regan
"Mas suami jangan teriak-teriak kasian Reby jadi kaget "ucap Bira yang mengelus anaknya yang terkejut akibat teriakan papanya
"Bagaimana aku tidak berteriak istriku di gendong pria lain " ucap Regan menurunkan volume suaranya.
"Kan tadi Bira jatoh, terus dia nolongin " jawab Bira semoga suami kanebonya mengerti situasinya.
"Kenapa kamu tidak bilang tadi " ucap Regan masih menahan kesal
"Kan barusan Bira udah bilang" jawabnya polos
"Oh ya ampun, ratu ubur-ubur ini belum pintar juga, maksud ku kenapa kamu tidak bilang tadi pas manusia abon itu ada di sini " kesal Regan
"Ramon mas...kok jadi manusia abon sihh ngerusak nama orang" jawab Bira
"Terserah, yang penting aku tidak suka padanya ....!!!
"Terus kalo tadi Bira bilang sama mas suami mau di apain orangnya ?"tanya Bira
"Akan aku cekik orang itu, berani-beraninya menyentuh istriku " Regan semakin marah membayangkan istri kecilnya yang cantik di gendong pria lain, otaknya semakin mendidih saja. Jika saja sekarang di kepalanya di taruh telur mentah sudah pasti telurnya itu akan matang dan siap di makan.
"Dia reflek katanya mas, tadi juga Bira kesel kenapa dia gendong Bira coba, kenapa ga di tuntun aja iya kan" ucap Bira
"Iya kamu benar "jawab si kanebo sedang tidak konsentrasi
"Eh...tidak benar " Regan meralat kembali ucapannya setelah kesadarannya terkumpul. "Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku " ucapnya sangat posesif.
"Kambuh lagi si kanebo mah, bikin pusing aja " gumam Bira dalam hati.
"Udah jangan marah lagi nanti cepet tua ,Lagian yang salah juga kan mas suami ninggalin Bira lama banget" ucapnya merajuk
"Hey nyonya, kenapa kamu jadi menyalahkanku ?" Sepertinya si kanebo tidak terima dia di salahkan.
"Iya, habisnya perginya lama banget, kenapa ga nyuruh suster juga buat jagain Bira " Benar juga yang di katakan istrinya, kenapa dia tidak berpikir.kesana.
Sial....
Gara-gara dia yang ceroboh istrinya di gendong orang lain, hatinya masih belum menerimanya.
__ADS_1
"I-itu karena aku berpikir akan pergi sebentar, jadi tidak perlu ada suster yang menjagamu " melihat suami kanebonya Bira malah tersenyum.
"Manisnya suami Bira kalo lagi cemburu " godanya pada Regan
"Aku bukan pria manis, aku pria romantis "jawabnya ketus. Oh rupanya tuan kanebo masih kesal, jurus ubur-uburnya tidak bisa ia gunakan untuk membujuk si kanebo,karena Bira sedang sakit.
"Ya udah Bira minta maaf "ucap Bira memasang wajah semanis mungkin agar hati suaminya luluh,meskipun dalam hati Bira berpikir dia harus minta maaf untuk apa. Bahkan dia tidak mempunyai salah apa-apa. Tapi demi kedamaian hati suaminya dan juga dirinya Bira rela minta maaf untuk sesuatu yang entahlah...
"Kenapa kamu minta maaf kamu tidak salah apa-apa" ucap Regan
"Abis mas suami marah terus Bira kan jadi bingung, coba aja tadi ga macet pasti mas suami yang gendong Bira "ucapnya
"Aku bukan batman yang bisa loncat kesana kemari sambil mengeluarkan jaring agar bisa cepat sampai tujuan " keluh Regan, namun Bira malah tertawa mendengar ucapan suaminya.
"Kenapa kamu malah tertawa " ucap Regan
"Mas suami itu lucu, sejak kapan batman bisa ngeluarin jaring " ucap Bira masih tertawa
"Lalu siapa, apa pria yang memakai ****** ***** merah di luar ? aku tidak mau sepertinya menggelikan, kenapa dia memakai ****** ***** di luar, itu tidak terlihat keren sama sekali " ucapan Regan membuat Bira semakin tertawa terpingkal-pingkal. Selain galak ketus dan menyebalkan ternyata suaminya ini tidak tau apa-apa rupanya.
"Sudah jangan tertawa terus, nanti Reby terbangun mendengar suaramu yang berisik " ucap Regan
"Mas suami...." panggil Bira, tapi yang di panggil malah diam saja.
"Uhh dasar, apa sih yang dia pikirin " gumam Bira dalam hati.
"Mas suami Bira sakit lagi " Bira pura-pura agar mendapat perhatian dari Regan . Dan benar saja si kanebo langsung khawatir mendengar istrinya bilang sakit. Regan pun langsung menghampiri Bira.
"Mana yang sakit ? aku akan panggil dokter " ucap Regan cemas.
"Jangan panggil dokter " ucap Bira
"Kenapa ?" tanya Regan
"Karena hati Bira yang sakit di cuekin mas suami " rengek Bira. Regan langsung menghela nafas kasar
Huufftt
"Ada banyak hal yang sedang aku pikirkan sayang, kemarilah " Regan pun mendekatkan tubuhnya pada Bira dan memeluknya .
__ADS_1
"Emangnya mas suami mikirin apa ?" tanya Bira
"Apa kamu tidak merasa aneh, jika manusia abon itu tiba-tiba ada di sini ? bukannkah dia sedang tidak sakit, bahkan tubuhnya terlihat sehat dan bugar. Lalu untuk apa dia di sini ?" ucap Regan terlihat berpikir.
Benar juga apa yang di ucapkan suaminya, sedang apa pria itu di sini. Kenapa dia tiba-tiba bisa datang kesana.
"Apa mungkin selama ini dia selalu menguntit kita ?" tanya Regan. Bira yang mendengar menjadi merasa takut.
"Mungkin aja mas " jawab Bira
"Oh astaga aku tidak bisa berpikir" kesal Regan
"Ya ampun ini manusia kanebo kenapa lagi sih ?" gumam Bira dalam hati
"Kenapa mas ?" tanya Bira yang merasa aneh dengan sikap suaminya.
"Tadi posisimu pasti seperti ini ?" ucap Regan , apa maksudnya kanebo ini.
"Hahh...? maksud mas suami ?" tanya Bira heran
"Maksudku, tadi posisi kalian sangat dekat seperti ini, dia pasti bisa melihat wajah cantikmu dari dekat seperti ini " ucap Regan, Bira langsung menepuk keningnya. Sempat-sempatnya manusia kanebo ini berpikir kesitu. Meskipun kenyataannya memang benar jika Ramon mengagumi Bira karena melihatnya dari dekat. Namun bukankah ratu ubur-ubur tidak tahu.
Melihat wajah suaminya yang cemberut, Bira menjadi gemas hingga Bira mencium pipi Regan membuat Regan langsung melihat ke arahnya.
"Kenapa suami Bira ganteng banget sihh...?" goda Bira, berharap suaminya tidak kesal lagi.
"Apa kamu baru sadar, jika suamimu ini sangat tampan?" jawab Regan sambil tersenyum ke arah Bira. Melihat istrinya yang cantik dan menggemaskan membuat Regan tidak bisa menahan untuk tidak mencium bibirnya.
Ciuman yang lembut semakin lama semakin menuntut, membuat Regan yang selama hampir dua bulan tidak bercinta menjadi sangat menginginkan istrinya sekarang.
"Sayang aku sangat menginginkanmu, apa masih lama?" tanya Regan ,Bira pun tersenyum melihat suaminya. Ada rasa kasihan yang besar pada suaminya karena tidak bisa menyentuhnya selama hampir dua bulan ini.
"Sepertinya sekarang bisa, tapi pelan-pelan ya" pinta Bira. Untung saja kasur yang di gunakan mereka besar hingga cukup untuk mereka bertiga. Dan Reby bayi itu bahkan sudah tidur nyenyak dari tadi. Mendengar istrinya mengijinkan Regan sangat bahagia. Akhirnya.....
Regan pun langsung memeluk dan mencium Bira dengan posesif. Regan dengan sengaja memberi tanda percintaannya di leher Bira Dan juga seluruh tubuhnya, sepertinya Regan benar-benar merindukan istrinya. Dan juga ingin menunjukan kepemilikannya. Hingga akhirnya malam ini menjadi malam pertama bagi Regan seusai kecelakaan itu.
Setelah selesai berbagi peluh Regan masih betah menciumi istrinya. "Sepertinya sudah saatnya kita pulang sayang " ucap Regan yang masih berada di atas Bira.
"Huhh.... dasar kanebo mesum, udah di kasih jatah langsung minta pulang " ucap Bira
__ADS_1